Sebarkan Pesan Injil

Surat-Surat Rasul Paulus : Galatia

Surat Paulus kepada jemaat di Galatia, Injil Kasih Karunia.


Surat Paulus kepada jemat di Galatia, terdiri dari 6 pasal.


Penulis : Rasul Paulus
Tahun Penulisan : Sekitar tahun 49 Masehi, dari Antiokh, sebelum adanya dewan Yerusalem (tahun 50 Masehi).


Isi Surat Galatia :


Siapakah, yang setelah dibebaskan, akan pernah rela menyerahkan dirinya untuk kembali lagi pada perbudakan? Hal ini dipertanyakan oleh Paulus kepada jemaat di Galatia, yang telah menyerahkan kebebasan mereka di dalam Kristus, untuk kembali melayani hukum Musa. 

Galatia 3:10 "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam hukum Taurat" - Galatia 3:13 "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat." - Galatia 3:9, 14 "Mereka yang hidup dari iman, diberkati bersama-sam dengan Abraham. Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu."

Sudah jelas bagi gereja mula-mula bahwa bagi semua orang percaya, keselamatan hanya dapat diperoleh melalui pengorbanan Yesus Kristus, namun mengapakah mereka sekarang kembali berurusan dengan hukum Musa


"Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan yang telah menyerahkan diriNya bagiku." Galatia 2:20.

Haruskah orang Kristen terus menuruti hukum Musa atau tidak? Gereja Galatia menjadi terpecah belah karena pertanyaan ini. Maka Paulus menuliskan surat ini kepada jemaat Galatia untuk menyelesaikan sengketa tersebut

Paulus  membuka suratnya dengan pembukaan yang sangat singkat dan kemudian langsung menuju tepat ke titik permasalahan. Jika orang percaya dibenarkan oleh kasih karunia melalui penebusan Kristus, lalu mengapakah banyak orang Galatia bersikeras mempertahankan persyaratan-persyaratan lain


"Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup di dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain dalam kasih." Galatia 5:13.

Paulus menunjukkan bagaimana Abraham (yang hidup lebih dari empat ratus tahun sebelum hukum Musa diberikan) dibenarkan karena imannya, bukan karena perbuatannya.  

Demikian juga, jemaat Galatia harus melihat diri mereka sebagai orang-orang yang telah mendapatkan kebebasan atas hukum Musa. Kebebasan dalam arti, bebas untuk melayani Kristus dan untuk diubahkan oleh Roh Kudus.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...