Arti Sebutan Yesus 'Anak Daud'


MESIAS, Anak Daud. Yeremia 23:5-6.


"Apa artinya bahwa Yesus adalah Anak Daud?"

 
Tujuh belas ayat dalam Perjanjian Baru menggambarkan Yesus sebagai "Son of David" / "Anak Daud." Menimbulkan  munculnya pertanyaan, "Bagaimana mungkin Yesus adalah anak Daud padahal Daud hidup sekitar 1.000 tahun sebelum Yesus?"

Jawabannya adalah bahwa Kristus (Mesias) adalah penggenapan nubuatan dari keturunan Daud (2 Samuel 7: 14-16). Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, yang berarti Dia harus dari garis keturunan Daud. Matius 1 memberikan bukti silsilah Yesus, yang dalam kemanusiaan-Nya, adalah keturunan langsung dari Abraham dan Daud melalui Yusuf, ayah Yesus secara hukum karena menikah/suami dari Maria. Silsilah dalam Lukas pasal 3, menunjukan garis keturunan Yesus melalui ibuNya, Maria. Yesus adalah keturunan Daud oleh adopsi melalui Yusuf dan oleh darah melalui Maria. "Tentang Anak-Nya [Yesus Kristus], yang menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud," (Roma 1: 3).
 
Yang terpenting, gelar "Anak Daud" ini lebih dari  sekedar pernyataan silsilah fisik. Ini merupakan gelar Mesianik. Ketika orang menyebut Yesus sebagai Anak Daud, mereka mengartikan bahwa Yesus adalah Penebus yang telah lama ditunggu-tunggu, yang merupakan penggenapan atas nubuat di dalam Perjanjian Lama.

 


Ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: "Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!" - Matius 20:30



Yesus disebut sebagai "Tuhan, Anak Daud" beberapa kali oleh orang-orang yang dengan iman sedang memohon belas kasihan atau kesembuhan kepadaNya. Seorang perempuan yang anak perempuannya sedang disiksa oleh setan (Matius 15:22) dan dua orang buta di tepi jalan (Matius 20:30) semua berseru meminta bantuan kepada Anak Daud. Gelar kehormatan yang mereka berikan kepada Yesus menyatakan iman mereka di dalam Dia. Memanggil Yesus "Tuhan",  menyatakan kepercayaan mereka atas keilahian, otoritas, dan kuasa Yesus; dan memanggil Yesus "Anak Daud",  menyatakan iman percaya mereka bahwa  Yesus adalah Mesias.

 
Orang-orang Farisi mengerti persis apa arti yang dimaksudkan orang-orang itu ketika mereka menyebut Yesus "Anak Daud." Tetapi, tidak seperti orang-orang yang berseru memanggil Yesus di dalam iman, orang-orang Farisi begitu dibutakan oleh kecongkakan mereka sendiri sehingga mereka tidak dapat melihat apa yang dapat ‘dilihat’ oleh pengemis buta - bahwa Yesus inilah Mesias yang sebenarnya telah mereka tunggu sepanjang hidup mereka. Mereka membenci Yesus, karena Yesus tidak memberi mereka kehormatan yang mereka pikir layak untuk mereka dapatkan sebagai pemuka-pemuka agama, sehingga ketika mereka mendengar orang-orang memanggil Yesus sebagai Juruselamat, mereka menjadi sangat marah (Matius 21:15) dan berkomplot untuk menghancurkan Yesus (Lukas 19:47).

 
Selanjutnya Yesus membuat para ahli Taurat dan orang Farisi tercengang ketika Dia meminta mereka untuk menjelaskan tentang apa makna gelar ini: “Bagaimana mungkin Mesias adalah anak Daud ketika Daud sendiri mengacu kepada-Nya sebagai "Tuhanku" (Markus 12: 35-37; berdasarkan Mazmur 110:1)? Para ahli Taurat tidak dapat menjawab pertanyaan itu. Yesus dalam hal ini menunjukan bahwa para pemimpin Yahudi itu guru-guru yang bodoh dan kurang pengetahuan akan apa yang diajarkan oleh Perjanjian Lama tentang hakekat sejati Mesias, hal ini makin membuat mereka menghindari Yesus.

Maksud Yesus ketika mengajukan pertanyaan berdasarkan Markus 12:35 adalah bahwa Mesias lebih dari sekedar anak Daud secara fisik. Jika Mesias adalah Tuhan bagi Daud, maka Mesias harus lebih besar dari Daud. Seperti yang Yesus katakan dalam Wahyu 22:16, " Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud." Artinya, Yesus adalah Pencipta Daud dan Keturunan Daud. Hanya Anak Allah yang menjadi manusia yang dapat menyatakan perkataan ini.



Sumber : GotQuestions.org


Tidak ada komentar:

Posting Komentar