Sebarkan Pesan Injil

Yesus Kristus sebagai Imam Besar Agung





Yesus Kristus juga disebut sebagai Imam Besar Agung. Apakah arti gelar ini?




Imam Besar Agung hanyalah salah satu dari banyak gelar yang diterapkan kepada Yesus: Mesias, Juruselamat, Anak Allah, Anak Manusia, Teman dari orang berdosa, dan lain-lain. Masing-masing gelar berfokus pada aspek tertentu tentang  siapa Yesus dan arti gelar itu bagi kita



Dalam kitab Ibrani, Yesus disebut Imam Besar Agung (Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Ibrani  4:14-15).  



Kata "imam" menyandang beberapa makna utama. Pertama, berarti orang yang menengahi dalam pelayanan keagamaan. Ini juga berarti orang yang suci atau dipisahkan untuk melakukan pelayananan tersebut. Kata imam pertama kali dapat kita temukan digunakan dalam Alkitab di dalam kitab Kejadian pasal 14. Abraham, sahabat Allah, masuk ke dalam pertempuran untuk menyelamatkan keponakannya Lot, yang telah ditangkap oleh tentara Elam. Setelah kembali, Abraham bertemu dengan Melkisedek, raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi. Orang ini, yang namanya berarti "raja kebenaran," memberkati Abraham dan Allah yang Maha Tinggi yang telah memberikan kemenangan kepada Abraham. Sebagai imbalan atas berkat ini, Abraham memberikan persepuluhan (10 persen) dari semua rampasan perang kepada Melkisedek. Dengan melakukan tindakan ini, Abraham mengakui posisi tinggi Melkisedek sebagai imam Allah.

Bertahun-tahun kemudian, cicit dari Abraham yang bernama Lewi dipilih oleh Allah untuk menjadi ayah dari suku imam. Ketika Hukum Taurat diberikan di Gunung Sinai, orang-orang Lewi diidentifikasi sebagai pelayan Kemah Suci, dengan menjadikan keluarga Harun sebagai imam-imam. Para imam bertanggung jawab membuat perantaraan kepada Allah bagi orang-orang dengan mempersembahkan banyak korban persembahan sesuai tuntutan hukum Taurat. Di antara para imam, satu orang terpilih sebagai Imam besar, dan ia dapat masuk ke dalam Tempat Maha Kudus setahun sekali pada Hari Pendamaian untuk menempatkan darah korban persembahan pada Tabut Perjanjian (Demikianlah caranya tempat yang kudus itu diatur. Maka imam-imam senantiasa masuk ke dalam kemah yang paling depan itu untuk melakukan ibadah mereka, tetapi ke dalam kemah yang kedua hanya Imam Besar saja yang masuk sekali setahun, dan harus dengan darah yang ia persembahkan karena dirinya sendiri dan karena pelanggaran-pelanggaran, yang dibuat oleh umatnya dengan tidak sadar. Ibrani 9: 6-7). Dengan pengorbanan harian dan tahunan ini, dosa-dosa umat untuk sementara ditutup/ditebus hingga Mesias datang untuk menebus dosa-dosa mereka.

 


Ketika Yesus disebut Imam Besar Agung kita, ini adalah dengan mengacu pada dua hal keimaman sebelumnya yang telah dijelaskan di atas. 

  1. Seperti halnya Melkisedek, Yesus ditahbiskan sebagai Imam terpisah dari Hukum Taurat yang diberikan di Gunung Sinai (Sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." Ibrani 5: 6). 
  2. Seperti halnya keimaman suku Lewi, Yesus mempersembahkan satu korban persembahan untuk memenuhi tuntutan Hukum Allah ketika Dia mempersembahkan diri-Nya sebagai korban tebusan yang sempurna dan final (satu kali untuk selamanya) untuk menebus dosa-dosa kita (Sebab Imam Besar yang demikianlah yang kita perlukan: yaitu yang saleh, tanpa salah, tanpa noda, yang terpisah dari orang-orang berdosa dan lebih tinggi dari pada tingkat-tingkat sorga, yang tidak seperti imam-imam besar lain, yang setiap hari harus mempersembahkan korban untuk dosanya sendiri dan sesudah itu barulah untuk dosa umatnya, sebab hal itu telah dilakukan-Nya satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai korban.Ibrani 7: 26-27). Berbeda dengan imam-imam Lewi, yang harus terus-menerus mempersembahkan korban-korban persembahan, Yesus hanya harus menawarkan pengorbanan-Nya sekali saja, untuk mendapatkan penebusan kekal bagi semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia (Ia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal.  Ibrani 9:12).


 
Satu hal penting lainnya tentang keimaman Yesus -setiap imam diangkat dari antara manusia biasa. Yesus Kristus, meskipun Ia adalah Allah yang kekal, namun Ia telah rela menjadi manusia dengan tujuan untuk dapat menderita, dapat mengalami kematian dan melayani sebagai Imam Besar kita (Ibrani 2:9). Sebagai manusia, Ia dapat merasakan pergumulan hidup dan godaan-godaan seperti yang kita alami, sehingga Ia secara pribadi dapat memahami pergumulan-pergumulan hidup kita (Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Ibrani 4:15)




Yesus lebih besar daripada imam lainnya, sehingga Ia disebut "Imam Besar Agung" kita dalam Ibrani 4:14, dan karena Dia-lah yang memberi kita keberanian untuk "datang menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." ( Ibrani 4:16).



Sumber : GotQuestions.org





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...