Sebarkan Pesan Injil

Pro dan Kontra Perayaan Natal_Bagian 12

Lanjutan dari bagian 11



Bagian 12


c.   The Feast of Wood-offering, yang terjadi pada bulan Ab (Agustus) tanggal 15 (Edersheim, ‘The Temple’, hal 336).



d.   Hari-hari puasa, yang banyak ditambahkan kepada hari puasa yang memang merupakan perintah Allah. Yang ditambahkan adalah:
  • puasa untuk memperingati pembuangan ke Babilonia (Edersheim, ‘The Temple’, hal 338).
  • puasa untuk memperingati direbutnya Yerusalem oleh Nebukadnezar (Edersheim, ‘The Temple’, hal 339).
  • puasa untuk memperingati pembuatan anak lembu emas, dan pemecahan 10 hukum Tuhan oleh Musa (Edersheim, ‘The Temple’, hal 339).
Alfred Edersheim: “the Jewish calendar at present contains other twenty-two fast-days” (= kalender Yahudi pada masa ini berisikan 22 hari puasa yang lain) - ‘The Temple’, hal 340.


e.   Dalam 2Makabe 15:35-36 terlihat bahwa orang-orang Yahudi merayakan hari matinya Nikanor.


f.   Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘Calendar: Months and important days’:
“The months of the Jewish year and the notable days are as follows:
  • Tishri: 1-2, Rosh Hashana (New Year); 3, Fast of Gedaliah; 10, Yom Kippur (Day of Atonement); 15-21, Sukkot (Tabernacles); 22, Shemini Atzeret (Eighth Day of Solemn Assembly); 23, Simhat Torah (Rejoicing of the Law).
  • Heshvan.
  • Kislev: 25, Hanukka (Festival of Lights) begins.
  • Tevet: 2 or 3, Hanukka ends; 10, Fast.
  • Shevat: 15, New Year for Trees (Mishna).
  • Adar: 13, Fast of Esther; 14-15, Purim (Lots).
  • Second Adar (Adar Sheni) or ve-Adar (intercalated month); Adar holidays fall in ve-Adar during leap years.
  • Nisan: 15-22, Pesah (Passover).
  • Iyyar: 5, Israel Independence Day.
  • Sivan: 6-7, Shavuot (Feast of Weeks [Pentecost]).
  • Tammuz: 17, Fast (Mishna).
  •  Av: 9, Fast (Mishna).
  • Elul”.
Dari sini juga terlihat adanya hari-hari yang dirayakan tanpa adanya perintah Tuhan, seperti ‘Shemini Atzeret’, ‘Simhat Torah’, ‘Hezhvan’, ‘New Year for Trees’, ‘Israel’s Independence Day’, dan sebagainya.



8.         Kebiasaan mendedikasikan rumah baru.


Orang-orang Yahudi biasanya selalu mendedikasikan rumah baru, dan kebiasaan itu terlihat dari Ul 20:5.
Ulangan 20:5 - “Para pengatur pasukan haruslah berbicara kepada tentara, demikian: Siapakah orang yang telah mendirikan rumah baru, tetapi belum menempatinya? Ia boleh pergi dan pulang ke rumahnya, supaya jangan ia mati dalam pertempuran dan orang lain yang menempatinya”.
Kata ‘menempatinya’ salah terjemahan.
KJV/RSV/NIV/NASB: ‘and not dedicated it?’ (= dan belum mendedikasikannya?).
Kata ‘dedicate’ bisa berarti ‘mempersembahkan’, ‘membaktikan’, ‘meresmikan pemakaiannya’. Kelihatannya arti yang terakhir yang harus diambil di sini.

Bandingkan dengan Mazmur 30:1 - “Mazmur. Nyanyian untuk pentahbisan Bait Suci. Dari Daud. (2) Aku akan memuji Engkau, ya TUHAN, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak memberi musuh-musuhku bersukacita atas aku”.
RSV/NIV: ‘temple’.
KJV/NASB: ‘house’.

Fred H. Wight: “It was common when any person had finished a house and entered into it, to celebrate it with great rejoicing, and keep a festival, to which his friends are invited, and to perform some religious ceremonies, to secure the protection of Heaven” (= Merupakan sesuatu yang umum pada waktu seseorang telah menyelesaikan suatu rumah dan memasukinya, untuk merayakannya dengan kegembiraan yang besar, dan mengadakan suatu pesta, kemana teman-temannya diundang, dan melaksanakan upacara-upacara agamawi, untuk memastikan perlindungan dari surga) - ‘Manners and Customs of Bible Lands’, hal 135.

Hal seperti ini sebetulnya juga ada dalam kebiasaan orang-orang Kristen di Indonesia. Kalau pindah ke rumah baru, mereka mengadakan bidstond / acara persekutuan / syukuran dan sebagainya.


9.         Perayaan berkenaan dengan penyapihan anak.


Pada jaman itu penyapihan (penghentian susu ibu) anak baru terjadi pada usia 3 tahun, dan ini dilakukan dengan suatu perayaan, dimana teman-teman berkumpul, ada pesta, dan ada upacara-upacara agama, dan kadang-kadang ada acara pemberian nasi kepada anak itu.

Fred H. Wight: “The weaning of a child is an important event in the domestic life of the East. In many places it is celebrated by a festive gathering of friends, by feasting, by religious ceremonies, and sometimes the formal presentation of rice to the child. ... It was probably at this age of three, or possibly even later, that Hannah weaned Samuel and brought him to God’s sanctuary, where offerings were made to God, and he was presented to the Lord (1Samuel 1:23)” [= Penyapihan seorang anak merupakan suatu peristiwa yang penting dalam kehidupan domestik di Timur. Di banyak tempat itu dirayakan dengan suatu perayaan dengan mengumpulkan teman-teman, dengan pesta, dengan upacara-upacara agamawi, dan kadang-kadang pemberian nasi secara formil kepada anak itu. ... Mungkin pada usia 3 tahun atau lebih Hana menyapih Samuel dan membawanya ke rumah Allah, dimana persembahan dibuat bagi Allah, dan Ia diberikan kepada Allah (1Samuel 1:23)] - ‘Manners and Customs of Bible Lands’, hal 136.
Catatan: 2Makabe 7:27 mengatakan bahwa pada jaman itu seorang ibu menyusui anaknya sampai usia 3 tahun.

Bandingkan dengan Kejadian 21:8 - “Bertambah besarlah anak itu dan ia disapih, lalu Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih itu”.



10.       Perayaan pada masa pengguntingan bulu domba.

Masa pengguntingan bulu domba juga merupakan saat dimana mereka melakukan perayaan / pesta, sebagai suatu ucapan syukur kepada Tuhan.

Fred H. Wight: “It would seem from two Bible references that sheep-shearing was another time of special festivity in the ancient Hebrew home. ... without doubt, in many pious homes it was a time of thanksgiving to God for the wool provided from the flock” (= Kelihatan dari 2 referensi Alkitab bahwa pengguntingan bulu domba merupakan saat perayaan khusus yang lain dalam rumah Ibrani kuno. ... tidak diragukan, dalam banyak rumah orang-orang saleh, itu merupakan suatu saat pengucapan syukur kepada Allah untuk wol yang disediakan dari kawanan domba) - ‘Manners and Customs of Bible Lands’, hal 137.

1Samuel 25:4,36 - “(4) Ketika didengar Daud di padang gurun, bahwa Nabal sedang menggunting bulu domba-dombanya, ... (36) Sampailah Abigail kepada Nabal dan tampaklah, Nabal mengadakan perjamuan di rumahnya, seperti perjamuan raja-raja. Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai fajar menyingsing”.

2Samuel 13:23-28 - “(23) Sesudah lewat dua tahun, Absalom mengadakan pengguntingan bulu domba di Baal-Hazor yang dekat kota Efraim. Lalu Absalom mengundang semua anak raja. (24) Kemudian Absalom menghadap raja, lalu berkata: ‘Hambamu ini mengadakan pengguntingan bulu domba. Kiranya raja dan pegawai-pegawainya ikut bersama-sama dengan hambamu ini.’ (25) Tetapi raja berkata kepada Absalom: ‘Maaf, anakku, jangan kami semua pergi, supaya kami jangan menyusahkan engkau.’ Lalu Absalom mendesak, tetapi raja tidak mau pergi, ia hanya memberi restu kepadanya. (26) Kemudian berkatalah Absalom: ‘Kalau tidak, izinkanlah kakakku Amnon pergi beserta kami.’ Tetapi raja menjawabnya: ‘Apa gunanya ia pergi bersama-sama dengan engkau?’ (27) Tetapi ketika Absalom mendesak, diizinkannyalah Amnon dan semua anak raja pergi beserta dia. (28) Lalu Absalom memerintahkan orang-orangnya, demikian: ‘Perhatikan! Apabila hati Amnon menjadi gembira karena anggur, dan aku berkata kepadamu: Paranglah Amnon, maka haruslah kamu membunuh dia. Jangan takut. Bukankah aku yang memerintahkannya kepadamu? Kuatkanlah hatimu dan tunjukkanlah dirimu sebagai orang yang gagah perkasa!’”.

Memang perjamuan dalam 2Samuel 13 ini merupakan suatu perangkap dari Absalom. Tetapi seandainya hal itu bukan sesuatu yang lazim dilakukan, tidak mungkin saudara-saudara yang lain mau datang ke pesta itu.


Bersambung ke bagian 13


Sumber : Golgotha Ministry, Bolehkah Merayakan Natal? oleh Pdt. Budi Asali, M.Div.



Daftar isi, posting bagian 12

Macam-macam alasan untuk menentang Natal dan jawabannya

  
7) Tidak ada perintah untuk merayakan Natal

    f)  Banyak hal tak diperintahkan tetapi toh tak salah untuk dilakukan


        Lanjutan pembahasan point 7. Perayaan hari-hari raya seperti Purim, pentahbisan Bait Suci dsb

        8. Kebiasaan pendedikasian rumah baru

        9. Perayaan berkenaan dengan penyapihan anak

      10. Perayaan pada masa pengguntingan bulu domba

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...