Sebarkan Pesan Injil

Apakah orang-orang dalam Perjanjian Lama diselamatkan oleh Yesus?


Jika keselamatan hanya melalui iman kepada Yesus yang mati sebagai tebusan dosa-dosa kita, lalu bagaimana orang-orang yang hidup di jaman sebelum Yesus dapat selamat?

Image credit: http://www.davidsonpress.com/salvation/salvation1.htm

Sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa, dasar keselamatan selalu adalah kematian Kristus. Tidak ada seorangpun, baik sebelum penyaliban Yesus maupun sejak penyaliban Yesus, yang dapat diselamatkan tanpa adanya penebusan dosa oleh kematian Kristus. Kematian Kristus membayar hukuman bagi dosa-dosa masa lalu orang-orang kudus Perjanjian Lama dan dosa-dosa masa depan orang-orang kudus Perjanjian Baru.

Jalan Keselamatan dalam Perjanjian Lama


Apakah jalan keselamatan dalam Perjanjian Lama?

Bagaimana orang-orang kudus diselamatkan pada masa Perjanjian Lama adalah pertanyaan yang membingungkan bagi beberapa orang. Kita mengetahui bahwa, di masa Perjanjian Baru, keselamatan datang oleh kasih karunia melalui iman di dalam Yesus Kristus (Yohanes 1:12; Efesus 2:8-9). Yesus adalah Jalan (Yohanes 14:6). 




Jadi apakah jalan keselamatan sebelum Kristus?

Apakah Yesus Anak Allah? Bagaimana mungkin Allah yang esa, memiliki Anak?


Banyak orang Muslim bertanya, "Bagaimana mungkin Allah, yang hanya satu/esa/tunggal, memiliki Anak?" Kesalahpahaman atas Trinitas/Tritunggal, menjadikan mereka menuduh Kristen menyembah tiga allah. Namun, orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah yang benar. 


Yesus sendiri menegakkan monoteisme. Ketika ditanya tentang hukum yang terutama, Yesus memberikan jawaban ini, 'Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." Markus 12: 29-30.

Apakah orang Kristen percaya pada tiga allah?


Apabila anda seorang Muslim, mungkin anda berpikir orang Kristen percaya pada tiga allah. Jika anda berpikir demikian, maka anda perlu mengetahui, bahwa bagi kami orang Kristen menyembah/percaya pada tiga allah adalah penghujatan, sama seperti halnya itu merupakan penghujatan dalam agama/kepercayaan anda.

 


Kami percaya hanya ada satu Allah!
Kristen percaya pada satu Tuhan. Dalam Alkitab, Allah memerintahkan, "Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku" (Keluaran 20:3).

Benarkah Kristen telah mengubah/menyimpangkan Alkitab?



Pihak Muslim menuduh Kristen telah mengubah/menyimpangkan Alkitab. Tuduhan ini akan menjelaskan perbedaan antara Al-Qur'an dan Alkitab, tuduhan ini sama sekali tidak memiliki bukti yang dapat dipercaya. Al-Qur'an memuji Alkitab, dan para ahli memverifikasi keaslian Alkitab.

Benarkah tuduhan ini? Berikut tiga penjelasan untuk mengklarifikasinya.


Benarkah Alkitab menubuatkan kedatangan Muhammad?


Ada tiga bagian utama dalam Alkitab yang sering ditunjuk umat Islam sebagai nubuat tentang kedatangan Muhammad, yaitu: Ulangan 18:15-22, Kidung Agung 5:16, dan Yohanes 16:5-11.

Pertama, dalam Ulangan 18:15-22, konteks langsung dari ayat ini merujuk kembali
pada ayat 9-14. Di bagian ini Musa memperingatkan orang-orang dari bahaya nabi-nabi palsu. Umat ​​Allah diperingatkan untuk menghindari setiap dan semua orang yang mengaku menyampaikan “kebenaran rohani” yang terpisah dari kebenaran Allah. Apakah kebenaran Allah itu? Ayat 15 mengatakan seorang nabi tertentu/khusus akan muncul dari tengah-tengah orang-orang Yahudi (yaitu, "dari antara saudara-saudaramu") yang seperti Musa. Perhatikan bahwa itu bukan sekedar nabi, karena ada banyak nabi, melainkan seorang nabi khusus. Orang yang mempelajari dan percaya tulisan-tulisan dalam Perjanjian Lama sedang menantikan nabi khusus ini. Bahkan, beberapa pemimpin Yahudi berpikir bahwa sang pengkhotbah berapi-api,Yohanes Pembaptis, mungkin adalah pemenuhan nubuat Musa tersebut (lihat Yohanes 1:19-30). Tetapi Yohanes Pembaptis sendiri mengatakan dirinya bukan nabi khusus itu, karena dirinya hanyalah pendahulu dari nabi khusus yang dinubuatkan Musa itu.


Musa menubuatkan tentang Mesias yang akan datang. (Picture courtesy : http://www.aquarius2036.com.br/)



Siapakah Keturunan Abraham?


Pertanyaan “siapakah keturunan Abraham" ini dapat dijawab dengan beberapa cara, dan sangat penting untuk membuat beberapa perbedaan : 1. keturunan (=the Seed of) Abraham (benih /keturunan = dalam bentuk tunggal); 2. keturunan Abraham secara fisik (yaitu keturunan Abraham menurut tubuh jasmaniah); dan 3. keturunan Abraham secara rohaniah (yakni orang-orang yang, seperti Abraham, memiliki iman kepada Allah).





Dalam bentuk tunggal, Keturunan/Benih (the Seed of) Abraham adalah Kristus, sebagaimana yang dicatat dalam Galatia 3:16, mengutip Kejadian 12:7, mengatakan, "Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan "kepada keturunan-keturunannya" seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: "dan kepada keturunanmu", yaitu Kristus."  Bagian ini selanjutnya menjelaskan bahwa warisan yang dijanjikan kepada Benih Abraham (Kristus) terpisah dari hukum Taurat. Kemudian, Hukum Taurat  diperkenalkan, tetapi tidak membatalkan janji-janji yang diberikan kepada Abraham atau kepada Benih Abraham (Kristus).


Mengapa Allah memerintahkan Abraham untuk mengorbankan Ishak?





 
Abraham telah mentaati Allah berkali-kali dalam perjalanan hidupnya bersama Allah, tetapi tidak ada ujian yang lebih parah dari ujian yang harus ditempuhnya dalam Kejadian 22. Allah memerintahkan, "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu." (Kejadian 22:2a).

Abraham mengusir Hagar dan Ismael


"Mengapa Abraham mengusir Ismael (Kejadian 21:14)?"
 
Abraham mengadakan perjamuan besar pada hari Ishak disapih. Tapi Sarah melihat anak Hagar orang Mesir, yang pernah ia tanggungkan untuk Abraham, sedang tertawa. Berkatalah Sara kepada Abraham: "Usirlah hamba perempuan itu beserta anaknya, sebab anak hamba ini tidak akan menjadi ahli waris bersama-sama dengan anakku Ishak." Kejadian 21:10.


Abraham : Sarah dan Hagar

Sarah adalah istri Abraham. Hagar adalah hamba Sarah. Allah telah berjanji kepada Abraham bahwa ia akan mempunyai banyak keturunan, namun, sepuluh tahun setelah janji itu, Sarah masih belum dapat memiliki anak, dan mereka berdua telah menjadi terlalu tua untuk memiliki anak. Sarah memilih untuk memberikan budaknya Hagar kepada Abraham, sesuai dengan kebiasaan pada jaman itu, sehingga Sarah dapat memiliki anak melalui Hagar (Kejadian 16:2).

Mengapa Abraham dijanjikan tanah/negeri milik bangsa lain (Kejadian 12)?


Dalam Kejadian 12:1-3, 
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu;
2 Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat.
3 Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.

Penjelasan : Maksud perintah "Berilah juga pipi kirimu"


-Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan- 38 Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. 39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Matius 5:38-39

Apakah maksud Yesus ketika memerintahkan untuk "memberikan juga pipi kiri"?

Seluruh bagian dari Khotbah Yesus di atas Bukit di mana ayat ini ditemukan dapat dipahami sebagai salah satu di mana Yesus benar-benar menekankan pentingnya menaati hukum moral Israel dengan ketulusan sungguh-sungguh dan bukan sekedar secara lahiriah saja. Banyak materi di dalamnya melengkapi nature/sifat kedatangan Kristus yang ditandai dengan anugerah/rahmat, kasih dengan pengorbanan, dan kesabaran terhadap orang-orang berdosa, seiring dengan semua tanda-tanda ini, nature kedatangan Kristus juga menegaskan prinsip "siapa yang terakhir/terkemudian akan menjadi yang pertama/terdahulu/paling duluan" di atas mana Kerajaan Allah didasarkan. Misalnya, kita diajarkan untuk mengasihi musuh kita dan berdoa bagi yang menganiaya kita,  bukannya menolak atau membenci mereka. Semua ini secara umum dapat diringkas dengan mengatakan bahwa kita harus murni luar dalam dan harus berlegowo sebanyak mungkin demi memenangkan dunia yang terhilang.

Penjelasan : Habakuk 3:3 dan Ulangan 33:1-3


Menanggapi ayat-ayat dalam Alkitab yang di klaim oleh penulis blog Muslim sebagai ayat-ayat yang menubuatkan tentang kedatangan seorang nabi terakhir setelah Yesus. Ada beberapa ayat, kali ini kami akan menjelaskan Habakuk 3:3 junto Ulangan 33:1-3.

Blog tersebut menggunakan nama Bible Kristen, tetapi isinya jelas memfitnah Alkitab dan kekristenan. 

Berikut kutipan tulisan dari blog tersebut :



Dikutip dari  http://biblekristen.blogspot.it/2013/08/wronginjil.html



Nubuat Akan Datangnya Seorang Nabi Akhir Setelah Yesus
Dalam Alkitab masih dapat ditemukan nubuat-nubuat para nabi yang memberikan indikasi akan datangnya seorang Nabi terakhir yang menutup keberadaan para Nabi sebelumnya. Keberadaan Nabi terakhir atau pamungkas ini sangat penting artinya dalam proses kesempurnaan ajaran Tuhan kepada seluruh umat manusia di muka bumi.
Namun, nubuat itu disampaikan dalam bentuk sandi-sandi bahasa yang hanya dapat dipahami melalui penafsiran yang membutuhkan pemikiran dan akal budi yang tinggi. Ayat-ayat dimaksud adalah:  
  • Habakuk 3:3 jo. Ulangan 33;1-3, tentang Nabi yang berhasil menegakkan syariat agama di tanah Arab. 

Benarkah klaim ini ?


Penjelasan Pesan Injil :


Habakuk 3:3 "Allah datang dari negeri Teman dan Yang Mahakudus dari pegunungan Paran. Sela. Keagungan-Nya menutupi segenap langit, dan bumipun penuh dengan pujian kepada-Nya."


Rasul Paulus, Kesimpulan


Rasul Paulus adalah rasul Kristus.
Jadi apakah Paulus benar-benar rasul Kristus? Bukti dari sejarah dan dari tulisan-tulisannya sendiri menyatakan bahwa dia memang benar-benar rasul Yesus Kristus. Perubahan total 180 derajat Paulus dari kehidupan Farisinya itu tidak dibantah oleh cendekiawan sejarah, baik sekuler maupun Kristen. Satu-satunya pertanyaan adalah: apa yang menyebabkan perubahan itu? Apa yang akan menyebabkan seorang Farisi Yahudi yang sangat terpelajar  bisa tiba-tiba meyakini gerakan yang telah ia tentang dengan keras dan menjadi seorang pendukung yang sangat berkomitmen bahkan untuk itu dia sampai mati sebagai martir?

Rasul Paulus, Bagian 5 : Musuh-musuh Paulus

Paulus mati dipenggal, tradisi menegaskan, di bawah penganiayaan Nero dekat tonggak ketiga di jalan Ostian

Ajaran dan pemberitaan Paulus tentang Yesus tidaklah populer. Jika keberhasilan misi penginjilan diukur oleh banyaknya jumlah lawan/oposisi, maka misi Paulus akan dianggap sebagai suatu kegagalan total. Ini akan cocok dengan pernyataan Kristus tentang Paulus kepada Ananias: "Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku” (Kisah Para Rasul 9:16). Kitab Kisah Para Rasul sendiri mencatat lebih dari 20 episode yang berbeda dari penolakan dan perlawanan terhadap pemberitaan Paulus tentang keselamatan. Kita juga harus menganggap serius adanya pengulangan tentang penolakan dan perlawanan yang dituliskan Paulus dalam 2Korintus 11:23-27. Sebenarnya, permusuhan dan penolakan tersebut diharapkan, mengingat pendengarnya adalah orang-orang Yunani dan Yahudi. Bagi orang Yunani yang percaya dewa-dewa, pemberitaan tentang adanya seorang Pembebas yang disalibkan adalah suatu kontradiksi  yang tidak masuk akal, demikian pula halnya bagi orang Yahudi, pemberitaan tentang Mesias yang disalibkan adalah penghujatan yang penuh kenajisan.

Rasul Paulus, Bagian 4 : Kesaksian Paulus tentang Yesus Kristus

Rasul Paulus sedang menulis surat-suratnya.

Sekelompok orang mencoba untuk menyanggah bahwa gambaran Paulus tentang Yesus di dalam surat-suratnya tidaklah sesuai dengan Kristus yang digambarkan dalam Injil. Seandainya ini benar, posisi ini tidak dapat meleset jauh dari kebenaran. Dari surat-surat Paulus, kita dapat mempelajari hal-hal berikut tentang Yesus:

Rasul Paulus, Bagian 3 : Kasih Paulus




Rasul Paulus sedang mengajar di sinagog. (Image credit: goodsalt.com)

Paulus, mantan penyerang berdarah dingin dan yang menghalalkan segala cara, sekarang telah menjadi seorang yang dapat menuliskan atribut kunci sebagai kesaksian terpenting di atas segala sesuatu, di  dalam 1Korintus 13 -kasih akan Allah dan akan sesama manusia / orang-orang di sekelilingnya. -  Saulus yang amat terdidik dalam pengetahuan telah diubahkan menjadi Paulus yang mengatakan bahwa pengetahuan tanpa kasih membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun. (1 Korintus 8:1).

Rasul Paulus, Bagian 2 : Pertobatan Paulus


1 Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, 2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. 3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 4 Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya: "Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 5 Jawab Saulus: "Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya itu. 6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat." 7 Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. 8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. 9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. (Kisah Para Rasul 9:1-9)


Dalam tiga versi dari pertobatan Paulus (Kisah Para Rasul 9:1-9, 22:6-11, 26:9-20), terdapat elemen yang berulang-ulang muncul untuk menjadi pusat misi dan penugasannya. Pertama, menandai pertobatannya menjadi seorang Kristen; kedua, merupakan bentuk panggilannya menjadi seorang nabi; dan ketiga, menunjukkan penugasannya menjadi seorang rasul. Ketiga poin ini dapat dibagi sebagai berikut berdasarkan pertimbangan yang lebih dalam: (1) Paulus dipilih secara khusus, dipisahkan, dan dipersiapkan oleh Allah untuk pekerjaan yang akan dia lakukan; (2) Paulus diutus sebagai saksi bukan hanya kepada orang-orang Yahudi, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain; (3) misi penginjilan Paulus akan menghadapi penolakan dan penderitaan; (4) Paulus akan membawa cahaya untuk orang yang lahir dalam dan saat ini masih hidup dalam kegelapan; (5) Paulus akan mengkotbahkan bahwa pertobatan diperlukan sebelum seseorang menerima iman Kristen; (6) kesaksian Paulus akan didasarkan pada sejarah ruang-waktu dan didasarkan pada pengalamannya sendiri dalam perjalanannya ke Damsyik, pada apa yang dia sendiri telah lihat dan dengar di tempat yang nyata dan diketahui oleh semua orang yang ketika itu tinggal di Damsyik.

Rasul Paulus, Bagian 1 : Penganiayaan Saulus Terhadap Orang-orang Kristen

Saulus dari Tarsus menyaksikan pembunuhan dengan dilempari batu terhadap Stefanus.

Paulus pertama kali muncul dalam Alkitab sebagai saksi atas kematian martir Stefanus: "Mereka menyeret dia (Stefanus) ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus." (Kisah Para Rasul 7:58). "Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh." (Kisah Para Rasul 8:1). Kata-kata "setuju" di sini menunjukkan persetujuan aktif, bukan hanya persetujuan pasif. 

Rasul Paulus, Pendahuluan : Apakah Paulus Rasul Palsu?

Image credit : panjimas.com

TUDUHAN / FITNAHAN
Teori bahwa rasul Paulus adalah nabi palsu dan bukan pengikut Kristus yang sejati biasanya diajukan oleh orang-orang dari persuasi gerakan akar Ibrani (Hebrew Roots movement). Mereka percaya bahwa Kristen harus tunduk kepada hukum Perjanjian Lama, tetapi Paulus jelas tidak setuju dengan mereka, dengan menyatakan bahwa orang Kristen tidak lagi di bawah Hukum Musa (Roma 10:4; Galatia 3:23-25; Efesus 2:15), melainkan di bawah Hukum Kristus (Galatia 6:2), yaitu untuk "mengasihi Tuhan Allah-mu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu ... dan mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri" (Matius 22: 37-39). Bukannya menaati Firman Allah, gerakan akar Ibrani ini malah sama sekali menolak Paulus dan memfitnah bahwa Paulus adalah rasul palsu yang tulisannya tidak harus dimuat di dalam Alkitab.
 

Latar Belakang Rasul Paulus : Saulus dari Tarsus




Saulus dari Tarsus. Kisah kehidupan Rasul Paulus. (image credit : comic vine)


Sulit untuk melebih-lebihkan pengaruh rasul Paulus. Ia dikenal di seluruh dunia sebagai salah satu misionaris Kristen terbesar. Tulisan-tulisannya yang menginspirasi adalah bagian besar dari Perjanjian Baru, dan adalah aman untuk berkata bahwa Paulus tetap adalah salah satu penulis yang tulisannya paling banyak dibaca dalam sejarah manusia. Perubahannya yang tiba-tiba dari seorang penganiaya besar orang-orang Kristen menjadi salah satu pendukung terbesar kekristenan tentu telah membentuk sejarah gereja Kristen mula-mula. 

Sebelum bertobat dan menjadi rasul Paulus, dia adalah Saulus dari Tarsus. Tetapi siapakah Saulus dari Tarsus sebelum ia menjadi rasul Paulus? Apa yang kita ketahui tentang kehidupannya sebelum bertemu Kristus dalam perjalanan ke Damyik?


Kemerdekaan sejati di dalam Kristus


Bagaimana kita bisa mengalami kemerdekaan/kebebasan sejati di dalam Kristus?

 

Merdeka di dalam Kristus



Setiap orang tentunya mencari dan menyukai kemerdekaan. Dalam budaya Barat, kebebasan/kemerdekaan adalah hal yang diutamakan dan dicari oleh semua orang, khususnya oleh mereka yang menganggap diri mereka sedang tertindas. Namun kebebasan/kemerdekaan di dalam Kristus tidak sama dengan kebebasan politik atau kebebasan ekonomi. Bahkan, beberapa orang yang paling tertindas dalam sejarah telah mendapatkan kemerdekaan penuh di dalam Kristus. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa, secara rohani tidak seorangpun merdeka. Dalam Roma 6, Paulus menjelaskan bahwa kita semua adalah budak. Kita hanya dapat di perbudak oleh salah satu, budak dosa atau budak kebenaran. Mereka yang adalah budak dosa tidak dapat membebaskan diri dari dosa, tetapi setelah dibebaskan dari hukuman dan kuasa dosa melalui pengorbanan Kristus di kayu salib, maka barangsiapa yang percaya dan menerima penebusan Kristus itu akan menjadi budak kebenaran di mana kedamaian sempurna dan kebebasan yang sejati dapat ditemukan.

Apa maksud perkataan Yesus,"Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."

Matius 10:34-36 menggambarkan ketika Yesus mengatakan kepada murid-murid-Nya bahwa Dia datang bukan untuk membawa damai ke dunia, melainkan pedang. Pedang Yesus tidak pernah benar-benar sebuah pedang secara literal. Bahkan, ketika Petrus menghunus pedang untuk membela Yesus di Taman Getsemani, Yesus malah menegur Petrus dan menyuruhnya untuk menyingkirkan pedangnya, "sebab barangsiapa menggunakan pedang, akan binasa oleh pedang." (Matius 26:52). 


"Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." Matius 10:34 (Image Co-exist Gospel banner, credit : Gospelbanner.com)

Lalu mengapa, Yesus berkata, "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang."  Apakah jenis pedang yang dibawa Yesus ketika Ia datang?

Penjelasan : Lukas 14:26

Apakah maksud Yesus ketika berkata,"Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." dalam Lukas 14:26?




Benarkah Yesus mengajarkan kebencian dan memerintahkan kita untuk membenci orang tua kita seperti yang dituduhkan orang-orang yang tidak percaya?

Orang Kristen tidak berada di bawah hukum Taurat, apa maksudnya?




Apakah maksudnya orang Kristen tidak berada di bawah hukum Taurat?


Sebuah eksposisi Roma 10:4, yang mengatakan: "Kristus adalah akhir dari hukum Taurat sehingga memungkinkan adanya kebenaran bagi setiap orang yang percaya," akan membantu  memahami apa artinya bahwa orang Kristen tidak berada di bawah hukum Taurat. Rasul Paulus menjelaskan akibat dari dosa asal dalam Roma 2:12, yang menyatakan "Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat." Semua orang terkutuk di hadapan Allah, tidak peduli bangsa apapun, apakah mereka bangsa Yahudi ataupun tidak, dengan kata lain, apakah mereka memiliki hukum Allah atau tidak. Paulus juga menyatakan "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah " Roma 3:23).

Haruskah orang Kristen menaati hukum Perjanjian Lama

Jadi hukum Taurat adalah penuntun yang menuntun kita kepada Kristus. Galatia 3:24

Kunci untuk memahami hubungan antara orang Kristen dan Hukum Taurat adalah mengetahui bahwa hukum Perjanjian Lama diberikan kepada bangsa Israel, bukan kepada orang Kristen. 

Beberapa hukum dimaksudkan untuk tujuan berbeda, yaitu :
  1. untuk mengungkapkan kepada orang Israel bagaimana menaati dan menyenangkan Allah (misalnya : Sepuluh Perintah Allah). 
  2. untuk menunjukkan kepada bangsa Israel bagaimana menyembah Allah dan bagaimana menebus dosa (dengan sistem korban). 
  3. untuk membedakan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain (aturan makanan dan berpakaian). 

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah



Kejadian 1:
26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 


Ketika Allah menciptakan manusia, Dia membuat manusia itu sempurna sesuai gambar-Nya. Manusia-lah yang memilih untuk tidak mentaati Allah dan membawa dosa ke dalam dunia.


 Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (ayat 26 dan 27).

Apakah artinya?

Ketika Allah menciptakan Adam, Dia membentuk manusia pertama itu dari debu dan memberinya hidup dengan berbagi napas-Nya sendiri, Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya dengan memberikan manusia itu "sentuhan pribadi" (Kejadian 2:7). Wanita dibangun dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu (Kejadian 2:22). Dengan demikian, manusia adalah unik di antara semua mahluk ciptaan Tuhan, karena manusia diciptakan memiliki keduanya yaitu tubuh materi dan jiwa imaterial/roh.
  

Apa yang Alkitab katakan tentang makan darah


Dalam Kisah Para Rasul 10, Rasul Petrus mulai menyadari betapa berbedanya Kekristenan yang baru dibandingkan Yudaisme. Ketika ia sedang berdoa di atap, menunggu untuk makan siang, ia mendapatkan penglihatan. Selembar kain yang berisi berbagai jenis hewan diturunkan dari Surga. Sebuah suara menyuruhnya untuk makan. Petrus menolak keras, menyadari bahwa beberapa hewan dalam lembaran itu dilarang dimakan di bawah hukum Yahudi. Tiga kali lembaran kain berisi hewan-hewan itu diturunkan, dan tiga kali juga Petrus menolak.

Penglihatan ini memiliki tujuan ganda. 

  1. Tujuan pertama, dan yang paling jelas adalah bahwa, di bawah Perjanjian Baru, aturan keagamaan tentang larangan makan hewan-hewan yang haram telah terangkat. Orang Kristen telah dipisahkan/disucikan dan dikenal dari kasih mereka, bukan dari makanan jasmani mereka (34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. Yohanes 13:34-35).  
  2. Tujuan kedua, dan yang lebih dalam, adalah makna bahwa keselamatan di dalam Kristus terbuka juga untuk bangsa-bangsa lain sebagaimana keselamatan terbuka untuk orang-orang Yahudi. Segera setelah Petrus melihat penglihatan tersebut, ia menerima kunjungan seorang utusan non-Yahudi yaitu perwira yang bernama Kornelius yang siap untuk menerima Kristus.


Orang Kristen yang gemar makan daging mengetahui dan menyenangi makna dari penglihatan Petrus ini. Tetapi penglihatan ini tidak secara langsung menunjuk pada dibatalkannya larangan makan darah, melainkan hanya menunjuk pada dibatalkannya daftar makanan haram. 

Jadi, apakah boleh makan darah?

Apa yang Alkitab katakan tentang makanan halal? Apakah ada makanan yang harus dipantang (haram) oleh orang Kristen?




Hukum tentang larangan makan hewan tertentu hanya diperintahkan kepada bangsa Israel.

Imamat pasal 11 mencatat daftar yang diberikan Allah kepada bangsa Israel tentang binatang yang boleh dan yang tidak boleh mereka makan. Hukum tentang makan termasuk larangan memakan daging babi, udang, kerang dan berbagai jenis makanan laut, sebagian serangga, burung bangkai, dan berbagai hewan lainnya. Aturan makan ini tidak pernah dimaksudkan untuk diterapkan pada bangsa lain selain orang Israel. 

Hukum Perjanjian Lama tentang : Larangan memakan daging babi

"Mengapa Hukum Perjanjian Lama melarang makan daging babi?"

Banyak larangan dan persyaratan dalam Perjanjian Lama, sepertinya tidak berguna menurut pandangan dunia Barat modern. Salah satu contohnya adalah larangan makan daging babi (Imamat 11:7). Apalagi, bagi kebanyakan orang, daging babi panggang yang disajikan dengan apel dan selai kacang sangatlah nikmat! Memahami tujuan dari Hukum Musa dan pandangan budaya pada saat itu khususnya mengenai daging babi sangatlah penting untuk dapat menghargai larangan makan daging babi ini.




Hukum yang diberikan kepada bangsa Israel memiliki sejumlah tujuan penting. Menjalankan tindakan-tindakan yang ditentukan Allah bukan sekedar sebuah ritual sederhana; melainkan suatu ketaatan pada Hukum yang menunjukkan iman internal yang kuat kepada Allah dan rasa tunduk pada otoritas-Nya. Ulangan 30 mencatat berkat-berkat yang Allah akan kabulkan untuk Israel jika mereka menaati Dia, dan kutukan yang akan Dia berlakukan jika mereka tidak menaati-Nya. Berkat dan kutuk merupakan bagian integral dari Perjanjian antara Allah dan Israel, di mana Hukum Taurat adalah dasar Perjanjian Bersyarat. Hukum Taurat juga ditegakkan sebagai tanda unik dari hak istimewa yang diberikan kepada Israel, yang mengatur mereka terpisah dari bangsa-bangsa kafir di sekitarnya.

Hubungan antara Doa dan Puasa


Meskipun hubungan antara doa dan puasa tidak secara khusus dijelaskan dalam Kitab Suci, benang merah yang menghubungkan keduanya tampak dalam semua contoh tentang berdoa dan berpuasa yang tercatat dalam Alkitab. Dalam Perjanjian Lama, tampak bahwa puasa dengan doa harus dilakukan dengan rasa kebutuhan dan ketergantungan terhadap Allah, dan /atau ketidakberdayaan mendalam pada saat menghadapi bencana yang sedang berlangsung atau bencana yang diantisipasi akan datang. Doa dan puasa dikombinasikan dalam Perjanjian Lama pada masa berkabung, pertobatan, dan/atau adanya kebutuhan rohani yang mendalam. Suatu ungkapan perendahan diri di hadapan Allah yang maha tinggi.




Pasal pertama dari kitab Nehemia menggambarkan Nehemia berdoa dan berpuasa, karena kesusahan yang mendalam atas berita bahwa Yerusalem akan hancur. Banyak hari dalam waktu doanya yang ditandai dengan air mata, berpuasa, mengaku dosa mewakili umat Israel, dan memohon belas kasihan bagi umat Israel kepada Allah. Begitu kuatnya curahan kekhawatiran Nehemia hingga hampir tak terbayangkan bahwa dia dapat "beristirahat" di tengah-tengah doanya untuk makan dan minum. Kehancuran yang menimpa Yerusalem juga menyebabkan Daniel melakukan sikap merendahkan diri yang sama: "Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu." (Daniel 9: 3). Seperti Nehemia, Daniel berpuasa dan berdoa agar Allah berbelas kasihan terhadap umat Israel, mengatakan, "Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu," (Daniel 9:5).

Puasa menurut Alkitab: Jenis-jenis Puasa



Menurut Alkitab, apa saja jenis-jenis puasa?


Umumnya, puasa adalah berpantang makan untuk jangka waktu tertentu. Ada berbagai jenis puasa dalam Alkitab, tetapi tidak semua melibatkan makanan. Banyak orang di dalam Alkitab berpuasa, termasuk Musa, Daud, dan Daniel di Perjanjian Lama; serta Hana, Paulus, dan Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru.
Puasa yang Alkitabiah sering berkaitan erat dengan pertobatan, seperti dalam contoh Daud, bangsa Israel, dan kota Niniwe. Puasa juga berkaitan dengan doa yang sungguh-sungguh, seperti dalam contoh Raja Yosafat dan Ratu Ester. Puasa yang Alkitabiah berasal dari hati yang tulus mencari Allah (Yesaya 58:3-7). John MacArthur*  memberi komentar pada Yesaya 58: "Orang-orang mengeluh ketika Allah tidak mengakui tindakan religius mereka, tetapi Allah menjawab bahwa puasa mereka hanya setengah hati. Puasa yang munafik mengakibatkan pertengkaran, pertengkaran, dan kepura-puraan, puasa yang munafik tidak memungkinkan doa yang tulus kepada Allah. Puasa terdiri dari lebih dari sekedar ritual lahiriah dan pertobatan pura-pura, melainkan melibatkan penyesalan atas dosa dan kerendahan hatian  konsekuen, memutuskan hubungan dengan dosa dan penindasan pada orang lain, memberi makan yang kelaparan, dan bertindak manusiawi terhadap mereka yang membutuhkan."


Kekerasan dalam Perjanjian Lama, bagian 3




Dalam penaklukan Kanaan, Allah memerintahkan penumpasan total seluruh kota dan bangsa:  
"16 Tetapi dari kota-kota bangsa-bangsa itu yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu, janganlah kaubiarkan hidup apapun yang bernafas, 17 melainkan kautumpas sama sekali, yakni orang Het, orang Amori, orang Kanaan, orang Feris, orang Hewi, dan orang Yebus, seperti yang diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, " (Ulangan 20: 16-17). Dan Yosua melakukan apa yang diperintahkan Allah kepadanya (Yosua 10:40).





Mengapa Allah memberi perintah seperti itu? 

Puasa menurut Alkitab : cara-cara berpuasa

"Apa yang Alkitab katakan tentang bagaimana berpuasa?"




Perjanjian Baru tidak pernah di bagian manapun memberi perintah pengikut Yesus Kristus untuk berpuasa. Kenyataannya, bahkan dalam Perjanjian Lama, orang-orang Yahudi hanya diperintahkan untuk berpuasa pada satu hari dalam setahun, pada Hari Penebusan/Pendamaian ("harus merendahkan diri dengan berpuasa" Imamat 23:27, 29, 32). Setiap pemimpin agama yang memerintahkan untuk berpuasa atau menghindari makanan tertentu melakukannya tanpa persetujuan Alkitab.Namun, Yesus pernah berpuasa (Matius 4:2), dan Dia menyatakan tentang hal berpuasa sekiranya / apabila para pengikut-Nya juga hendak berpuasa pada kesempatan tertentu (“16 Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Matius 6: 16-18; “Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.” Markus 2:20). Jadi, jika puasa adalah sesuatu yang orang Kristen dapat lakukan, apakah cara yang tepat untuk berpuasa? Apa yang Alkitab katakan tentang bagaimana berpuasa?
 

Kekerasan dalam Perjanjian Lama, bagian 2


"Apakah  Allah dapat disebut pembunuh karena membunuh banyak orang?"





Perjanjian Lama mencatat Allah membunuh banyak sekali orang, dan beberapa orang ingin mempercayai bahwa hal ini membuat Allah layak disebut pembunuh. Adanya kesalahpahaman yang mengidentikkan kata "to kill" dan "murder" sebagian didasarkan pada salah penerjemahan perintah ke 6 dari kesepuluh perintah Allah dalam Alkitab versi King James, yang berbunyi “Thou shalt not kill (Keluaran 20:13). Namun, kata “to kill” adalah terjemahan dari kata Ibrani ratsach, yang hampir selalu mengacu pada pembunuhan yang disengaja tanpa sebab. Pengartian yang benar untuk perintah ke 6 ini seharusnya memakai kata "murder" di mana semua terjemahan modern mengartikan perintah sebagai "You shall not murder." Alkitab dalam versi English Basic menerjemahkan dengan benar : "Do not put anyone to death without cause."

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...