Dosa Terbesar VS Kasih dan Keadilan Allah


#Apakah dosa yang terbesar?

Meskipun Alkitab tidak menyebutkan salah satu dosa sebagai dosa terbesar, ada dosa yang disebut sebagai dosa yang tidak dapat diampuni, yakni dosa ketidakpercayaan. Dosa ketidakpercayaan ini adalah ketika seseorang terus menerus tidak percaya / menolak percaya kepada Yesus Kristus. Tidak ada pengampunan bagi orang yang mati dalam ketidakpercayaan kepada Kristus. Apabila seseorang mati dalam keadaan tidak percaya kepada Kristus, maka tidak ada pengampunan yang bisa diberikan bagi orang itu. 




>Apakah ini berarti Allah tidak Adil dan tidak Maha Pengasih?

Yohanes 3:16 memberitahu kita, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” .


Alkitab cukup jelas bahwa, dalam kasih-Nya kepada umat manusia, Allah telah menyediakan cara keselamatan secara kekal yaitu : melalui Yesus Kristus dan kematian-Nya di atas salibbagi "setiap orang yang percaya kepada-Nya" (Yohanes 3:16).

Inilah bukti kasih Allah, yaitu dengan menyediakan diri-Nya menjadi korban tebusan, menggantikan kita yang seharusnya dihukum. Dia telah menjadi manusia, agar dapat menanggung hukuman dosa bagi kita.

Inilah bukti keadilan Allah, Allah yang adil tidak bisa tidak menghukum dosa. Dosa harus dihukum!, dan upah dosa ialah maut yaitu kematian kekal. ("Upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita." Roma 6:23)   Jika Allah hanya mengampuni dosa tanpa menghukum dosa maka Ia menjadi tidak adil. Kita semua adalah manusia berdosa, kita hanya layak menerima hukuman dosa yaitu kematian kekal selama-lamanya terpisah dari hadirat Allah di dalam neraka. Namun karena kasih-Nya yang besar, Allah telah menimpakan hukuman itu ke atas diri-Nya dalam Yesus Kristus. Hukuman dosa tetap dijatuhkan, dosa tetap dihukum, keadilan Allah tetap dijalankan. Tetapi Kasih-Nya nyata. Barangsiapa yang percaya kepada Kristus menjadi bebas dari hukuman dan tidak perlu lagi menanggung hukuman dosanya, karena hukuman dosanya telah ditanggung oleh Allah sendiri di dalam Yesus Kristus.


>>Mengapa dosa ketidakpercayaan tidak dapat diampuni?

Dalam Yohanes 16:8, Yesus menyatakan bahwa setelah Ia naik ke Surga, Ia akan mengutus Roh Kudus. Roh Kudus datang untuk menginsafkan dunia akan dosa, akan kebenaran dan penghakiman akan dosa.
Maka, menolak pemberitaan kebenaran keselamatan dalam  Kristus, dan secara terus menerus menolak Kristus berarti ‘mendukakan’ Roh Kudus. Tidak ada pengampunan, baik di jaman ini maupun di masa yang akan datang, bagi mereka yang menolak undangan Roh Kudus untuk percaya kepada Yesus Kristus. Sehingga apabila seseorang mati tanpa iman percaya kepada Kristus, maka ia mati dalam dosa-dosanya.

Jadi satu-satunya kondisi dimana seseorang tidak memperoleh pengampunan adalah ketika orang itu menolak satu-satunya cara keselamatan yang telah Tuhan sediakan di dalam Anak-Nya. Ini jelas ketika Yesus berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6), jelas bahwa hanya Yesus dan melalui Yesus saja satu-satunya jalan kepada Allah dan keselamatan. Pilihan ini juga sangat jelas dari ayat ini : "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya." (Yohanes 3:36).  “Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” (Ibrani 11:6). dalam hal ini,  kepada Siapa seseorang harus beriman, adalah kepada Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 16:31 “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat.” ).

Menolak satu-satunya jalan keselamatan yang telah Allah sediakan ini sama dengan menyatakan bahwa seseorang dapat menyelamatkan dirinya sendiri dengan usahanya sendiri. Menolak satu-satunya cara mendapatkan pengampunan berarti membuat seseorang tidak dapat diampuni dan ini sama dengan menyatakan bahwa seseorang itu sanggup menanggung hukuman dosanya sendiri yaitu menghabiskan kekekalan di dalam neraka.

>>>Penutup

Banyak orang takut bahwa mereka sudah melakukan dosa-dosa tertentu yang Allah tidak dapat atau tidak akan ampuni, dan mereka merasa putus asa. Pandangan bahwa perbuatan-perbuatan dosa tidak dapat diampuni (kecuali dosa ketidakpercayaan kepada Yesus) adalah pandangan yang keliru. Iblis senang ketika manusia tetap mempertahankan pandangan yang keliru ini. 

Sebenarnya, jika seseorang takut akan dosanya, maka yang dia perlu lakukan hanyalah datang kepada Allah, mengakui dosa itu, menyesalinya dan menerima janji pengampunan Allah di dalam Kristus.

“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).

Ayat ini meyakinkan kita bahwa Allah siap untuk mengampuni dosa kita apapun dan betapapun kejinya- kalau kita datang kepada-Nya dengan penyesalan yang tulus.  Ketulusan ini tidak dapat dipalsukan dengan tampilan lahiriah karena Allah melihat hati dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi-Nya. Jika anda menderita oleh banyaknya rasa bersalah karena dosa-dosa anda, ingatlah, saat ini Allah sedang menunggu anda dengan tangan kasih dan belas kasihan yang terbuka untuk menyambut anda datang kepada-Nya.


#Jadi menjawab konteks pertanyaan pertama : "apakah dosa yang terbesar?"; di dunia ini orang mendefinisikan dosa terbesar dengan banyak definisi yang berbeda, namun pada akhirnya : ketika seseorang menolak satu-satunya cara keselamatan yang Allah telah sediakan melalui Yesus Kristus sehingga orang itu tidak dapat diampuni dosa-dosanya, inilah dosa yang terbesar.


 
Pertobatan adalah suatu perubahan pikiran dan hati. Perubahan itu termasuk berbalik menjauh dari dosa dan kembali kepada Allah untuk pengampunan


Maka, selagi ada kesempatan, segera akuilah dosa-dosa anda, percayalah kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat anda, terimalah Dia ke dalam hati dan kehidupan anda. Dia tidak akan pernah mengecewakan / tidak akan tidak mengampuni orang yang memohon pengampunan kepadaNya.


Jika anda percaya kepada Yesus Kristus dan bersedia menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat anda, berdoalah demikian :

"Tuhan Yesus, saya mengakui bahwa saya orang berdosa dan seharusnya layak menerima hukuman. Namun Engkau telah menyediakan keselamatan bagi saya ketika Engkau mengalami kematian di salib. Ampunilah saya, Tuhan. Selamatkan saya dari kehidupan saya yang penuh dosa. Saya percaya bahwa Engkau adalah Tuhan. Saya mengundang Engkau untuk masuk dalam hati saya dan memimpin hidup saya mulai sekarang. Terimakasih Tuhan, di dalam nama Yesus, saya berdoa. Amin."


Tuhan memberkati Saudara/i.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar