Jumat
Agung, juga dikenal sebagai "Jumat Suci," adalah hari Jumat segera sebelum hari Minggu Paskah. Ini dirayakan secara tradisional sebagai hari ketika Yesus disalibkan. Jika Anda tertarik untuk mempelajari hal ini,
silakan baca artikel kami yang membahas berbagai pandangan pada hari apa Yesus
disalibkan. Dengan asumsi bahwa Yesus disalibkan dan meninggal pada hari Jumat,
haruskah orang-orang Kristen memperingati kematian Yesus dengan merayakannya pada hari
Jumat Agung?
Siapakah yang menyalibkan Yesus?
Jawaban atas pertanyaan ini memiliki banyak sisi.
Pertama,
tidak ada keraguan bahwa para pemimpin agama Israel bertanggung jawab atas
kematian Yesus. Matius 26:3-4 memberitahu kita bahwa "Pada waktu itu
berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar
yang bernama Kayafas, dan mereka
merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk
membunuh Dia." Para pemimpin Yahudi menuntut orang-orang Romawi agar Yesus
dihukum mati (Matius 27: 22-25). Mereka tidak dapat membiarkan Yesus terus bekerja menunjukkan tanda-tanda dan keajaiban karena hal itu mengancam posisi
dan tempat mereka dalam masyarakat beragama yang mereka dominasi (Yohanes 11:
47-50), sehingga "mereka sepakat membunuh Dia" Yohanes 11:53.
![]() |
| "Ampunilah aku, Tuhan Yesus. Dosa-dosaku telah menyalibkan Engkau. Terimakasih atas kasih pengorbanan-Mu." (Credit: a crucifixion scene from The Passion of the Christ, the movie.) |
Arti Perkataan: "Sudah Selesai."
Apa yang Yesus maksudkan ketika Dia berkata, 'Sudah
selesai'?
![]() |
| Berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Yohanes 19:30 |
Hutang dosa seluruh umat manusia sudah dibayar lunas oleh Yesus.
Dari perkataan-perkataan terakhir Kristus di kayu salib,
tidak ada yang lebih penting atau lebih menyentuh daripada perkataan,”Sudah selesai.” Perkataan ini hanya
dapat ditemukan dalam Injil Yohanes, kata Yunani yang diterjemahkan "sudah
selesai" adalah tetelestai, istilah pembukuan/
/akuntansi yang berarti "sudah
dibayar lunas." Ketika Yesus mengucapkan perkataan ini, Ia menyatakan
hutang dosa seluruh umat manusia kepada Bapa-Nya telah dihapus sepenuhnya dan
untuk selama-lamanya.
Mengapa Yesus berkata 'Bapa, ampunilah mereka' di kayu salib
Kata-kata Yesus di kayu salib: "Ya Bapa,
ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.", dapat
ditemukan dalam Lukas 23:34.
Yesus melihat ke bawah dari salib pada pemandangan
yang paling menyedihkan bagi-Nya. Para prajurit Romawi membuang undi untuk
membagi pakaian-Nya (Yohanes 19:23-24 Sesudah prajurit-prajurit itu menyalibkan
Yesus, mereka mengambil pakaian-Nya lalu membaginya menjadi empat bagian untuk
tiap-tiap prajurit satu bagian--dan jubah-Nya juga mereka ambil. Jubah itu
tidak berjahit, dari atas ke bawah hanya satu tenunan saja. Karena itu mereka
berkata seorang kepada yang lain: "Janganlah kita membaginya menjadi
beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya."
Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:
"Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi
atas jubah-Ku." Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.);
penjahat-penjahat yang di salibkan di sebelah Yesus mencela Dia (Matius 27:44);
para pemimpin agama mengejek Dia (Matius 27: 41-43); dan orang banyak menghujat Dia (Matius 27:39). Yesus
memandang kepada kumpulan manusia yang tidak layak diampuni ini dan berkata,
"Ya Bapa, ampunilah mereka."
Mengapa Yesus berkata demikian?
7 Perkataan Yesus di kayu salib dan artinya
Inilah ketujuh perkataan Yesus Kristus ketika Dia disalibkan di kayu salib (tidak dalam urutan tertentu) :
- Yesus berkata: ‘Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.’ Dan mereka membuang undi untuk membagi pakaianNya. (Lukas 23:34). Mereka yang menyalibkan Yesus tidak menyadari lingkup sepenuhnya dari apa yang mereka lakukan, karena mereka tidak mengakui Yesus sebagai Mesias. Meskipun ketidakpedulian mereka akan kebenaran Allah menjadikan mereka tidak pantas menerima pengampunan, doa Kristus di tengah-tengah ejekan mereka adalah ungkapan kasih yang tak terbatas dari rahmat /anugerah Allah.
- “Kata Yesus kepadanya: ‘Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.” (Lukas 23:43). Dalam bagian ini, Yesus meyakinkan salah satu penjahat di kayu salib bahwa ketika dia mati, dia akan bersama dengan Yesus di Sorga. Jaminan ini diberikan karena bahkan di saat menjelang kematiannya, si penjahat telah menyatakan imannya kepada Yesus, mengakui Yesus sebagai Mesias (Lukas 23:42).
Darah dan air keluar dari lambung Yesus
Mengapa darah dan air keluar dari sisi Yesus? (Alkitab Bahasa Indonesia memakai kata : lambung untuk kata bahasa Inggris : side [diterjemahkan =sisi] dalam posting ini)
Tetapi seorang dari
antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir
keluar darah dan air. Yohanes 19:34 (Alkitab Bahasa Indonesia versi
Terjemahan Baru)
But one of the
soldiers with a spear pierced his side, and forthwith came there out blood and
water. John 19:34 (New King James Version)
Instead, one of the
soldiers pierced Jesus’ side with a spear, bringing a sudden flow of blood and
water. John 19:34 (New International Version)
Darah Kristus
Ungkapan darah Kristus digunakan beberapa
kali dalam Perjanjian Baru dan merupakan ekspresi dari kematian dan penebusan
penuh/sempurna yang dilakukan Yesus untuk menebus kita. Penunjukkan darah Juruselamat menunjuk pada
fakta bahwa Yesus benar-benar bercucuran darah di kayu salib, namun fakta yang
lebih penting adalah bahwa Yesus
mencurahkan darah-Nya dan mati bagi orang-orang berdosa. Darah Kristus memiliki
kekuatan untuk menebus jumlah dosa yang tak terbatas yang dilakukan oleh jumlah
orang yang tak terbatas dalam sepanjang zaman, dan setiap orang yang
menempatkan imannya dalam darah Kristus akan diselamatkan.
Tebusan Darah
Seluruh Perjanjian Lama, setiap kitabnya, mengarah kepada
Korban Teragung yang akan datang - yaitu Yesus yang mempersembahkan hidup-Nya
sendiri sebagai tebusan bagi kita. Imamat 17:11 adalah pernyataan sentral
Perjanjian Lama tentang pentingnya darah dalam sistem persembahan korban
tebusan. Allah, berbicara kepada Musa, demikian: "Karena
nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu
di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah
mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa."
Penjelasan Tulisan INRI
Yohanes 19:19 mencatat, "Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib
itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Yohanes
19:20 meneruskan,"Banyak orang
Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya
dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan
bahasa Yunani."
![]() |
| Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi. |
Mahkota Duri
Setelah Yesus diadili dalam sidang-sidang ilegal yang dilanjutkan dengan dicambuki, dan sebelum Dia disalibkan, tentara Romawi "menganyam sebuah mahkota duri dan
menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan
kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia,
katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" 30 Mereka meludahi-Nya dan
mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya." (Matius 27:29-30; lihat juga Yohanes
19:2-5 2Prajurit-prajurit menganyam
sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia
jubah ungu, 3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja
orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya. 4 Pilatus keluar lagi dan
berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu,
supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya." 5
Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada
mereka: "Lihatlah manusia itu!").
Ketika mahkota
duri ditancapkan di kepala Yesus tentulah itu sangat menyakitkan, tetapi
mahkota duri lebih dimaksudkan untuk mengejek daripada untuk menimbulkan rasa
sakit. ‘Raja orang Yahudi’ dipukuli, diludahi, dan dihina oleh
kemungkinan besar tentara-tentara Romawi tingkat rendahan. Mahkota duri adalah
pemungkas ejekan mereka terhadap Yesus, dengan memakaikan lambang kerajaan dan
keagungan, sebuah mahkota, yang mereka jadikan sesuatu yang menyakitkan dan
merendahkan.
Pengadilan atas Yesus Sebelum Disalibkan
Pada malam ketika
Yesus ditangkap, Dia dibawa ke hadapan Hanas, Kayafas, dan perkumpulan pemimpin-pemimpin agama yang disebut Sanhedrin (Yohanes 18:19-24; Matius 26:57). Setelah itu Dia dibawa ke
hadapan Pilatus, Gubernur Romawi (Yohanes 18:23), lalu dikirim ke Herodes
(Lukas 23:7), dan dikembalikan ke hadapan Pilatus (Lukas 23:11-12), yang
akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.
![]() |
| Image courtesy : 'The Passion of The Christ', the movie |
Yohanes 18:19-24 “24 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang
ajaran-Nya. 20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada
dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat
semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. 21
Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang
Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar
muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" 23
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya,
tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" 24 Maka
Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.”
Matius 26:57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka
membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Lukas 23:7 Dan
ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia
menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
Lukas 23:11-12
11Maka mulailah Herodes dan pasukannya
menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu
mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah
Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.
Keringat Darah
![]() |
| "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44). |
Pada malam sebelum
Yesus Kristus disalibkan, Dia berdoa di taman Getsemani. Hal ini dicatat dalam
Injil Lukas di mana kita melihat bahwa keringat-Nya seperti tetesan darah: "Ia sangat ketakutan dan makin
bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang
bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44). Hematidrosis adalah, kondisi medis yang langka, tapi sangat nyata
di mana keringat seseorang akan mengandung darah. Kelenjar keringat dikelilingi
oleh pembuluh-pembuluh darah kecil. Pembuluh-pembuluh darah kecil ini dapat
mengerut dan kemudian melebar hingga bisa pecah di mana darah kemudian akan
berdifusi ke kelenjar keringat. Penyebabnya adalah penderitaan yang hebat. Dalam
bagian-bagian lain Injil, kita melihat tingkat penderitaan yang dialami Yesus: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati
rasanya." (Matius 26:38;
lihat juga dalam Markus 14:34).
Jam-jam Terakhir Menjelang Kematian Yesus
Inilah jam-jam terakhir menjelang kematian Yesus :
Pada malam sebelum kematian-Nya, Yesus membasuh kaki
murid-murid-Nya dan berbagi makanan dalam perjamuan Paskah dengan mereka. Pada
waktu itulah Yudas diungkapkan sebagai orang yang akan mengkhianati Tuannya
(Yohanes 13:1-30). Pada perjamuan itu, Yesus menetapkan Perjamuan Tuhan (Matius
26:26-29; 1Korintus 11:23-26).
![]() |
| Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. |
Setelah acara perjamuan, Ia membawa murid-murid-Nya ke taman Getsemani. Di sana, Dia membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus ikut bersamanya
dan mengatakan kepada mereka untuk berdoa agar mereka tidak akan jatuh ke dalam
pencobaan, lalu Dia pergi seorang diri untuk berdoa. Ketiga murid-Nya itu malah segera jatuh
tertidur.
2 Macam Penderitaan yang Dialami Yesus pada saat Penyaliban
Masih membahas mengenai hukuman mati yang dijalani Yesus melalui penyaliban.
1. Penderitaan Jasmani/Fisik
Yesus amat menderita selama diadili,
disiksa dan disalibkan (Matius pasal 27, Markus pasal 15, Lukas pasal 23,
Yohanes pasal 19). Yesaya 52:14 menyatakan, “Seperti banyak orang akan tertegun melihat
dia—begitu buruk rupanya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan
seperti anak manusia lagi.”
Yesaya 53, khususnya ayat 3 dan 5 menubuatkan penderitaan Yesus, “Ia dihina dan
dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita
kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan
bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. “ Tetapi dia tertikam oleh karena
pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang
mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh
bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.”
Mazmur 22:14-18 adalah bagian Alkitab lain yang menubuatkan penderitaan sang
Mesias, “Seperti air aku tercurah, dan segala tulangku terlepas dari sendinya;
hatiku menjadi seperti lilin, hancur luluh di dalam dadaku; kekuatanku kering
seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut
Kauletakkan aku. Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku,
mereka menusuk tangan dan kakiku. Segala tulangku dapat kuhitung; mereka
menonton, mereka memandangi aku. Mereka membagi-bagi pakaianku di antara
mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.”
Mengapa Yesus harus menderita separah itu?
4 Hal Yang Harus Kita Ketahui Mengapa Yesus Kristus Harus Mati Melalui Penyaliban
Yesus Kristus telah melalui kematian
yang paling mengerikan yaitu melalui penyaliban. Hal ini telah dijalani-Nya dengan rela bagi saya, bagi anda, bagi semua orang
yang percaya kepadaNya.
Inilah 4 hal yang perlu kita ketahui, mengapa Yesus Kristus harus mati melalu penyaliban.
Mengapa Yesus Kristus Harus Mati
"Mengapa Yesus harus mati?"
Ketika
kita mengajukan pertanyaan seperti ini, kita harus berhati-hati agar
kita tidak mempertanyakan cara
Tuhan. Mempertanyakan mengapa Tuhan tidak menggunakan "cara lain"
untuk melakukan sesuatu berarti menyiratkan bahwa cara yang telah ditetapkanNya
bukanlah cara terbaik dan menyiratkan bahwa cara-cara lain akan lebih baik. Biasanya apa yang kita pikir sebagai cara yang
"lebih baik" adalah cara yang kelihatannya benar untuk kita. Sebelum kita
mempertanyakan cara apapun yang Tuhan lakukan, kita harus terlebih dahulu
mengakui bahwa jalan Tuhan bukanlah jalan kita, pemikiran-pemikiran Tuhan
bukanlah pemikiran-pemikiran kita – pemikiran-pemikiran Allah jauh melebihi
pemikiran-pemikiran kita. Bahkan Ulangan
32:4 mengingatkan kita bahwa “Allah kita adalah Gunung Batu, yang
pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan
tiada kecurangan, adil dan benar.
- “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” (Yesaya 55: 8).
- "Sebab nama TUHAN akan kuserukan: Berilah hormat kepada Allah kita, Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. “ (Ulangan 32:4).
Oleh karena itu, rencana
keselamatan yang telah dirancangNya adalah sempurna, satu-satunya, adil, dan tidak ada seorangpun yang layak mengajukan kepadaNya cara lain, karena tidak ada cara lain apapun yang lebih baik dari cara Tuhan
sendiri.
Langganan:
Postingan (Atom)














