 |
1 Sementara itu
berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia
menghadap Imam Besar, 2 dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa
kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki
atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa
mereka ke Yerusalem. 3 Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat
kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. 4 Ia rebah ke
tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya:
"Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?" 5 Jawab Saulus:
"Siapakah Engkau, Tuhan?" Kata-Nya: "Akulah Yesus yang kauaniaya
itu. 6 Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan
kepadamu, apa yang harus kauperbuat." 7 Maka termangu-mangulah
teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi
tidak melihat seorang jugapun. 8 Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka
matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk
ke Damsyik. 9 Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia
tidak makan dan minum. (Kisah Para Rasul 9:1-9)
|
Dalam
tiga versi dari pertobatan Paulus (Kisah Para Rasul 9:1-9, 22:6-11, 26:9-20), terdapat
elemen yang berulang-ulang muncul untuk menjadi pusat misi dan penugasannya.
Pertama, menandai pertobatannya menjadi seorang Kristen; kedua, merupakan
bentuk panggilannya menjadi seorang nabi; dan ketiga, menunjukkan penugasannya menjadi
seorang rasul. Ketiga poin ini dapat dibagi sebagai berikut berdasarkan
pertimbangan yang lebih dalam: (1) Paulus dipilih secara khusus, dipisahkan,
dan dipersiapkan oleh Allah untuk pekerjaan yang akan dia lakukan; (2) Paulus
diutus sebagai saksi bukan hanya kepada orang-orang Yahudi, tetapi juga bagi bangsa-bangsa
lain; (3) misi penginjilan Paulus akan menghadapi penolakan dan penderitaan;
(4) Paulus akan membawa cahaya untuk orang yang lahir dalam dan saat ini
masih hidup dalam kegelapan; (5) Paulus akan mengkotbahkan bahwa pertobatan
diperlukan sebelum seseorang menerima iman Kristen; (6) kesaksian Paulus akan
didasarkan pada sejarah ruang-waktu dan didasarkan pada pengalamannya sendiri
dalam perjalanannya ke Damsyik, pada apa yang dia sendiri telah lihat dan dengar di tempat
yang nyata dan diketahui oleh semua orang yang ketika itu tinggal di Damsyik.