5 Garis Bukti untuk Kebangkitan Yesus Kristus




Fakta bahwa Yesus Kristus telah dibunuh secara keji di depan umum di Yudea pada abad pertama sesudah Masehi, di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, dengan cara penyaliban, atas perintah Sanhedrin Yahudi. Catatan sejarah non-Kristen Flavius ​​Josephus, Cornelius Tacitus, Lucian of Samosata, Maimonides dan bahkan Sanhedrin Yahudi menguatkan laporan para saksi mata Kristen mula-mula tentang aspek penting sejarah kematian Yesus Kristus ini.

Paskah


"Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya." Matius 28:6. Picture courtesy: Sesawi.net

Paskah berasal dari kata bahasa Yunani dan Latin "Pascha", hari raya yang merayakan hari kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati. Bentuk verbal dari kata ini, pascho dalam bahasa Yunani, berarti "menderita." Awalnya, kata Ibrani pasach mengacu pada pesta Paskah (Keluaran 12) yang dirayakan pada minggu yang sama dengan ketika Yesus disalibkan. Dalam tradisi Yahudi, Paskah adalah 8 hari, dimulai pada Nissan 15, untuk merayakan keluarnya (eksodus) orang-orang Israel dari Mesir.

Ishtar, Easter, Eoster

Siapakah Ishtar? Adakah kaitannya dengan Easter ? Masih menjelaskan mengenai asal usul Easter (yang diterjemahkan Paskah dalam bahasa Indonesia)

Ishtar adalah dewi perang, kesuburan, dan seks Mesopotamia kuno. Dia ditampilkan dalam Epik Gilgames, dan "Gerbang Ishtar" adalah bagian dari Babel Nebukadnezar. Penyembahannya meliputi pengorbanan hewan; benda yang terbuat dari batu sucinya, lapis lazuli; dan pelacuran kuil. Beberapa orang menuduh ada hubungan antara Ishtar dan Paskah (Easter). Sebuah meme*) populer telah beredar di internet sehingga memperkuat tuduhan ini. Pada meme tersebut kata-kata berikut ditempatkan di atas gambar Ishtar: "Ini adalah Ishtar: dibaca 'Paskah' (Easter). Paskah (Easter) pada awalnya adalah perayaan Ishtar, dewi kesuburan dan seks bangsa Asyur dan Babilonia. Lambang Ishtar (seperti telur dan kelinci) masih merupakan lambang kesuburan dan seks (jadi masihkan Anda benar-benar berpikir bahwa telur dan kelinci ada hubungannya dengan kebangkitan?). Setelah kaisar Konstantinus memutuskan untuk mengkristenkan Kekaisaran, Paskah (Easter) telah diubah untuk mewakili Yesus. Tapi pada akarnya, Easter (begitulah cara Anda mengucapkan Ishtar) adalah perayaan kesuburan dan seks."



Namun, sama sekali tidak ada hubungan yang konklusif antara dewi pagan Ishtar dan perayaan Paskah Kristen. Setiap teori bahwa Paskah diberi nama menurut Ishtar adalah sepenuhnya dugaan. Tidak ada bukti bahwa Ishtar pernah dikaitkan dengan telur atau kelinci sebagai lambang. Sebenarnya binatang suci Ishtar sepertinya adalah singa.

Penjelasan asal mula telur dan kelinci Paskah





Adanya pandangan khalayak luas bahwa kata Easter berasal dari tokoh berhala yang disebut Eastre (atau Eostre) yang dirayakan sebagai dewi musim semi oleh bangsa Saxon di Eropa Utara. Satu-satunya masalah dengan teori ini adalah bahwa ia tidak memiliki basis dalam sejarah. Keberadaan dewi bernama Eastre atau festival musim semi untuk menghormatinya didasarkan sepenuhnya murni pada dugaan. Hal yang sama berlaku untuk asal mula kelinci Paskah dan telur Paskah - tidak ada yang tahu pasti bagaimana hal-hal ini menjadi bagian dari perayaan Paskah. Yang paling bisa kita katakan adalah bahwa kata Easter mungkin terkait dengan kata timur (ost dalam bahasa Jerman) dan bahwa bangsa Saxon memiliki satu bulan yang disebut Eosturmononath.

Penjelasan tentang Minggu Paskah (Easter Sunday)

Minggu Paskah. Yesus telah bangkit! Mari rayakan kebangkitan-Nya.

Ada banyak kebingungan mengenai apa sebenarnya hari Minggu Paskah. Bagi beberapa orang, Minggu Paskah adalah tentang kelinci Paskah, telur Paskah yang dihias dengan warna-warni, dan berburu telur Paskah. Kebanyakan orang mengerti bahwa hari Minggu Paskah ada hubungannya dengan kebangkitan Yesus, namun bingung bagaimana kebangkitan Yesus berhubungan dengan telur Paskah dan kelinci Paskah.

Jum'at Agung

Jum'at Agung: Terang telah mengalahkan kegelapan dan kesucian mengalahkan dosa. "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,melainkan beroleh hidup yang kekal." Yohanes 3:16.

Jumat Agung, juga dikenal sebagai "Jumat Suci," adalah hari Jumat segera sebelum hari Minggu Paskah. Ini dirayakan secara tradisional sebagai hari ketika Yesus disalibkan. Jika Anda tertarik untuk mempelajari hal ini, silakan baca artikel kami yang membahas berbagai pandangan pada hari apa Yesus disalibkan. Dengan asumsi bahwa Yesus disalibkan dan meninggal pada hari Jumat, haruskah orang-orang Kristen memperingati kematian Yesus dengan merayakannya pada hari Jumat Agung?

Penjelasan tentang bagaimana tanggal perayaan Paskah/Easter ditetapkan


Keempat Injil memperjelas bahwa Yesus disalibkan bersamaan dengan saat perayaan Passover Yahudi (Matius 26: 17-19; Markus 14: 12-16; Lukas 22: 7-15; Yohanes 18: 28,39; 19:14). Keempat Injil juga memperjelas bahwa Yesus telah dibangkitkan dari kematian tiga hari kemudian, pada hari pertama dalam minggu itu (Matius 28:1; Markus 16:2,9; Lukas 24:1; Yohanes 20:1,19) . Maka secara Alkitabiah, kebangkitan Kristus seharusnya dirayakan pada hari Minggu pertama setelah perjamuan Passover Yahudi. Namun, ini tidak terjadi. Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama, setelah bulan purnama pertama setelah vernal equinox (=hari pertama musim semi, tahun ini jatuh pada tanggal 20 Maret 2018). Metode penentuan tanggal Paskah ini sering menghasilkan Paskah sebelum Passover dan / atau jauh dari Passover. Paskah dapat dirayakan kapan saja antara tanggal 22 Maret dan 25 April (tahun ini Minggu Paskah jatuh pada tanggal 1 April 2018).



Dalam sejarah gereja, ada sejumlah besar perdebatan yang menentukan kapan Paskah akan di
rayakan. Sebagai latar belakang, silahkan baca artikel kami tentang asal usul Paskah (Easter). Penetapan tanggal Paskah bersamaan dengan vernal equinox (hari pertama musim semi di Utara) dan bulan purnama tidak ada hubungannya dengan kisah Alkitabiah tentang kebangkitan Kristus atau Passover. Itu adalah praktik berhala, seperti halnya ritual dewi kesuburan musim semi yang oleh Gereja Katolik "diserap" dan dicoba untuk dikristenkan, yang mengakibatkan Paskah dikaitkan dengan vernal equinox dan bulan purnama. Satu-satunya hal yang Alkitabiah mengenai kapan Paskah sekarang dirayakan adalah fakta bahwa Paskah selalu terjadi pada hari Minggu.

Asal Mula Easter

Menanggapi tuduhan bahwa perayaan Paskah adalah kafir karena berasal-mula dari penyembahan dewi Easter. Berikut ini penjelasan tentang asal mula Easter (yang diterjemahkan : Paskah, dalam bahasa Indonesia). Sebelumnya kita telah melihat kata Passover/Paschal juga diterjemahkan Paskah dalam bahasa Indonesia. Baca lagi : Kristus, Anak Domba Paskah kita.



Asal mula Easter sangat meragukan. Seringkali diasumsikan bahwa nama Easter berasal dari tokoh kafir yang disebut Eastre (atau Eostre) yang dirayakan sebagai dewi musim semi oleh bangsa Saxon di Eropa Utara. Menurut teori tersebut, Eastre adalah "dewi timur (dari mana matahari terbit)," simbolnya adalah kelinci (simbol kesuburan), dan sebuah festival bernama Eastre diadakan pada musim semi equinox oleh bangsa Saxon untuk menghormatinya. Teori tentang asal usul Easter ini sangat bermasalah.

Apakah domba Passover/Paschal/Paskah itu? Bagaimana Yesus adalah Anak Domba Paskah kita?

Anak domba Passover adalah hewan yang diperintahkan Allah untuk digunakan sebagai korban di Mesir pada malam hari, ketika Allah membunuh anak-anak sulung dari setiap rumah tangga (Keluaran 12:29). Inilah tulah terakhir yang dikeluarkan Allah terhadap Firaun, dan hal itu menyebabkan Firaun membebaskan orang Israel dari perbudakan (Keluaran 11: 1). Setelah malam yang menentukan itu, Allah memerintahkan orang Israel untuk merayakan Perayaan Passover sebagai peringatan turun temurun yang berlaku selamanya (Keluaran 12:14).


 
Allah memerintahkan setiap rumah tangga orang Israel untuk memilih anak domba jantan berumur setahun yang tidak bercacat (Keluaran 12:5; lihat juga Imamat 22: 20-21). Tiap kepala rumah tangga harus menyembelih anak domba pada senja hari, dengan hati-hati agar tidak ada tulangnya yang patah, dan mengoleskan sebagian dari darahnya ke bagian atas dan sisi kusen pintu rumah. Anak domba itu harus dipanggang dan dimakan (Keluaran 12:7-8). 

Penjelasan tentang perayaan hari Rabu Abu (Ash Wednesday)

Penjelasan tentang perayaan hari Rabu Abu (Ash Wednesday).



Rabu Abu adalah hari pertama Prapaskah (Lent). Nama resminya adalah "Hari Abu," disebut demikian karena praktik menggosok abu tanda salib di dahi seseorang. Karena tepat 40 hari (tidak termasuk hari Minggu) sebelum hari Minggu Paskah (Easter Sunday), hari itu akan selalu jatuh pada hari Rabu-tidak mungkin ada "Kamis Abu" atau "Senin Abu." Alkitab tidak pernah menyebutkan tentang Rabu Abu - dalam hal ini, juga tidak pernah menyebutkan Prapaskah.

Jika Yesus adalah penebus (atonement) kita, mengapa Yesus mati disalib pada saat Passover dan tidak pada hari Penebusan (day of Atonement/Yom Kippur)?


Penjelasan (masih tentang Yudaisme) sehubungan dengan adanya keberatan bahwa korban Passover tidak dianggap sebagai penebus. 

Yohanes 1:29 - Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Darah anak domba yang dioleskan di kusen pintu pada Passover pertama.  Darah Anak Domba Allah yang tidak berdosa yang membungkus dosa-dosa kita, sehingga kita tidak akan mengalami kematian kedua. Bukan kebetulan bahwa Yesus disalibkan tepat pada hari Passover.


"Jika Yesus adalah penebus (atonement) kita, mengapa Yesus mati disalib pada saat Passover dan tidak pada hari Penebusan (day of Atonement/Yom Kippur)?"

Jawaban: Setiap korban persembahan dalam Perjanjian Lama merupakan type/gambaran Kristus. Anak domba jantan yang dikorbankan pada Passover disebut anak domba Passover/Paschal (Paskah),  adalah type/gambaran Tuhan Yesus Kristus sebagai Anak Domba Allah. Domba Passover adalah anak domba jantan, tidak bernoda dan tidak bercacat, dan satupun tulangnya tidak boleh dipatahkan. Yesus menggenapi gambaran ini dengan sempurna, Dia adalah Anak Domba Passover/Paskah kita. Saat orang Israel menerapkan darah pengorbanan anak domba itu dalam iman, maka sekarang kita juga menerapkan darah Kristus yang kudus ke "tiang pintu" hati kita. Dengan segala hal, "Kristus, Anak domba Paskah  kita juga telah disembelih." (1 Korintus 5:7).

Haruskah orang Kristen merayakan Passover?



Jawaban: Perayaan Passover adalah untuk mengingat peristiwa dalam sejarah Israel ketika Allah melewati Mesir untuk menghancurkan anak sulung dari semua manusia dan hewan (lihat Keluaran 11 dan 12.) Inilah akhir dari sepuluh tulah yang ditimpakan Allah atas Mesir untuk memaksa Firaun agar membebaskan orang Israel untuk meninggalkan Mesir dan dari penawanan mereka. Orang-orang Israel diperintahkan Allah untuk mengambil darah seekor anak domba jantan - yang tidak bercacat - dan mengoleskan darahnya di tiang pintu rumah mereka. Saat Allah melihat darah anak domba, Dia akan "melewati" rumah itu. Ini adalah bayangan/gambaran dari Anak Domba Allah yang kudus, Yesus, yang darahNya menutupi dosa orang-orang yang percaya kepada-Nya, yang menyebabkan penghakiman Allah melewati (pass-over)mereka. Sejak malam itu, orang Yahudi merayakan Passover dengan mengingat anugerah Allah kepada mereka.

Seder Passover

Penjelasan tentang perjamuan Seder pada perayaan Passover dalam Yudaisme.

Bagaimana unsur-unsur Seder (makanan sebagai peringatan) Passover menunjuk pada Kristus.

Seder adalah makan malam tradisional yang orang Yahudi
lakukan sebagai bagian dari Passover. Peringatan Passover  tahunan dirayakan oleh hampir seluruh komunitas Yahudi, mempererat ikatan kekeluargaan antar keluarga dan komunitas dengan akar Yahudi mereka. Setiap tahun bangsa Yahudi, religius dan nonreligius, merayakan Allah-nya Abraham, Ishak, dan Yakub dengan berkumpul dan melakukan perjamuan Seder Passover.





Kata Ibrani Seder berarti "aturan/urutan." Perjamuan makan Passover memiliki urutan khusus dimana makanan dimakan, doa dibacakan, dan nyanyian dinyanyikan. Setiap makanan di piring perjamuan Passover memiliki makna historis yang spesifik yang berkaitan dengan keluarnya orang-orang Yahudi dari Mesir dan dibebaskannya mereka dari perbudakan. Tetapi 1 Korintus 5:7 mengidentifikasi Yesus Kristus sebagai Passover kita; maka dengan demikian, Seder membawa makna Perjanjian Baru yang berkaitan dengan Yesus sang Mesias/Kristus/Penebus/Pembebas.

Passover

Penjelasan makna perayaan Passover dalam Yudaisme.

Apakah Passover?

Passover (Pesach dalam bahasa Ibrani) adalah sebuah perayaan Yahudi untuk merayakan keluarnya bangsa Israel dari Mesir dan dibebaskannya orang Israel dari perbudakan orang Mesir. Perayaan Passover, bersamaan dengan hari raya Roti Tidak Beragi, adalah hari pertama dari perayaan yang diperintahkan oleh Allah pada Israel untuk dirayakan (lihat Keluaran 12). Peringatan hari ini melibatkan makanan khusus yang disebut Seder, yang menampilkan roti tak beragi dan makanan lainnya yang melambangkan berbagai aspek eksodus (keluarnya Israel dari Mesir dan dibebaskannya bangsa Israel dari perbudakan bangsa Mesir).

 


Passover adalah salah satu hari raya Yahudi yang paling banyak dirayakan. Seiring dengan Shavuot (Hari Raya Minggu-minggu atau Pentakosta) dan Sukkot (Hari Raya Pondok Daun), Passover adalah satu dari tiga festival "ziarah" di dalam Kitab Suci, di mana orang-orang Yahudi diperintahkan untuk pergi ke Yerusalem dan merayakan pesta bersama-sama. Passover berlangsung di musim semi, pada bulan Ibrani Nisan. Di negara-negara Barat, Passover dirayakan pada awal hingga pertengahan April dan selalu dekat dengan Paskah (Easter).

Apa arti penting dari tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya?




Yesus membasuh kaki para murid (Yohanes 13:1-17) terjadi di ruang atas, sesaat sebelum Perjamuan Terakhir dan memiliki
tiga arti penting. Bagi Yesus, membasuh kaki menunjukkan kerendahan hati-Nya dan kehambaan-Nya. Bagi para murid, Yesus membasuh kaki mereka langsung menunjukkan suatu kontras dari sikap hati mereka pada saat itu. Bagi kita, pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus adalah simbol dari peran setiap kita di dalam tubuh Kristus.

Apa yang dikatakan Alkitab tentang pembasuhan kaki?





Dalam jaman Alkitab, orang-orang yang hidup di jaman itu memakai sandal, keadaan daerah yang kotor dan berdebu menyebabkan perlunya membasuh/mencuci kaki. Meskipun para murid Yesus kemungkinan besar akan dengan senang hati membasuh kaki Yesus, namun mereka tentu tidak dapat membayangkan jika harus saling membasuh kaki sesama murid. Hal ini karena dalam masyarakat pada waktu itu, membasuh kaki biasanya dikerjakan oleh pegawai rendahan. Sesama rekan tidak mencuci kaki satu sama lain, kalaupun ada yang melakukannya, itu sangatlah jarang dan biasanya dilakukan sebagai tanda kasih yang besar. 

Arti Salib


Sederhananya, arti salib adalah kematian. 

Dari sekitar abad ke-6 Sebelum Masehi hingga abad ke-4 Sesudah Masehi, salib adalah alat eksekusi yang menyebabkan kematian dengan cara yang paling menyiksa dan paling menyakitkan. Dalam penyaliban, seseorang diikat atau dipakukan ke kayu salib dan dibiarkan menggantung sampai mati. Kematian akan menjadi lambat dan sangat menyakitkan; pada kenyataannya, kata bahasa Inggris 'excruciating' [= sangat menyakitkan] secara harfiah berarti "akibat dari penyaliban." Namun, karena Kristus dan kematian-Nya di kayu salib, arti salib hari ini benar-benar berbeda.


Dalam iman Kristen, salib adalah persimpangan kasih Allah dan keadilan-Nya


image credit : www.bible-history.com

Yesus Kristus adalah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia (Yohanes 1:29). Referensi untuk Yesus sebagai Anak Domba Allah menunjuk kembali kepada institusi Paskah Yahudi dalam Keluaran 12. Bangsa Israel diperintahkan untuk mengorbankan anak domba yang tak bercacat dan mengoleskan darah anak domba itu pada tiang pintu rumah mereka. Darah akan menjadi tanda bagi Malaikat Maut untuk "pass over" [=melewati] rumah itu, meninggalkan mereka yang ditutup oleh darah dalam keselamatan. Ketika Yesus datang kepada Yohanes untuk dibaptis, Yohanes mengenal-Nya dan berseru, "Lihatlah, Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!" Yohanes 1:29, dengan demikian mengidentifikasi  Yesus dan rencana Allah bagi-Nya untuk dikorbankan sebagai tebusan dosa.

Siapakah yang menyalibkan Yesus?


Jawaban atas pertanyaan ini memiliki banyak sisi.


Pertama, tidak ada keraguan bahwa para pemimpin agama Israel bertanggung jawab atas kematian Yesus. Matius 26:3-4 memberitahu kita bahwa "Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas,  dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia." Para pemimpin Yahudi menuntut orang-orang Romawi agar Yesus dihukum mati (Matius 27: 22-25). Mereka tidak dapat membiarkan Yesus terus bekerja menunjukkan tanda-tanda dan keajaiban karena hal itu mengancam posisi dan tempat mereka dalam masyarakat beragama yang mereka dominasi (Yohanes 11: 47-50), sehingga "mereka sepakat  membunuh Dia" Yohanes 11:53.


"Ampunilah aku, Tuhan Yesus. Dosa-dosaku telah menyalibkan Engkau. Terimakasih atas kasih pengorbanan-Mu." (Credit: a crucifixion scene from The Passion of the Christ, the movie.)

Kebangkitan Tubuh Kristus

Kebenaran akan kebangkitan tubuh Yesus Kristus adalah sangat penting. Inilah penjelasannya:


Kebangkitan tubuh Yesus Kristus adalah peristiwa paling penting dalam sejarah, menyediakan bukti yang tak terbantahkan bahwa Yesus sebagaimana yang telah Dia akui adalah Anak Allah yang hidup. Kebangkitan tidak hanya merupakan konfirmasi tertinggi atas keilahian-Nya; kebangkitan juga merupakan konfirmasi Kitab Suci, yang telah menubuatkan kedatangan dan kebangkitan-Nya. Selain itu, juga merupakan konfirmasi pengakuan Kristus bahwa Ia akan dibangkitkan pada hari ketiga (Yohanes 2:19-21; Markus 8:31; 9:31; 10:34). Jika tubuh Kristus tidak dibangkitkan, maka kita juga tidak memiliki harapan bahwa tubuh kita kelak akan dibangkitkan (1 Korintus 15:13,16). Bahkan, jika tidak ada kebangkitan tubuh Kristus, maka kita tidak memiliki Juruselamat, tidak ada keselamatan, dan tidak ada harapan hidup yang kekal. Seperti yang dikatakan Rasul Paulus, jika Yesus tidak bangkit, maka iman kita akan "tidak berguna" dan kekuatan yang memberi hidup bagi Injil akan sama tidak ada.
 

Yesus bangkit dari kematian, supaya di dalam Dia kitapun dapat dibangkitkan (hidup kembali).

Karena nasib kita dalam kekekalan dilandaskan pada kebenaran peristiwa bersejarah ini, kebangkitan Kristus telah menjadi target utama serangan Setan terhadap gereja. Dengan demikian, historisitas kebangkitan tubuh Kristus telah diperiksa dan diteliti dari setiap sudut dan dipelajari tanpa henti oleh para sarjana, teolog, profesor dan lain-lain yang tak terhitung jumlahnya selama berabad-abad. Dan meskipun sejumlah teori telah mendalilkan upaya untuk menyangkal peristiwa penting ini, tidak ada bukti sejarah yang dapat dipercaya yang dapat menyangkal kebenaran bahwa kebangkitan Kristus telah sungguh-sungguh terjadi. Di sisi lain, bukti yang jelas dan meyakinkan dari kebangkitan tubuh Yesus Kristus adalah sangat banyak dan tak dapat disangkal .

Kain Kafan yang Telah Dilipat

Adakah makna tertentu dari kain kafan yang telah dilipat? Inilah penjelasannya :




Detil mengenai kain kafan yang telah dilipat dapat ditemukan dalam catatan tentang kebangkitan Yesus di dalam Yohanes 20:7, "sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung."  Terdapat perbedaan dalam beberapa versi terjemahan Alkitab mengenai ayat ini. Tiga dari versi Alkitab menerjemahkan ayat ini dengan kata "napkin" [=serbet] (King James Version, American Standard Version, Revised Standard Version). Terjemahan lainnya menerjemahkannya dengan "burial cloth" [=kain penguburan/kafan/kapan] (New International Version), "handkerchief" [=saputangan] (New King James Version), atau "face-cloth" [=kain pengelap muka] (New American Standard Bible). Kata Yunani adalah saudarion, yang berasal dari kata bahasa Latin yang berarti "keringat." Hal ini dapat merujuk pada handuk untuk menyeka keringat dari wajah seseorang. Hal ini digunakan dalam bahasa Yunani untuk menunjukkan handuk atau kain, tetapi tidak secara khusus menunjuk pada serbet meja.