 |
| Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah
dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena
penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh
kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia. Ibrani 2:9. |
Yesus ‘sedikit lebih rendah’ dari para malaikat (Mazmur 8:5; Ibrani 2:7)"
Ayat-ayat yang menyatakan bahwa Yesus 'sedikit lebih rendah' dari pada malaikat-malaikat ini sering dijadikan dasar hinaan / ejekan orang-orang yang tidak percaya, untuk menunjukkan bahwa Yesus bukan Allah. Lalu apakah maksud sebenarnya dari ayat-ayat ini ?
Berikut ini penjelasannya:
Mazmur 8:5 (Alkitab bahasa Indonesia ayat
6) adalah nubuatan tentang Yesus
Kristus. Ketika sang pemazmur menyatakan kemuliaan Tuhan, pikirannya melihat
kebesaran ciptaan Allah. Dia juga mulai berpikir tentang manusia dan mengajukan
pertanyaan ini dalam Mazmur 8:4 (ayat 5): "apakah manusia,
sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau
mengindahkannya?"
Kemudian ayat 6 berbunyi, "Namun Engkau
telah membuatnya hampir sama seperti Allah*, dan telah memahkotainya
dengan kemuliaan dan hormat." (*Perhatikan kalimat yang digaris
bawahi, terjemahan bahasa Indonesia ini kurang tepat, seharusnya diterjemahkan 'sedikit lebih rendah dari mahluk
surgawi/Tuhan/malaikat' dalam Alkitab bahasa Inggris: a little lower than the
heavenly beings (ESV), a little lower than the angels (NIV) - Dalam
teks Ibrani, kata yang dipakai untuk the heavenly beings/the angels adalah Elohim,
nama yang biasa dipakai untuk Tuhan; Septuaginta menggunakan kata
angelos, yang berarti malaikat. Dalam Alkitab bahasa Inggris versi
NASB dan NLT menggunakan kata Tuhan : a little lower than God).
Mazmur 8:7 meneruskan, "Engkau membuat dia
berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah
kakinya". Pemazmur memahami dari Kejadian 1: 26-28 bahwa Allah telah
memberi manusia kewenangan untuk memerintah dunia yang telah diciptakanNya.
Gelar "anak manusia" dapat merujuk kepada Adam sebagai kepala umat
manusia. Karena Adam diciptakan sebagai manusia dan diberikan otoritas untuk
memerintah dunia, maka Adam dibuat "sedikit lebih rendah" daripada
para malaikat, juga dimahkotai dengan kemuliaan dan kehormatan karena ia
diciptakan menurut gambar Allah.