Air Hidup



Apa maksud Yesus saat Dia berbicara tentang air hidup?


Yesus menggunakan ungkapan "air hidup" dalam dua bagian di dalam Alkitab. Bagian pertama ditemukan di Yohanes pasal 4. Ketika itu Yesus lelah dan duduk di sebuah sumur sementara murid-murid-Nya sedang pergi ke kota untuk membeli makanan. Seorang perempuan Samaria datang untuk menimba air, dan Yesus meminta air untuk minum. Perempuan Samaria itu cukup terkejut karena Yesus adalah seorang Yahudi, dan bangsa Yahudi membenci bangsa Samaria. Tentu saja, perempuan ini tidak mengetahui siapa Yesus dan bertanya kepada Yesus bagaimana bisa Dia memintanya air untuk minum karena Yesus adalah seorang Yahudi.

Perempuan Samaria di sumur Yakub



Apa yang dapat kita pelajari dari perempuan Samaria ini?

Kisah seorang perempuan Samaria yang tak disebut namanya di sebuah sumur, dicatat hanya dalam Injil Yohanes, merupakan satu peristiwa yang mengungkap, dipenuhi banyak kebenaran dan pelajaran-pelajaran penting bagi kita saat ini. Kisah perempuan di sumur melanjutkan bagian percakapan Yesus dengan Nikodemus, seorang Farisi dan anggota terkemuka dari Sanhedrin Yahudi (Yohanes 3:1-21). Kemudian dalam Yohanes 4:4-42 kita dapat membaca tentang percakapan Yesus dengan seorang perempuan Samaria yang datang sendirian untuk mengambil air dari sumur (dikenal sebagai sumur Yakub) yang terletak sekitar setengah mil jauhnya dari kota Sikhar di Samaria.

Meneladani Kehidupan Ester


Sudahkah anda membaca dan merenungkan kitab Ester? Apa yang dapat kita teladani dari kehidupan Ester?




Siapakah Ester?

"Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai."  Ester 2:7


Menurut ayat di atas, Ester adalah seorang gadis Yahudi yatim piatu, terlahir dengan nama Ibrani : Hadasa, yang di angkat anak oleh Mordekhai, paman/saudara ayahnya, karena ia sudah tidak beribu-bapak lagi. Ester harus keluar dari lingkungan yang dikenalnya dan meninggalkan orang yang telah membesarkan dan yang dikasihinya, yaitu pamannya, Mordekhai, karena ia kini ditempatkan di istana untuk menjadi salah satu wanita yang akan dipakai untuk memenuhi keinginan seksual raja. Raja Ahasyweros (Xerxes) adalah putra dari raja terkenal, Darius I, yang disebutkan dalam Ezra 4:24; 5:5-7; 6:1-15; Daniel 6:1, 25; Hagai 1:15; dan 2:10. Kisah Ester dan raja Ahasyweros ini terjadi sekitar tahun 483 SM. Kerajaan raja Ahasyweros ini sangat besar; bahkan pada kenyataannya, adalah kerajaan terbesar yang pernah ada di dunia. Kerajaannya meliputi wilayah yang sekarang dikenal sebagai Turki, Irak, Iran, Pakistan, Yordania, Lebanon, dan Israel; juga mencakup bagian dari zaman modern Mesir, Sudan, Libya, dan Arab Saudi.

5 Hal yang Mungkin Belum Anda Ketahui tentang Kitab Ester


Inilah 5 hal yang mungkin belum anda ketahui tentang kitab Ester :

1

Kitab Ester dapat dibagi menjadi tiga bagian utama :
  1. Pasal 1:1 - 2:18 - Ester menggantikan Wasti; 
  2. Pasal 2:19 -7:10 - Mordekhai mengatasi Haman; 
  3. Pasal 8: 1 - 10: 3 - Israel dapat bertahan melawan upaya Haman untuk menghancurkan mereka. 

Apa yang dimaksud Yesus dengan pernyataan “kamu adalah allah” dalam Yohanes 10:34 ?


Apa yang dimaksud Yesus dengan pernyataan “kamu adalah allah” di Injil Yohanes 10:34?



Perkataan Yesus ini mengutip kitab Mazmur 82:6

Mari kita memulai dengan melihat kitab Mazmur pasal 82, yang dikutip Yesus dalam Injil Yohanes 10:34. Kata “Allah” di kitab Mazmur 82:6 diterjemahkan dari kata Ibrani “elohim.” Kata “elohim” ini biasanya digunakan untuk merujuk pada Allah sejati yang esa, walaupun juga digunakan untuk merujuk pada hal lain. Kitab Mazmur 82:1 menyatakan, “Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi.” Dari tiga ayat berikutnya di bagian ini, kata “allah-allah” merujuk pada “hakim-hakim dan orang-orang yang memiliki posisi berkuasa dan memerintah.” Menyebut hakim yang hanya manusia biasa sebagai “allah” mengindikasikan tiga hal: 1) ia memiliki wewenang atas orang lain, 2) wewenang yang ia gunakan sebagai penguasa sipil harus ditakuti, dan 3) ia mendapat kuasa dan wewenangnya dari Allah sendiri, yang digambarkan menghakimi seluruh bumi di ayat 8.

Tanda Nabi Yunus


Ungkapan "tanda nabi Yunus" digunakan oleh Yesus sebagai metafora tipologis untuk penyaliban, penguburan, dan kebangkitan-Nya


Image credit : youtube.com

Yesus menjawab dengan ungkapan ini ketika orang-orang Farisi bertanya meminta tanda ajaib untuk membuktikan bahwa Dia memang adalah Mesias. Orang-orang Farisi tetap tidak percaya pada pengakuan Yesus tentang diri-Nya, meskipun Dia baru saja menyembuhkan seorang yang kerasukan setan yang buta dan bisu. Tak lama setelah orang-orang Farisi menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa setan, pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka:: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" (Matius 12:38-41)



3 Hal yang Dapat Kita Pelajari dari Yunus



Sombong, keras kepala, tidak patuh, tidak setia, tukang mengeluh, dan seorang pemarah, seorang tua kikir pembangkang itulah Yunus, yang namanya berasal dari kata Ibrani ‘Yonah’ = dove, berarti ‘burung merpati” atau ‘orang yang menganjurkan perdamaian’! Yunus bin Amitai, yang berasal dari Gat-Hefer di Zebulon (disebut Gittah-Hefer di Yosua 19:10-13). Dia adalah yang paling awal dari para nabi dan dekat di belakang Elisa di tempatnya dalam Perjanjian Lama. Kisah Yunus diceritakan secara singkat (hanya 48 ayat)namun penuh kekuatan di dalam kitab Yunus.




4 Pemain Utama dalam Kisah Yunus



Cerita Yunus merupakan kisah yang mengagumkan mengenai ketidaktaatan seorang nabi. Setelah ditelan seekor "ikan besar" dan dimuntahkan ke tepi laut, ia menegur warga kota Niniwe yang tidak bermoral untuk segera bertobat. Naskah Alkitab seringkali diragukan oleh mereka yang bukan orang-percaya terkait kisah yang ajaib ini. Keajaiban ini mencakup:

  • Badai Mediterania, yang diperintahkan dan diredakan oleh Allah (1:4-16).
  • Seekor ikan besar, ditetapkan oleh Allah untuk menelan sang nabi setelah dia dicampakkan ke dalam laut oleh awak kapal (1:17).
  • Kelangsungan hidup Yunus di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, atau kebangkitan Yunus dari kematian setelah dimuntahkan ke darat, tergantung bagaimana Saudara menafsirkan teksnya (1:17).
  • Ikan memuntahkan Yunus ke darat atas perintah Allah (2:10).
  • Sebatang pohon jarak, ditetapkan oleh Allah untuk tumbuh dengan cepat supaya bisa menyediakan naungan teduh bagi Yunus (4:6).
  • Seekor ulat, ditetapkan oleh Allah untuk menyerang pohon jarak yang menaungi Yunus (4:7).
  • Angin terik, diperintahkan oleh Allah untuk membuat Yunus tidak nyaman (4:8).

Ada 4 pemain utama dalam kisah Yunus, mari kita lihat 3 terlebih dulu.......