Pandangan Alkitab tentang Rasisme, Prasangka Buruk dan Diskriminasi


Hal pertama yang harus dipahami dalam bahasan ini adalah bahwa hanya ada satu ras – yaitu ras manusia. Ras Kaukasia, Afrika, Asia, India, Arab, dan Yahudi bukanlah ras yang berbeda. Sebaliknya, mereka adalah etnis yang berbeda dari umat manusia. Semua manusia memiliki karakteristik fisik yang sama (dengan sedikit variasi, tentu saja). Lebih penting lagi, semua manusia sama-sama diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1: 26-27). Karena begitu besar kasih Allah akan  dunia ini sehingga Dia telah mengutus Yesus untuk menyerahkan nyawa-Nya bagi kita (Yohanes 3:16).  "Dunia" jelas mencakup semua kelompok etnis.

 




Asal Mula Perbedaan Ras Manusia


Alkitab tidak secara eksplisit memberi kita asal mula adanya perbedaan "ras" atau warna kulit pada manusia. Sebenarnya, hanya ada satu ras saja – yaitu : ras manusia. Dalam ras manusia ini terdapat keragaman warna kulit dan keragaman karakteristik fisik lainnya. 

 
The human faces of Asia. First published in the first edition (1876–1899) of Nordisk familjebok. Credit: Wikimedia Commons, CC BY-SA


Dosa Terbesar VS Kasih dan Keadilan Allah


#Apakah dosa yang terbesar?

Meskipun Alkitab tidak menyebutkan salah satu dosa sebagai dosa terbesar, ada dosa yang disebut sebagai dosa yang tidak dapat diampuni, yakni dosa ketidakpercayaan. Dosa ketidakpercayaan ini adalah ketika seseorang terus menerus tidak percaya / menolak percaya kepada Yesus Kristus. Tidak ada pengampunan bagi orang yang mati dalam ketidakpercayaan kepada Kristus. Apabila seseorang mati dalam keadaan tidak percaya kepada Kristus, maka tidak ada pengampunan yang bisa diberikan bagi orang itu. 




>Apakah ini berarti Allah tidak Adil dan tidak Maha Pengasih?

Yohanes 3:16 memberitahu kita, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” .

Mengapa Yesaya 45:7 mengatakan bahwa Allah menciptakan kejahatan?




Jika Allah menciptakan segala sesuatu,  apakah juga berarti Allah menciptakan kejahatan?  

Bagaimana dengan pernyataan dalam Yesaya 45:7? Apakah ayat ini bertentangan?

Penjelasan
Yesaya 45:6b-7 dalam Alkitab bahasa Inggris versi King James (KJV) berbunyi, "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini."  Bagaimana Yesaya 45:7 ini setuju dengan pandangan bahwa Tuhan tidak menciptakan kejahatan?

Hari Pentekosta

Hari Pentekosta  adalah sebuah peringatan dan perayaan diterimanya Roh Kudus oleh gereja mula-mula. Yohanes Pembaptis menubuatkan tentang Pentekosta pertama adalah ketika Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api (Matius 3:11). Yesus menegaskan nubuatan ini dengan memberikan janji tentang Roh Kudus kepada para murid dalam Yohanes 14:26. Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid-Nya setelah kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya, memberikan bukti yang meyakinkan bahwa Dia hidup. 


Apa arti penting dari tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya?




Yesus membasuh kaki para murid (Yohanes 13:1-17) terjadi di ruang atas, sesaat sebelum Perjamuan Terakhir dan memiliki
tiga arti penting. Bagi Yesus, membasuh kaki menunjukkan kerendahan hati-Nya dan kehambaan-Nya. Bagi para murid, Yesus membasuh kaki mereka langsung menunjukkan suatu kontras dari sikap hati mereka pada saat itu. Bagi kita, pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus adalah simbol dari peran setiap kita di dalam tubuh Kristus.

Apa yang dikatakan Alkitab tentang pembasuhan kaki?





Dalam jaman Alkitab, orang-orang yang hidup di jaman itu memakai sandal, keadaan daerah yang kotor dan berdebu menyebabkan perlunya membasuh/mencuci kaki. Meskipun para murid Yesus kemungkinan besar akan dengan senang hati membasuh kaki Yesus, namun mereka tentu tidak dapat membayangkan jika harus saling membasuh kaki sesama murid. Hal ini karena dalam masyarakat pada waktu itu, membasuh kaki biasanya dikerjakan oleh pegawai rendahan. Sesama rekan tidak mencuci kaki satu sama lain, kalaupun ada yang melakukannya, itu sangatlah jarang dan biasanya dilakukan sebagai tanda kasih yang besar. 

Penjelasan tentang Minggu Palem


Minggu Palem adalah hari perayaan kedatangan Yesus yang penuh kemenangan ke dalam kota Yerusalem, satu minggu sebelum kebangkitan-Nya (Matius 21:1-11). Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, Ia mendekati puncak dari perjalanan pelayanan-Nya di bumi yaitu untuk mati sebagai tebusan dosa. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10). Minggu Palem menandai dimulainya apa yang sering disebut “Minggu Sengsara,” yaitu tujuh hari terakhir dari pelayanan Yesus di bumi. Minggu Palem adalah “mulainya suatu akhir” dari pekerjaan Yesus di bumi.

 



Mari kita melihat peristiwa tersebut :

Minggu Palem dimulai dengan Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan di Bukit Zaitun. Tuhan Yesus menyuruh dua orang murid-Nya untuk pergi terlebih dulu ke desa Betfage untuk meminjam keledai muda yang tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang, seperti yang dikatakan Yesus (Lukas 19:29-30). Ketika mereka melepaskan ikatan keledai itu, pemilik mulai menanyai mereka. Para murid menjawab dengan jawaban sebagaimana yang telah diperintahkan Yesus, yaitu:  “Tuhan memerlukannya” (Lukas 19: 31-34). Hebatnya, pemilik keledai puas dengan jawaban itu dan membiarkan para murid pergi. “Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.” (Lukas 19:35).