Bolehkah seorang Kristen non-Katolik berpartisipasi dalam misa Katolik?



Setelah melihat lebih dalam tentang Katolikisme, maka timbul pertanyaan. Apakah seorang Kristen non-Katolik boleh ikut berpartisipasi dalam misa Katolik?

Ada dua cara untuk melihat pertanyaan ini:

  1. Apa ajaran gereja Katolik tentang siapa yang dapat berpartisipasi dalam misa (perjamuan)? 
  2. Apa yang harus dipertimbangkan oleh orang Protestan?

Pembahasan : Katolikisme Injili

Picture courtesy : https://www.firstthings.com/web-exclusives/2013/10/evangelical-catholicism-response-to-cavadini

Apakah Katolikisme Injili dan apakah seorang Katolik Injili itu ?

Seorang Katolik evangelis/injili adalah, cukup sederhana, yaitu seorang Katolik yang evangelis/injili. Artinya, seorang anggota Gereja Katolik Roma yang setia kepada paus, setia pada ajaran Katolik, mematuhi sakramen, dan memiliki keinginan untuk menyebarkan agama Katolik ke wilayah-wilayah baru.

Pembahasan : 7 Sakramen Katolik




Apakah definisi sakramen dalam Katolik? "Sakramen adalah tanda luar dari anugerah ke dalam, yang ditetapkan oleh Kristus untuk pengudusan kita" (diambil dari Ensiklopedi Katolik). Gereja Katolik Roma mengajarkan bahwa sementara Allah memberi anugerah kepada manusia tanpa simbol-simbol luar (sakramen), Dia juga telah memilih untuk memberi rahmat kepada manusia melalui simbol-simbol yang terlihat. Karena Allah telah melakukan ini, maka manusia itu bodoh jika tidak menggunakan cara pemberian yang telah disediakan Allah ini.

Pembahasan : Sakramen Ekaristi Kudus






Bagi umat Katolik, Ekaristi Kudus / Misa Katolik dianggap sebagai bentuk doa yang paling penting dan tertinggi. Sebenarnya, menghadiri Misa adalah kewajiban, di bawah hukuman dosa berat, setiap hari Minggu dan pada hari-hari raya Kewajiban Kudus lainnya. Misa dibagi menjadi dua bagian, Liturgi Sabda dan Liturgi Ekaristi. Liturgi Sabda terdiri dari dua bacaan (satu dari Perjanjian Lama dan satu dari Perjanjian Baru), Mazmur responsorial, pembacaan Injil, homili (atau khotbah), dan doa syafaat umum (juga disebut petisi).


Pembahasan: Katekismus Katolik



Katekismus paling baik jika didefinisikan sebagai ringkasan instruksi melalui serangkaian pertanyaan dan jawaban, yang disusun dalam bentuk buku, berisi instruksi tentang doktrin religius sebuah gereja Kristen. Baru pada abad ke-16, sejak masa para bapa gereja mula-mula, kata katekismus diterapkan pada buku-buku pegangan agama ini. Maksud dari instruksi ini adalah untuk digunakan di lingkungan kelas atau sarana pengajaran formal lainnya. Katekismus Pengakuan Westminster, yang setiap bagiannya telah terbukti secara alkitabiah, merupakan satu rangkaian instruksi.

Pembahasan: Gereja Katolik Roma


Vatican Roma - gambar diambil dari internet

 
Gereja Katolik Roma menggambarkan dirinya sebagai pewaris sah Kekristenan Perjanjian Baru, dan paus sebagai penerus Petrus, uskup pertama Roma. Sementara rincian tersebut masih diperdebatkan, meski tidak dipertanyakan bahwa sejarah gereja Romawi berawal dari jaman kuno. Rasul Paulus menulis suratnya kepada orang-orang Roma sekitar tahun 55 Masehi dan menyebutkan sebuah jemaat gereja yang ada sebelum kunjungan pertamanya ke sana (namun dia tidak menyebutkan tentang Petrus, meskipun dia menyapa orang-orang lainnya dengan meneyebutkan nama mereka). Meskipun mengalami penganiayaan berulang –ulang oleh pemerintah, sebuah komunitas Kristen yang bersemangat ada di Roma setelah masa kerasulan. Orang-orang Kristen Romawi awal itu sama seperti saudara-saudara mereka di belahan dunia lain – mereka adalah para pengikut Yesus Kristus yang sederhana.
 

Pembahasan: Gerakan Focolare


Gerakan Focolare dimulai pada tahun 1943 di Italia sebagai "pembaruan spiritual dan sosial saat ini" di dalam Gereja Katolik. Focolare (bahasa Italia untuk "perapian") dimulai oleh seorang wanita bernama Chiara Lubich dengan fokus pada persaudaraan universal manusia dan kesatuan ekumenis. Lubich mendapatkan gagasannya tentang Focolare setelah bermeditasi setelah Misa di Yohanes 17:21: "supaya mereka semua menjadi satu".

Sejak awal, Gerakan Focolare terdiri dari sekelompok wanita yang tinggal bersama di Trent, Italia. Ketika Perang Dunia II berakhir, banyak dari wanita-wanita ini pindah ke berbagai kota lain untuk menyebarkan gerakan tersebut, sebagian besar berada di dalam Gereja Katolik Roma. Focolare saat ini mengklaim memiliki sekitar 120.000 penganut di 194 negara. Sebagian besar anggotanya beragama Katolik, namun organisasi tersebut juga mengklaim anggota agama lain, termasuk orang-orang Anglikan, Yahudi, Muslim, Budha, Hindu, dan Sikh. Selanjutnya, gerakan tersebut mencakup bagian dari pekerjaan mereka yang didedikasikan untuk "orang-orang yang tidak berafiliasi dengan agama," seperti agnostik dan atheis.

Penyembahan kepada Maria dan Para Santo/a

Gambar para orang-orang kudus di gereja Katolik

Alkitabiahkah menyembah Maria dan para orang kudus (santo/a)?
Jawaban: Alkitab benar-benar jelas bahwa kita harus menyembah Allah saja. Satu-satunya contoh ketika seorang manusia, selain Allah, yang menerima penyembahan di dalam Alkitab adalah allah palsu, yaitu Setan dan iblisnya. Semua pengikut Tuhan Allah menolak pemujaan/penyembahan. Petrus dan para rasul menolak untuk disembah (Kisah Para Rasul 10: 25-26; 14: 13-14). Para malaikat suci menolak untuk disembah (Wahyu 19:10; 22: 9). Jawabannya selalu sama, "Sembahlah Allah!"