Sebarkan Pesan Injil

Kematian yang Terkutuk dan Pembenaran karena Iman - Bagian 2

Posting ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya mengenai 4 hal yang perlu anda ketahui tentang kutuk dari Allah atas manusia (baca lagi bagian 1)


KEMATIAN YANG TERKUTUK


GALATIA 3:10-14

Galatia 3:10-14 - “(10) Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.’ (11) Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: ‘Orang yang benar akan hidup oleh iman.’ (12) Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. (13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’ (14) Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu”.


Pendahuluan: 

Jaman sekarang yang banyak didengar tentang Allah adalah bahwa Allah itu kasih dan karena itu selalu memberi berkat berlimpah-limpah, baik berkat jasmani maupun berkat rohani. Tetapi kali ini justru akan membahas tentang kutuk dari Allah kepada manusia!



Hutang dosa kita telah dibayar lunas oleh Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya! Kita dapat beroleh hidup baru di dalam Dia. Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’




II) Kristus menebus kita dari kutuk hukum Taurat (ayat 13).



Pada waktu Kristus mati di atas kayu salib, Ia telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat. Pada saat itu, Dia yang tidak berdosa (dan karenanya tidak layak menerima kutuk!), telah menjadi kutuk karena kita.
Ayat 13: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.


Paulus bisa berkata bahwa Kristus telah menjadi kutuk, berdasarkan Ulangan 21:23 yang ia kutip dalam ayat 13b. 

Mari kita membandingkan kedua text tersebut.

Ulangan 21:22-23 - “(22) ‘Apabila seseorang berbuat dosa yang sepadan dengan hukuman mati, lalu ia dihukum mati, kemudian kaugantung dia pada sebuah tiang, (23) maka janganlah mayatnya dibiarkan semalam-malaman pada tiang itu, tetapi haruslah engkau menguburkan dia pada hari itu juga, sebab seorang yang digantung terkutuk oleh Allah; janganlah engkau menajiskan tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.’”.

Ayat 13: “Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’”.

Catatan: Kitab Suci Indonesia menggunakan kata ‘kayu salib’ dalam ayat 13b dan ‘tiang’ dalam Ulangan 21:22-23. Tetapi baik dalam ayat 13b maupun dalam Ulangan 21:22-23 kedua kata itu diterjemahkan sama, yaitu ‘tree’ (= pohon) oleh KJV/RSV/NIV/NASB/NKJV.

Memang dalam Perjanjian Lama tidak dikenal hukuman salib, sehingga Ulangan 21:23 sebetulnya tidak menunjuk pada penyaliban, tetapi menunjuk pada orang yang dihukum mati pada sebuah tiang (digantung), atau orang yang setelah dihukum mati lalu mayatnya digantungkan pada sebuah tiang (bandingkan dengan Yosua 8:29  Yosua 10:26-27).



Tetapi Ulangan 21:23 ini tentu juga berlaku terhadap penyaliban. Ini terbukti dari:


1)   Adanya permintaan orang-orang Yahudi untuk menurunkan mayat Yesus dan kedua penjahat sebelum hari gelap (Yohanes 19:31). Ini jelas untuk mentaati perintah Tuhan dalam Ulangan 21:22-23 itu.

2)   Kata-kata Paulus dalam ayat 13, mengutip Ulangan 21:23 ini, dan menerapkannya kepada penyaliban Kristus.


Karena Kristus ingin menebus kita dari kutuk hukum Taurat, maka kematian Kristus tidak bisa terjadi dengan cara penggal, rajam dan sebagainya, tetapi harus melalui cara yang terkutuk, yaitu penyaliban!


Memang sebetulnya kalau Kristus mati melalui hukuman gantung, maka Ia memang mengalami kematian yang terkutuk. Tetapi hukuman gantung tidak memenuhi satu persyaratan lain, yaitu kematianNya haruslah kematian yang berdarah. Mengapa harus demikian? Karena type-type tentang Kristus dalam Perjanjian Lama adalah hal-hal yang berdarah, seperti binatang untuk korban dosa, domba Paskah, dan sebagainya. Jadi, satu-satunya kematian yang bisa dialami oleh Kristus, kalau Ia mau menjadi Penebus dan pemikul kutuk kita, adalah kematian melalui salib.



Ada orang yang berkata: andaikata Kristus hidup pada abad 20, maka orang Kristen tidak akan berkalungkan salib, tetapi sebuah kursi listrik kecil! Ini omong kosong yang bodoh dari orang yang tidak mengerti theologia! Kristus tidak bisa mati dengan cara dipenggal, dirajam, ditembak, melalui kamar gas ataupun kursi listrik. Ia harus mati melalui suatu kematian yang terkutuk, yaitu penyaliban, karena kalau tidak, Ia tidak memikul kutuk yang seharusnya untuk kita! 

Apakah sebabnya orang-orang Yahudi memilih penyaliban (Matius 27:22-23)? Mengapa mereka tidak memilih perajaman seperti yang mereka lakukan terhadap Stefanus (Kisah Para Rasul 7:58-60)? Jelas bahwa Allah ikut bekerja supaya Yesus mati melalui penyaliban, dan dengan demikian Ia bisa memikul kutuk kita!



Yesus menderita murka Allah karena Ia menggantikan tempat kita, kita yang seharusnya layak menerima murka Allah. Namun karena kasihNya, Yesus rela menyerahkan nyawaNya dan menderita di atas salib untuk menebus dosa-dosa kita, agar jika kita percaya kepadaNya, kita dapat dibenarkan oleh iman percaya kita kepadaNya itu.



III) Keselamatan / pembenaran karena iman.


Karena Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat, maka sekarang kita bisa diselamatkan / dibenarkan dengan sangat mudah, yaitu hanya dengan iman / percaya kepada Kristus.
Ayat 11b: “karena: ‘Orang yang benar akan hidup oleh iman.’”.
Ayat 14: Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu”.
Ayat 7,9: “(7) Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham. ... (9) Jadi mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan Abraham yang beriman itu”.
Ayat 24,26: “(24) Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman. ... (26) Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus”.
Galatia 2:16 - “Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: ‘tidak ada seorangpun yang dibenarkan’ oleh karena melakukan hukum Taurat”.



Bagi saudara yang belum pernah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, sadarilah bahwa saudara adalah orang terkutuk di hadapan Allah. Kalau saudara tidak mau percaya kepada Yesus Kristus, maka dengarlah nubuat Kristus tentang sikap dan kata-kataNya kepada orang terkutuk: “Enyahlah dari hadapanKu, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya” (Matius 25:41).

Tetapi sebaliknya, kalau saudara mau percaya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka pada akhir jaman saudara akan mendengar kata-kata: “Mari, hai kamu yang diberkati oleh BapaKu, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan” (Mat 25:34).


Jadi, hanya jika saudara mau datang dan percaya kepada Kristus maka saudara akan dibebaskan dari kutuk itu dan luput dari api neraka yang kekal itu. Maukah saudara percaya kepada Kristus?



Bagi saudara yang sudah sungguh-sungguh percaya kepada Kristus, berbahagialah saudara karena saudara bukan lagi orang terkutuk, karena jasa Kristus yang sudah memikul kutuk itu di kayu salib. Karena itu:
1)   Hiduplah dalam kasih, pujian, syukur, dan penyerahan yang lebih besar kepada Kristus yang sudah rela memikul kutuk saudara.

2)   Beritakanlah Injil kepada banyak orang di luar, yang masih ada di bawah kutuk, supaya mereka mau percaya kepada Yesus Kristus dan dibebaskan dari kutuk itu!


-AMIN-


Baca lagi bagian 1


Sumber : Hermeneutics oleh Pdt. Budi Asali, M.Div. 


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...