Akulah Pokok Anggur_7 I Am_Seri 7


Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku (Yesus)  dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak,  sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.  (Yohanes 15:5) 




Bahasan ayat 1 - 6, sebagai berikut :

Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup_7 I Am_Seri 6



Kata Yesus kepadanya:  "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. 
Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,  kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)


Ayat 6:


1)   Ini adalah kalimat ke 6 menggunakan ‘I AM’.


2)   ‘Akulah jalan ... Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku’.

a)   Kata-kata ‘Akulah jalan’ menyebabkan Kekristenan sering disebut dengan istilah ‘jalan’ dalam Kitab Kisah Para Rasul (bandingkan dengan Kisah Para Rasul 9:2  19:9,23  24:14,22). Bandingkan juga dengan Ibrani 10:20 - “karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diriNya sendiri”.

b)   William Hendriksen: " 'I am the way.’ Jesus does not merely show the way; he is himself the way. It is true that he teaches the way (Mark 12:14; Luke 20:21), guides us in the way (Luke 1:79), and has dedicated for us a new and living way (Hebrew 10:20); but all this is possible only because he is himself the way” [= ‘Aku adalah jalan’. Yesus tidak semata-mata menunjukkan jalan itu; Ia sendiri adalah jalan itu. Adalah benar bahwa Ia mengajarkan jalan itu (Markus 12:14; Lukas 20:21), memimpin kita di dalam jalan itu (Lukas 1:79), dan telah memberikan kita jalan yang baru dan hidup (Ibrani 10:20); tetapi semua ini memungkinkan hanya karena Ia sendiri adalah jalan itu] - hal 267.

Dalam hal ini Yesus berbeda dengan semua pendiri agama lain. Mereka paling-paling hanya bisa menunjukkan jalan, tetapi mereka tidak pernah mengatakan: ‘Akulah jalan’.
Dan pada waktu mereka menunjukkan jalan, kita perlu mengingat kata-kata Kitab Suci: “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut” (Amsal 14:12).

c)   Ini menunjukkan bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan ke surga.



Akulah Kebangkitan dan Hidup_7 I Am_Seri 5



Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup;  barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,   (Yohanes 11:25)


Ayat 25-26: 
1)   Ini adalah kata-kata ‘I am’ yang ke 5 yang diucapkan Yesus, karena di sini Ia berkata ‘I am the resurrection and the life’ (= Akulah kebangkitan dan hidup).


2)   ‘Akulah kebangkitan dan hidup’ mempunyai arti jasmani, karena kalau tidak ada arti jasmani, maka ayat 25-26 ini tidak akan cocok dengan jalur ceritanya. Jadi, karena Yesus adalah ‘kebangkitan dan hidup’, Ia bisa membangkitkan secara jasmani, baik pada akhir jaman nanti seperti yang dipercaya oleh Marta (ayat 24), maupun pada saat itu juga, dan ini Ia buktikan dengan membangkitkan Lazarus secara jasmani.

Akulah Gembala yang Baik_7 I Am_Seri 4

Image credit : Christ, the Lord is my Shepherd by Simon Dewey


Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya;  (Yohanes  10:11)


Ayat 11-15:

1)   Ayat 11a: ‘Akulah gembala yang baik’ (bandingkan dengan ayat 14a: Akulah gembala yang baik ).

a)   Ayat-ayat Perjanjian Baru yang lain yang menunjukkan Yesus sebagai gembala adalah Matius 18:12 / Lukas 15:4;  Matius 9:36 / Markus 6:34 ; Lukas 12:32 ; Matius 26:31 / Markus 14:27 ; 1Petrus 2:25 ; Ibrani 13:20. Jadi jelas bahwa baik Yesus sendiri maupun Perjanjian Baru memang menekankan Yesus sebagai Gembala.

b)   Dalam Perjanjian Lama, Allah / Yahweh-lah yang adalah gembala (bandingkan dengan Mazmur 23:1;  Mazmur 79:13;  Mazmur 80:2;  Mazmur 95:7 ; Yehezkiel 34:15). Sekarang Yesus mengclaim diriNya sebagai gembala, dan itu sama dengan mengclaim diri sebagai Allah.
Lebih-lebih kalimat ini merupakan salah satu dari 7 ‘I am’ dalam Injil Yohanes. Ini mengingatkan kita pada kata-kata ‘I am who I am’ (= Aku adalah Aku) yang dipakai oleh YAHWEH / Allah untuk memperkenalkan diriNya kepada Musa dalam Keluaran 3:14.

c)   Sekalipun Yesus adalah gembala, Ia juga mengangkat manusia sebagai gembala (bandingkan dengan Efesus 4:11 ; Kisah Para Rasul 20:28 ; Yohanes 21:15-19 ; 1Petrus 5:2-3).
·        Ini bertentangan dengan ajaran Gereja Sidang Jemaat Kristus, yang menentang adanya gembala.
·        Ini menunjukkan bahwa Pendeta dan majelis (bukan Pendeta saja) harus menggembalakan jemaat:
  • memberi makan firman Tuhan.
  • menjaga dan membentengi terhadap ajaran sesat.
  • mengawasi kerohanian / pertumbuhan rohani jemaat.
  • mencari yang hilang.
  • menguatkan / menghiburkan yang lemah, dan sebagainya.
·        Pendeta / majelis harus selalu ingat bahwa gembala yang sesungguhnya bukanlah mereka tetapi Tuhan Yesus. Bandingkan dengan Matius 23:8-10  Tetapi kamu, janganlah kamu disebut Rabi; karena hanya satu Rabimu dan kamu semua adalah saudara. Dan janganlah kamu menyebut siapapun bapa di bumi ini, karena hanya satu Bapamu, yaitu Dia yang di sorga. Janganlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias. - jangan mau disebut rabi, bapa, pemimpin. Ini tentu tak boleh diartikan bahwa kita betul-betul tidak boleh menyebut guru sebagai guru, bapa sebagai bapa, dan sebagainya. Maksudnya kita harus tetap menyadari bahwa Guru, Bapa dan Pemimpin yang sebenarnya adalah Tuhan sendiri.

Calvin: “... when the term shepherd is applied to men, it is used, as we say, in a subordinate sense; and Christ shares the honour with his ministers in such a manner, that he still continues to be the only shepherd both of themselves and of the whole flock” (= ... pada waktu istilah gembala digunakan terhadap manusia, istilah itu digunakan, seperti kami katakan, dalam pengertian yang lebih rendah; dan Kristus membagikan kehormatan dengan pelayan-pelayanNya dengan cara sedemikian rupa, sehingga Ia tetap menjadi gembala satu-satunya baik bagi mereka maupun bagi seluruh kawanan).

Penerapan:
Jangan pernah berkata: ‘Dombaku dicuri’, karena semua orang Kristen adalah domba Tuhan, bukan dombanya pendeta.

d)   Penggambaran Yesus sebagai pintu (ayat 7,9), maupun penggambaran Yesus sebagai gembala (ayat 11,14), sama-sama berhubungan dengan keselamatan. Sebagai pintu, Yesus merupakan satu-satunya jalan masuk pada keselamatan; sebagai gembala, Yesus menyerahkan nyawaNya untuk domba-dombaNya.


Akulah Pintu_7 I Am_Seri 3


image from www.kingjamesbibleonline.org


Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku (Yesus), ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. (Yohanes 10:9) 


Ayat 1-5, 7-10:

1)   Dalam bagian ini (ayat 7 Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu.") Yesus menyatakan diriNya sebagai ‘pintu’ (the door’). Ini sejalan dan mirip dengan Yohanes 14:6 dimana Ia menyatakan diriNya sebagai satu-satunya jalan kepada Bapa. Bedanya, di sini sebagai pintu Ia merupakan jalan masuk ke dalam kandang, yang menunjuk pada gereja.

Akulah Terang Dunia_7 I Am_Seri 2

Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: "Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." Yohanes 8:12.



Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: 
"Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup." (Yohanes 8:12)


1. Yesus mengatakan bahwa diriNya adalah Terang dunia


a)   Perlu anda ketahui pernyataan Yesus sebagai Terang ini berhubungan dengan Perjanjian Lama, yang sering:
·        menghubungkan Mesias dengan terang [Yesaya 9:1 (Kitab Suci Inggris Yesaya 9:2);  Yesaya 42:6;  Yesaya 49:6;  Yesaya 60:1].
·        menghubungkan Allah dengan terang (Ayub 29:3;  Mazmur 27:1;  Yesaya 60:19;  Mikha 7:8).
Karena itu pernyataan ini boleh dikatakan juga merupakan claim Yesus sebagai Mesias dan Allah!

Catatan:
Perhatikan juga bahwa ini adalah yang kedua dari seri 7 ‘I am’ yang diucapkan oleh Yesus dalam Injil Yohanes (yang pertama adalah Yohanes 6:35), yang menyatakan keilahian Yesus.

Akulah Roti Hidup_7 I Am_Seri 1

Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku,  ia tidak akan haus lagi. (Yohanes 6:35)


Yesus menyatakan diriNya sebagai roti hidup (ayat 35  bandingkan dengan ayat 48,51).

Akulah roti hidup. Yohanes 6:48
Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Yohanes 6:51 
(Perhatikan bahwa kata 'daging-Ku' dalam ayat 51 menunjuk pada penyaliban Kristus ketika Dia menyerahkan tubuhNya untuk dianiaya hingga mati di kayu salib , ini sama sekali tidak berarti hurufiah bahwa orang Kristen harus makan daging tubuh Yesus yang kemudian disebut  'kanibalisme' seperti yang dinyatakan sebagai ejekan/hinaan oleh mereka yang tidak percaya)


a)   Dalam terjemahan bahasa Inggris pernyataan Yesus ini ber­bunyi: I am the bread of life (= Aku adalah roti hidup).

Ini adalah yang pertama dari seri 7 ‘I am’ (= Aku adalah) dalam Injil Yo­hanes. Seri yang ke 2 sampai dengan yang ke 7 adalah sebagai berikut: 
·        Yohanes 8:12 - I am the light of the world (= Aku adalah terang dunia).
·        Yohanes 10:7,9 - I am the door (= Aku adalah pintu).
·        Yohanes 10:11,14 - I am the good shepherd (= Aku adalah gembala yang baik).
·        Yohanes 11:25 - I am the resurrection and the life (= Aku adalah kebangkitan dan hidup).
·        Yohanes 14:6 - I am the way, the truth and the life (= Aku adalah jalan, kebenaran dan hidup).
·        Yohanes 15:1,5 - I am the true vine (= Aku adalah pokok anggur yang benar).


Yang Sulung dari Semua Ciptaan




Yesus Kristus sebagai 'yang sulung' dari segala ciptaan [=the 'first-born' over all creation].
Apakah artinya?


Dalam sebuah surat kepada jemaat di Kolose, Paulus memberi  gambaran menarik tentang Yesus. Di dalamnya, ia menjelaskan hubungan Kristus dengan Allah Bapa dan penciptaan. Beberapa orang menyatakan bahwa keterangan Paulus tentang Kristus sebagai yang sulung dari semua ciptaan berarti bahwa Yesus itu diciptakan - tidak kekal, bukan Tuhan. 
Tetapi jika demikian, maka akan bertentangan dengan bagian-bagian lain dari Alkitab. Karena Kristus tidak bisa sekaligus Pencipta dan diciptakan; Yohanes pasal 1 bahkan dengan jelas menyebut Yesus Kristus sebagai Pencipta. 


Marilah kita memperhatikan bagian Alkitab dimana Yesus disebut sebagai ‘yang sulung’.

 
Kolose 1: 15-20
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.


Yesus Kristus adalah Batu Penjuru



Kristus adalah Batu Penjuru kami



Dalam praktek pembangunan konstruksi bangunan di zaman kuno, batu penjuru adalah batu fondasi utama yang ditempatkan di sudut konstruksi bangunan tersebut. Batu penjuru itu biasanya salah satu yang terbesar, paling padat, dan yang paling hati-hati ditempatkan dari apapun lainnya dalam fondasi bangunan tersebut. 


Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai Batu Penjuru (Chief Cornerstone) di atas mana gereja-Nya akan dibangun, satu tubuh Kristus yang terdiri dari persatuan orang-orang yang percaya kepada-Nya, dimana Kristus adalah kepala dan orang-orang percaya adalah anggota-anggota tubuhNya, baik orang Yahudi maupun non-Yahudi.