Bagaimana mungkin Yesus adalah Allah jika Ulangan 6:4 mengatakan bahwa Allah itu esa?



Ulangan 6:4 menyatakan, "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!" Perjanjian Baru mengusung tema ini (1 Korintus 8:4; Galatia 3:20; 1 Timotius 2:5) . Namun Kekristenan mengajarkan bahwa Yesus adalah Allah. Bagaimana kedua pandangan yang tampaknya saling bertentangan ini dapat ada berdampingan?

Yesus adalah Nabi, Imam dan Raja

Apa artinya bahwa Yesus adalah Nabi, Imam, dan Raja?




Ada tiga "jabatan" utama yang dibicarakan dalam Perjanjian Lama — nabi, imam, dan raja. Yesus memenuhi ketiga peran ini. Mari kita lihat penjelasan berikut: 

Penjelasan Yohanes 13:13 - Yesus sebagai Tuhan atau Tuan?

Banyak tuduhan terhadap Kristen, salah satunya, tuduhan bahwa Yesus sendiri tidak pernah mengakui diri-Nya sebagai Allah dan bahwa orang Kristen-lah yang men-Tuhan-kan Yesus.
Salah satu ayat yang menunjukkan pengakuan Yesus tentang keTuhananNya adalah Yohanes 13:13. Di mana dalam Yohanes 13:13, Yesus sendiri menyetujui dan jelas berkata,"Kamu menyebut Aku Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan." Ayat ini merupakan salah satu ayat di mana Yesus mengakui keTuhananNya, namun, bagaimanapun jelasnya, tetap saja ayat ini pun dicari-cari kesalahannya dengan tuduhan lain yang menuduh bahwa kata Tuhan (Lord, dalam bahasa Inggris) dalam ayat ini berarti 'tuan' bukan Tuhan. Benarkah tuduhan semacam ini?




Mari kita lihat penjelasan berikut ini, dengan menyoroti arti kata 'tuan' :


Secara umum, seorang tuan menunjukkan seseorang dengan otoritas, kontrol, dan memiliki kekuasaan atas orang lain; dengan menyebut seseorang adalah "tuan" berarti menganggap orang itu sebagai seorang penguasa atau seorang yang memiliki hak mengatur. 
Pada zaman Yesus kata tuan sering digunakan sebagai gelar penghormatan terhadap otoritas duniawi; contoh: ketika penderita kusta memanggil Yesus “Tuhan” dalam Matius 8:2, dia menunjukkan rasa hormat kepada Yesus sebagai seorang penyembuh dan guru (lihat juga Matius 8:25 dan 15:25).

Apakah Yesus satu-satunya jalan ke Surga?




Jawab: Ya, Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Surga. Pernyataan eksklusif semacam ini dapat menusuk telinga  postmodern (agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan), namun bagaimanapun tetap saja memang benar faktanya bahwa Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Surga.  Alkitab mengajarkan bahwa tidak ada jalan lain untuk keselamatan, selain melalui Yesus Kristus. Yesus sendiri berkata dalam Yohanes 14:6, "Kata Yesus kepadanya: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku." (=“I am the way, the truth, and the life. No one comes to the Father except through me.”) Dia bukan salah satu jalan, atau salah satu dari banyak jalan; Dia adalah satu-satunya jalan, hanya satu dan satu-satunya jalan yang benar. Tak ada seorang pun, tidak peduli apapun status, ketenaran, kekuasaan, prestasi, pengetahuan khusus, atau kesucian mereka, yang dapat datang kepada Allah Bapa kecuali melalui Yesus.

Apakah rencana keselamatan / jalan keselamatan itu?



Apakah anda merasa lapar? Bukan lapar secara jasmani, melainkan apakah anda merasa kelaparan akan sesuatu yang lebih di dalam kehidupan anda? Adakah sesuatu jauh di dalam diri anda yang seakan tidak pernah terpuaskan? Jika anda merasa demikian, Yesus adalah jalan! Yesus berkata, "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi." (Yohanes 6:35).

Apa yang membuat Kekristenan unik?





Apakah Kekristenan benar-benar unik, ataukah hanya salah satu dari banyak jalan menuju Kebenaran? Apakah
Kekristenan benar-benar unik di antara banyak agama di seluruh dunia? Jika ya, apa yang membuatnya unik? 

Kristen berbeda dari agama-agama lain.



Agama adalah praktik iman; artinya, agama adalah ketaatan eksternal atau seremonial terhadap seperangkat keyakinan. Secara teknis, ada perbedaan antara iman (sikap internal) dan agama (perbuatan eksternal), namun demi artikel ini, kita akan mendefinisikan "agama Kristen" secara luas sebagai "ketaatan setia terhadap ajaran Yesus Kristus dan para rasul-Nya."

5 Garis Bukti untuk Kebangkitan Yesus Kristus




Fakta bahwa Yesus Kristus telah dibunuh secara keji di depan umum di Yudea pada abad pertama sesudah Masehi, di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, dengan cara penyaliban, atas perintah Sanhedrin Yahudi. Catatan sejarah non-Kristen Flavius ​​Josephus, Cornelius Tacitus, Lucian of Samosata, Maimonides dan bahkan Sanhedrin Yahudi menguatkan laporan para saksi mata Kristen mula-mula tentang aspek penting sejarah kematian Yesus Kristus ini.

Apakah domba Passover/Paschal/Paskah itu? Bagaimana Yesus adalah Anak Domba Paskah kita?

Anak domba Passover adalah hewan yang diperintahkan Allah untuk digunakan sebagai korban di Mesir pada malam hari, ketika Allah membunuh anak-anak sulung dari setiap rumah tangga (Keluaran 12:29). Inilah tulah terakhir yang dikeluarkan Allah terhadap Firaun, dan hal itu menyebabkan Firaun membebaskan orang Israel dari perbudakan (Keluaran 11: 1). Setelah malam yang menentukan itu, Allah memerintahkan orang Israel untuk merayakan Perayaan Passover sebagai peringatan turun temurun yang berlaku selamanya (Keluaran 12:14).


 
Allah memerintahkan setiap rumah tangga orang Israel untuk memilih anak domba jantan berumur setahun yang tidak bercacat (Keluaran 12:5; lihat juga Imamat 22: 20-21). Tiap kepala rumah tangga harus menyembelih anak domba pada senja hari, dengan hati-hati agar tidak ada tulangnya yang patah, dan mengoleskan sebagian dari darahnya ke bagian atas dan sisi kusen pintu rumah. Anak domba itu harus dipanggang dan dimakan (Keluaran 12:7-8). 

Air Hidup



Apa maksud Yesus saat Dia berbicara tentang air hidup?


Yesus menggunakan ungkapan "air hidup" dalam dua bagian di dalam Alkitab. Bagian pertama ditemukan di Yohanes pasal 4. Ketika itu Yesus lelah dan duduk di sebuah sumur sementara murid-murid-Nya sedang pergi ke kota untuk membeli makanan. Seorang perempuan Samaria datang untuk menimba air, dan Yesus meminta air untuk minum. Perempuan Samaria itu cukup terkejut karena Yesus adalah seorang Yahudi, dan bangsa Yahudi membenci bangsa Samaria. Tentu saja, perempuan ini tidak mengetahui siapa Yesus dan bertanya kepada Yesus bagaimana bisa Dia memintanya air untuk minum karena Yesus adalah seorang Yahudi.

Apa yang dimaksud Yesus dengan pernyataan “kamu adalah allah” dalam Yohanes 10:34 ?


Apa yang dimaksud Yesus dengan pernyataan “kamu adalah allah” di Injil Yohanes 10:34?



Perkataan Yesus ini mengutip kitab Mazmur 82:6

Mari kita memulai dengan melihat kitab Mazmur pasal 82, yang dikutip Yesus dalam Injil Yohanes 10:34. Kata “Allah” di kitab Mazmur 82:6 diterjemahkan dari kata Ibrani “elohim.” Kata “elohim” ini biasanya digunakan untuk merujuk pada Allah sejati yang esa, walaupun juga digunakan untuk merujuk pada hal lain. Kitab Mazmur 82:1 menyatakan, “Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi.” Dari tiga ayat berikutnya di bagian ini, kata “allah-allah” merujuk pada “hakim-hakim dan orang-orang yang memiliki posisi berkuasa dan memerintah.” Menyebut hakim yang hanya manusia biasa sebagai “allah” mengindikasikan tiga hal: 1) ia memiliki wewenang atas orang lain, 2) wewenang yang ia gunakan sebagai penguasa sipil harus ditakuti, dan 3) ia mendapat kuasa dan wewenangnya dari Allah sendiri, yang digambarkan menghakimi seluruh bumi di ayat 8.

Tanda Nabi Yunus


Ungkapan "tanda nabi Yunus" digunakan oleh Yesus sebagai metafora tipologis untuk penyaliban, penguburan, dan kebangkitan-Nya


Image credit : youtube.com

Yesus menjawab dengan ungkapan ini ketika orang-orang Farisi bertanya meminta tanda ajaib untuk membuktikan bahwa Dia memang adalah Mesias. Orang-orang Farisi tetap tidak percaya pada pengakuan Yesus tentang diri-Nya, meskipun Dia baru saja menyembuhkan seorang yang kerasukan setan yang buta dan bisu. Tak lama setelah orang-orang Farisi menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa setan, pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka:: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" (Matius 12:38-41)



Apakah Yesus Anak Allah? Bagaimana mungkin Allah yang esa, memiliki Anak?


Banyak orang Muslim bertanya, "Bagaimana mungkin Allah, yang hanya satu/esa/tunggal, memiliki Anak?" Kesalahpahaman atas Trinitas/Tritunggal, menjadikan mereka menuduh Kristen menyembah tiga allah. Namun, orang Kristen percaya bahwa hanya ada satu Allah yang benar. 


Yesus sendiri menegakkan monoteisme. Ketika ditanya tentang hukum yang terutama, Yesus memberikan jawaban ini, 'Jawab Yesus: "Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu." Markus 12: 29-30.

Penjelasan : Yesus sebagai Bintang Timur

Aku, Yesus, telah mengutus malaikat-Ku untuk memberi kesaksian tentang semuanya ini kepadamu bagi jemaat-jemaat. Aku adalah tunas, yaitu keturunan Daud, Bintang Timur yang gilang-gemilang. Wahyu 22:16.


Penunjukkan pertama pada bintang fajar/bintang timur sebagai individu ada dalam Yesaya 14:12: "Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!" Alkitab versi bahasa Inggris King James dan New King James keduanya menerjemahkan "bintang timur" sebagai "Lucifer, putra fajar." Dari seluruh sisa pasal ini, jelas Yesaya menunjuk kepada kejatuhan setan dari Surga (Lukas 10:18). Jadi dalam hal ini, bintang timur mengacu pada setan. Di dalam Wahyu 22:16, Yesus jelas mengidentifikasi diri-Nya sebagai Bintang Timur. 

Jadi mengapa Yesus dan setan digambarkan sebagai "bintang timur"?

Supremasi Kristus


Supremasi (=keagungan/keunggulan/keulungan) Kristus adalah doktrin yang meliputi otoritas Yesus dan hakekat keilahian-Nya. Sederhananya, menegaskan supremasi Kristus adalah menegaskan bahwa Yesus adalah Allah.

 
Kamus Merriam-Webster mendefinisikan kata ‘supreme’ sebagai "tertinggi dalam peringkat atau otoritas" atau "tertinggi dalam derajat atau kualitas." Pada dasarnya, tidak ada yang lebih baik dari yang supreme. Sesuatu yang supreme berarti sesuatu yang tertinggi / terutama / terbesar/ terpenting / terunggul. [Supremacy = the state or condition of being superior to all others in authority, power, or status.; Supreme = superior to all others.] Yesus adalah yang tertinggi / terutama / terbesar /terpenting/ terunggul  dalam kekuasaan, kemuliaan, otoritas, dan kebesaran-Nya.  Supremasi Yesus atas segala sesuatu ditunjukkan secara Alkitabiah terutama dalam kitab Ibrani dan Kolose.

Keilahian Yesus


Apakah keilahian Yesus Alkitabiah ?

Selain pengakuan khusus Yesus sendiri tentang diri-Nya, murid-murid-Nya juga mengakui keilahian Kristus. Mereka mengakui bahwa Yesus memiliki hak untuk mengampuni dosa - sesuatu yang dapat dilakukan hanya oleh Allah - karena dosa adalah pelanggaran terhadap ketetapan Allah (Kisah Para Rasul 5:31; Kolose 3:13; Mazmur 130: 4; Yeremia 31:34). Dalam hubungan dekat dengan klaim yang terakhir ini, Yesus juga disebut sebagai “yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati" (2Timotius 4:1). Tomas berseru kepada Yesus, "Ya Tuhanku dan Allahku!" (Yohanes 20:28). Paulus menyebut Yesus "Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita" (Titus 2:13) dan menunjukkan bahwa sebelum inkarnasi-Nya Yesus telah ada dalam "rupa Allah" (Filipi 2: 5-8). Allah Bapa mengatakan tentang Yesus: ""Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya" (Ibrani 1: 8). Yohanes menyatakan bahwa "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu [Yesus] adalah Allah." (Yohanes 1:1). Ada banyak contoh-contoh dalam Kitab Suci yang mengajarkan tentang keilahian Kristus (lihat Wahyu 1:17, 2:8, 22:13; 1 Korintus 10: 4; 1Petrus 2: 6-8; Mazmur 18:2, 95: 1; 1 Petrus 5: 4; Ibrani 13:20), tetapi bahkan salah satu saja dari ayat-ayat ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Allah

Image credit: artwork by Brent Borup for Framed Legacy.

Yesus juga diberikan gelar yang unik untuk YHWH (nama resmi dari Allah) dalam Perjanjian Lama. Gelar “penebus” dalam Perjanjian Lama (Mazmur 130:7; Hosea 13:14) digunakan untuk Yesus dalam Perjanjian Baru (Titus 2:13; Wahyu 5:9). Yesus disebut Immanuel- "Allah beserta kita" -dalam Matius 1

Pra-eksistensi Yesus

"Apakah Alkitab mendukung pra-eksistensi Yesus?"

 


Dukungan Alkitab tentang  pra-eksistensi Yesus memiliki banyak sisi/perlu dilihat dari banyak segi. Pra-eksistensi didefinisikan sebagai "sudah ada dalam suatu keadan sebelumnya." Dalam hal Yesus Kristus, pra-eksistensi-Nya berarti bahwa, sebelum Ia menjadi manusia dan berjalan di atas bumi, Dia sudah ada sebagai Pribadi kedua dari Allah Tritunggal. Alkitab tidak hanya secara explicit mengajarkan doktrin ini, tetapi juga menyiratkan fakta ini pada berbagai titik di seluruh Injil dan Surat-surat. Selain itu, pekerjaan Yesus sendiri mengungkapkan identitas ilahi-Nya, yang secara konsekuensi,  menunjukkan pra-eksistensi-Nya.

Yesus Lebih Besar dari Segala Sesuatu




Alkitab menyajikan Yesus sebagai lebih besar dari semua yang pernah hidup di hadapan-Nya dan semua orang yang akan pernah datang sebelum kedatangan-Nya. Kolose 1 menegaskan, doktrin supremasi Kristus "dalam segala sesuatu" (Kolose 1:18). Efesus 1:22 mengatakan, “Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.”

3 Perbedaan Penting Yesus dari Semua Pemimpin Agama Lainnya

Dalam hal ini, mempertanyakan bagaimana Yesus berbeda dari para pemimpin agama lainnya seolah mempertanyakan bagaimana matahari berbeda dari bintang-bintang lain di tata surya karena pada prinsipnya adalah tidak ada bintang lain di tata surya kita selain matahari!


  8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa! (Filipi 2:8-11)

2 Makna tentang Yesus sebagai Awal dan Akhir [Alpha dan Omega]

"Aku adalah Alfa dan Omega, firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."  Wahyu 1:8


Yesus menyatakan diri-Nya sebagai "Alpha dan Omega" dalam Wahyu 1:8, 11; 21:6; dan 22:13. Alpha dan Omega adalah huruf pertama dan huruf  terakhir dari abjad Yunani. Di antara para rabi Yahudi, merupakan hal yang biasa untuk menggunakan huruf pertama dan huruf terakhir dari abjad Ibrani untuk menunjukkan keseluruhan dari apapun, dari awal sampai akhir. Yesus sebagai yang awal dan yang akhir dari segala sesuatu menunjuk hanya pada satu-satunya Allah yang benar. Pernyataan kekekalan ini dapat diberlakukan hanya kepada Allah. Hal ini terlihat terutama dalam Wahyu 22:13, di mana Yesus menyatakan bahwa Dia adalah "Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.