Resolusi Tahun Baru Terbaik

Resolusi tahun baru : 1. menurunkan berat badan, 2. Berhenti minum minuman keras, 3. Berhenti merokok, 4. Bergabung di klub fitness, 5. Mencari pekerjaan baru, 6. Melunasi hutang-hutang, 7. Sekolah lagi. 
 
Memasuki tahun baru 2015, sudah terpikirkah apa resolusi yang hendak anda capai di tahun baru ini? Mungkin anda berpikir, hampir setiap tahun baru anda membuat resolusi, namun tak satupun yang akhirnya benar-benar terpenuhi. Sering kita bersemangat membuat resolusi di awal tahun namun kemudian macet di pertengahan tahun bersamaan dengan menurunnya semangat dan menghilangnya suasana tahun baru. Berbicara mengenai resolusi di tahun baru, mayoritas kita sering membuat resolusi-resolusi jasmaniah, seperti misalnya : ingin bertubuh lebih langsing, hidup lebih sehat, hidup lebih produktif, lebih baik dalam mengatur keuangan, lebih sukses dalam karir, lebih banyak jalan-jalan ke tempat-tempat eksotis favorit, bisa ke luar negeri, mendapatkan kekasih idaman di tahun ini, mendapatkan promosi atau jabatan incaran dan lain lain. Namun bagaimana dengan resolusi yang terkait dengan kekekalan, pencapaian kerohanian? Pernahkah hal seperti ini terpikirkan untuk menjadi resolusi tahun baru anda? Atau mungkin anda bahkan menganggap, tidak penting bagi anda untuk menetapkan resolusi perubahan untuk diraih di tahun baru ini?



Humor dari komik si bandel Calvin and teman imaginasinya Hobbes : Calvin, "Resolusi? Aku?? Apa maksudmu? Bahwa aku perlu berubah?? Hmm, kawan, sejauh yang aku ketahui, aku sudah sempurna sebagaimana aku sekarang!"


Tentunya kita tidak ingin bermegah dengan mengatakan bahwa kita telah cukup baik dan tidak memerlukan perbaikan-perbaikan. Meneladani apa yang dtuliskan oleh Rasul Paulus di dalam Filipi 3: 7-8. Rasul Paulus menuliskan ,"Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia melebihi semuanya."

Dia melanjutkan dengan mengatakan dalam Filipi 3: 8-9, "
Oleh karena Dialah aku melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah [kata sampah yang dia gunakan secara harfiah berarti kotoran] supaya aku memperoleh Kristus dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menuruti hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran yang melalui iman di dalam Kristus- yaitu kebenaran yang datang dari Allah dan karena iman."

Paulus tidak berbicara mengenai kebaikan-kebaikan yang ditemukan dalam dirinya atau yang ia lakukan - ia menyatakan bahwa pembenaran diri dengan menuruti hukum Taurat sebagai sesuatu yang tidak layak atau sampah. Tidak berharga! Dan sebagai resolusi ia katakan, "Aku ingin lebih mengenal Kristus dengan lebih baik." Hal yang luar biasa dari Paulus adalah bahwa dia telah mengenal Kristus selama tiga puluh tahun, namun dia tetap memutuskan untuk mengenal Kristus lebih lagi. Paulus menyatakan sebuah resolusi : "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati."(Filipi 3: 10-11). Karena iman, Paulus pada dasarnya mengatakan, "Saya ingin mengenal Kristus dan menjalani hidup dengan iman dalam pekerjaan yang telah diselesaikan oleh Kristus."

Berapa lamakah anda telah menjadi seorang percaya? Menganut agama Kristen dan pergi ke gereja setiap hari Minggu tidak menjamin bahwa kita adalah seorang percaya dan pengikut Kristus yang sejati. Seorang Kristen sejati berarti seorang yang sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi, serta memiliki hubungan pribadi dengan Kristus. Dan sebagai seorang yang telah sungguh-sungguh percaya, sebagaimana janji Kristus bahwa Ia akan mengirimkan seorang Penolong bagi kita, Roh Kudus yaitu Roh Allah sendiri untuk tinggal berdiam di dalam diri setiap orang percaya dan memperbaharui orang percaya tersebut untuk menjadi makin lebih menyerupai Kristus hari lepas hari, hingga akhirnya mencapai kesempurnaan di Surga nanti. 

Sebab karena kasih karunia  kamu diselamatkan oleh iman ; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu jangan ada orang yang memegahkan diri. Efesus 2:8-9.

Menjadi seorang percaya, berarti mengikuti teladan dan setiap langkah-langkah Kristus, serta mentaati Firman-Nya. Untuk mentaati Firman-Nya maka seorang percaya perlu mengenal Firman-Nya dengan membaca dan mempelajari Firman-Nya itu. Pengertian yang kita dapatkan bukanlah pengertian kita sendiri, melainkan pengertian oleh karena pencerahan dari Roh Kudus, seseorang hanya dapat mengerti Firman Tuhan secara benar jika Tuhan sendiri memberikan pengertian tersebut kepadanya. Lalu sebagai seorang yang terus diperbaharui oleh Roh-Nya, orang percaya tersebut seharusnya menunjukkan buah Roh yaitu perbuatan-perbuatan baik sebagai bukti karya keselamatan yang telah Tuhan kerjakan di dalam diri orang percaya tersebut. Sebagai seorang yang percaya kepada Kristus, kita tidak melakukan perbuatan-perbuatan baik supaya selamat, tetapi kita telah diselamatkan oleh karya keselamatan yaitu penebusan yang telah dikerjakan oleh Yesus Kristus di atas kayu salib. Perbuatan-perbuatan baik yang kita lakukan adalah bukti keselamatan yang telah kita peroleh dengan gratis, anugerah Allah bagi kita melalui Putra-Nya yang Tunggal, Yesus Kristus, bukti bahwa Roh Allah tinggal di dalam kita dan memperbahurui kita untuk semakin lama menjadi semakin seperti Kristus.


Lalu bagaimana menerapkan resolusi Rasul Paulus tersebut sebagai resolusi kita di tahun baru ini ?

Suatu contoh, jika anda telah menikah. Maka sewajarnya anda telah mengenal istri atau suami anda mungkin selama bertahun-tahun, dan setiap hari anda tentu dapat mengenal pasangan anda dengan lebih baik lagi. Bagaimanakah anda dapat  mengenal pasangan anda dengan lebih baik lagi? Tentulah dengan menghabiskan waktu dengannya, berbicara dengan pasangan anda, mendengarkan, dan bertanya kepadanya.

Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Kolose 3:2.
Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan , lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita. Kolose 3:17.

Demikian juga halnya dalam menerapkan resolusi Paulus ini, kita bisa mengenal Kristus dengan menghabiskan waktu dalam Firman-Nya, berbicara dengan Dia melalui doa, merenungkan Firman-Nya, dan meminta pertolongan-Nya untuk dapat mengerti Firman yang disampaikanNya. Jika kita ingin mengenal Tuhan lebih baik, hal yang harus kita lakukan adalah dengan berada dalam FirmanNya setiap hari! Bukan hanya sekedar membaca ayat-ayat dalam Kitab Suci, tetapi merenungkan ayat-ayat tersebut, menerapkan secara pribadi, dan menjadikan ayat-ayat Firman Tuhan tersebut sebagai bagian dari hidup kita

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci , semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:8.

Resolusi ini seharusnya tidak hanya berlangsung selama bulan Januari dan Februari, atau mungkin dari musim hujan ke musim kemarau lalu kita menyerah. Ini adalah resolusi yang harus berlangsung sepanjang tahun, sampai hari ketika Allah memanggil kita dari dunia ini. Pada hari itu, keinginan kita untuk sepenuhnya mengenal Kristus akan akhirnya terpenuhi, karena kita akan melihat Dia muka dengan muka dan akan bersama-Nya selama-lamanya di KerajaanNya yaitu di Surga. Sekali lagi, keselamatan yang kita peroleh bukan karena perbuatan-perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena anugerah-Nya dan kebaikan Yesus Kristus, serta apa yang telah Dia lakukan. Keselamatan adalah seratus persen pemberian Allah, nol persen usaha kita, dan semuanya hanya untuk kemuliaan-Nya.

Jika anda memutuskan untuk menjadikan resolusi rasul Paulus ini sebagai resolusi anda di tahun 2015. Berdoalah mohon pertolongan Tuhan untuk menguatkan anda dalam menjalaninya dengan setia. Tuhan memberkati anda.



Disarikan dari renungan oleh Randy Alcorn.



Apakah resolusi tahun baru anda dan pergumulan yang anda hadapi dalam usaha anda untuk mencapainya? Tuliskanlah dalam kolom komentar di bawah ini.



 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar