Sebarkan Pesan Injil

Rasul Paulus, Bagian 5 : Musuh-musuh Paulus

Paulus mati dipenggal, tradisi menegaskan, di bawah penganiayaan Nero dekat tonggak ketiga di jalan Ostian

Ajaran dan pemberitaan Paulus tentang Yesus tidaklah populer. Jika keberhasilan misi penginjilan diukur oleh banyaknya jumlah lawan/oposisi, maka misi Paulus akan dianggap sebagai suatu kegagalan total. Ini akan cocok dengan pernyataan Kristus tentang Paulus kepada Ananias: "Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku” (Kisah Para Rasul 9:16). Kitab Kisah Para Rasul sendiri mencatat lebih dari 20 episode yang berbeda dari penolakan dan perlawanan terhadap pemberitaan Paulus tentang keselamatan. Kita juga harus menganggap serius adanya pengulangan tentang penolakan dan perlawanan yang dituliskan Paulus dalam 2Korintus 11:23-27. Sebenarnya, permusuhan dan penolakan tersebut diharapkan, mengingat pendengarnya adalah orang-orang Yunani dan Yahudi. Bagi orang Yunani yang percaya dewa-dewa, pemberitaan tentang adanya seorang Pembebas yang disalibkan adalah suatu kontradiksi  yang tidak masuk akal, demikian pula halnya bagi orang Yahudi, pemberitaan tentang Mesias yang disalibkan adalah penghujatan yang penuh kenajisan.

Musuh Paulus terdiri dari tiga. Pertama, adanya musuh spiritual ditunjukkan dalam tulisannya bahwa ia sangat menyadari adanya musuh spiritual ini (misalnya dalam 1 Tesalonika 2:18). Kedua, adanya yang telah ia sebutkan sebagai sasaran awal penginjilannya yaitu orang Yahudi dan juga orang non-Yahudi, banyak dari mereka yang akan menyiksa dan mengusir dia. Terakhir, mungkin yang paling menyebabkan kesedihan baginya, adalah - Gereja mula-mula itu sendiri.

Fakta bahwa Paulus dipandang sebagai aneh dan dipertanyakan, tidak hanya oleh sesama orang Yahudi, tetapi juga oleh sejumlah rekan Kristen yang Yahudi, tidak diragukan lagi tentu sangat menyakitkan baginya. Tantangan atas otoritas dan keaslian Paulus di luar Tubuh Kristus sudah pasti, tetapi tantangan dari dalam Tubuh Kristus sendiri adalah musuh yang berbeda yang menjadi pergumulannya. 1Korintus 9: 1-3 (1 Bukankah aku rasul? Bukankah aku orang bebas? Bukankah aku telah melihat Yesus, Tuhan kita? Bukankah kamu adalah buah pekerjaanku dalam Tuhan? 2 Sekalipun bagi orang lain aku bukanlah rasul, tetapi bagi kamu aku adalah rasul. Sebab hidupmu dalam Tuhan adalah meterai dari kerasulanku. 3 Inilah pembelaanku terhadap mereka yang mengeritik aku.) adalah contoh: Paulus menegaskan kepada Gereja bahwa ia ditugaskan oleh Kristus (penegasan Paulus lainnya dapat dibaca dalam Roma 1:5; 1Korintus 1:1-2; 2Korintus 1:1; Galatia 1:1). Beberapa bahkan ada yang percaya bahwa 2Korintus 11:26 menunjukkan adanya rencana untuk membunuh Paulus; suatu persekongkolan yang dibentuk oleh orang-orang Kristen lainnya.

Adanya kombinasi perlawanan-perlawanan berikut : dibenci oleh orang-orang sebangsa, adanya musuh-musuh rohani, dan tidak dipercaya saudara seiman-tentu seharusnya semua ini telah dapat menyebabkan rasul Paulus putus asa berkali-kali, hal ini terbukti dalam tulisan-tulisannya bahwa ia menjalankan pekerjaan misionaris dengan kemungkinan akan menghadapi kemartiran/ mati syahid (Filipi 2:17), yang akhirnya benar-benar menjadi kenyataan. Paulus mati dipenggal, tradisi menegaskan, di bawah penganiayaan Nero dekat tonggak ketiga di jalan Ostian. Konstantin membangun sebuah gereja kecil untuk menghormati Paulus pada tahun 324SM, yang ditemukan pada tahun 1835 selama penggalian sebelum didirikannya katedral yang sekarang. Di salah satu lantai ditemukan prasasti
PAVLO APOSTOLO MART-  "Untuk Paulus, rasul dan martir".

Bersambung ke Kesimpulan

Sumber : GotQuestions.org


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...