Sebarkan Pesan Injil

7 Bukti bahwa Alkitab adalah Firman Allah (Bagian B)

 
Image credit : reasons.org

Inilah 7 Bukti-bukti bahwa Alkitab adalah benar-benar Firman Allah.

Posting ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya tertanggal 6 Desember 2014: Bagian A 

Bagian B, menunjukkan 3 bukti-bukti lainnya, sebagai berikut :  




B) Bukti-bukti lain :


1) Alkitab bisa bersatu dan harmonis, padahal Alkitab ditulis dalam jangka waktu 1500-1600 tahun, oleh kurang lebih 40 orang, yang:

a) Hidup pada jaman yang berbeda.
Memang ada yang hidup sejaman, seperti Matius dengan Yohanes. Tetapi banyak juga yang hidup pada jaman yang berbeda seperti Musa, Daud, Yohanes, dan sebagainya.

b) Mempunyai latar belakang yang berbeda (ada yang petani, gembala, nabi, nelayan, raja, dsb).

c) Banyak yang tidak kenal satu sama lain.
Sekarang pikirkan: bagaimana mungkin 40 penulis ini, yang hidup pada jaman berbeda, dengan latar belakang yang berbeda dan banyak yang tidak saling mengenal, bisa menuliskan kitab-kitab, yang lalu bisa bersatu dan harmonis seperti Kitab Suci kita?

Illustrasi:

Kalau saya memberikan 40 buku kepada 40 orang dan menyuruh mereka menuliskan suatu karangan sesuka hati mereka, maka hasilnya pasti tidak akan bisa dikumpulkan menjadi satu buku. Mengapa? Karena isinya pasti akan bertentangan satu sama lain, atau sama sekali tidak berhubungan satu sama lain.

Tetapi akan lain ceritanya kalau saya mengontrol / mengarahkan 40 orang itu, misalnya dengan menyuruh si A mengarang tentang mata manusia, si B tentang telinga manusia, si C tentang jantung manusia, si D tentang paru-paru manusia dst, maka besar kemungkinan hasilnya bisa dibukukan menjadi satu, menjadi buku biologi.

Jadi, kalau hasil dari 40 penulis Alkitab itu bisa dibukukan menjadi suatu buku yang bersatu dan harmonis, maka pastilah ada ‘Satu Orang’ yang menguasai / mengontrol dan mengarahkan ke 40 penulis tersebut. Dan siapakah yang bisa menguasai / mengontrol dan mengarahkan 40 orang yang hidup dalam jangka waktu 1500-1600 tahun? Hanya ada ‘Satu Orang’ yang bisa melakukan hal itu, dan itu adalah Allah sendiri.



2) Alkitab tidak bisa habis dipelajari.

Kalau saudara mempelajari buku lain, bagaimanapun tebalnya buku itu, maka pada suatu saat buku itu akan habis dipelajari dan saudara tidak akan bisa menambah pengetahuan apa-apa lagi dari buku itu. Tetapi Alkitab sudah dipelajari oleh jutaan manusia selama ribuan tahun, dan tidak ada seorangpun yang bisa tamat belajar Alkitab!

Ada yang mengatakan bahwa kalau buku lain itu seperti bak, yang sekalipun besar, tetapi kalau terus diambili airnya, maka airnya akan habis. Tetapi Alkitab seperti sebuah sumber, yang sekalipun terus diambili airnya, tidak akan pernah habis.

Kalau saudara belajar Alkitab, sekalipun makin lama saudara akan makin banyak mengerti tentang Alkitab, tetapi anehnya saudara akan melihat bahwa makin banyak juga hal-hal yang belum saudara mengerti tentang Alkitab.

Ini menunjukkan:
a) Alkitab merupakan buku yang aneh sendirian, karena Alkitab adalah Firman Allah.
b) Manusia tidak bisa mempelajari Alkitab secara tuntas, apalagi mengarangnya!



3) Semua nubuat / ramalan dalam Alkitab terjadi dengan tepat.


Manusia bisa meramal dengan:

a) Ilmu pengetahuan.
Misalnya: ramalan cuaca, ramalan akan terjadinya gerhana, ramalan dari dokter tentang umur seseorang (yang sudah sakit berat).
b) Kuasa gelap.
Ini macamnya banyak sekali, seperti penggunaan jailangkung, cucing, ramalan dengan melihat garis tangan (guamia), dsb.
Ramalan-ramalan seperti itu pasti kadang-kadang meleset. Ramalan dengan menggunakan ilmu pengetahuan sering meleset, baik sedikit atau banyak. Yang paling banyak meleset mungkin adalah ramalan cuaca! Saya sering mendengar ramalan yang diberikan melalui kuasa gelap, seperti jailangkung, dan saya tahu sendiri ada ramalan-ramalan yang tepat, tetapi saya juga tahu sendiri ada yang meleset!

Tetapi semua nubuat / ramalan dalam Kitab Suci terjadi dengan tepat!.

Contoh:

1. Yesaya 7:14 - “Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel”.

Ada banyak ramalan murahan, yang memang kemungkinan untuk terjadi cukup besar. Misalnya kalau sekarang sedang musim hujan dan seseorang meramal nanti malam akan hujan. Atau seseorang yang meramal bahwa saudara akan mendapat problem dalam bulan ini. Ini banyak cocoknya, karena siapa yang bisa tidak mengalami problem dalam 1 bulan penuh?

Tetapi nubuat dalam Yesaya 7:14 ini sama sekali bukan ramalan murahan. Yesaya menubuatkan bahwa seorang perempuan muda (seharusnya ‘perawan’) akan mengandung dan sebagainya. Ini nubuat yang betul-betul tidak masuk akal, tetapi toh terjadi dengan tepat!

Berdasarkan Matius 1:20-23 - “(20) Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ‘Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. (21) Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa mereka.’ (22) Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: (23) ‘Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel’ - yang berarti: Allah menyertai kita”. Dan hebatnya nubuat ini diberikan sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Kristus!

2. Mikha 5:1 - “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagiKu seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala”.
Nabi Mikha menubuatkan tempat / kota kelahiran dari Kristus, juga pada sekitar 700 tahun sebelum kelahiran Kristus!

3. Yes 53:3-7,9 - “(3) Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. (4) Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. (5) Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. (6) Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi TUHAN telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. (7) Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa ke pembantaian; seperti induk domba yang kelu di depan orang-orang yang menggunting bulunya, ia tidak membuka mulutnya. ... (9) Orang menempatkan kuburnya di antara orang-orang fasik, dan dalam matinya ia ada di antara penjahat-penjahat, sekalipun ia tidak berbuat kekerasan dan tipu tidak ada dalam mulutnya”.

Berdasarkan Mazmur 22:2,8,9,16,17,19 - “(2) Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku? Aku berseru, tetapi Engkau tetap jauh dan tidak menolong aku. ... (8) Semua yang melihat aku mengolok-olok aku, mereka mencibirkan bibirnya, menggelengkan kepalanya: (9) ‘Ia menyerah kepada TUHAN; biarlah Dia yang meluputkannya, biarlah Dia yang melepaskannya! Bukankah Dia berkenan kepadanya?’ ... (16) kekuatanku kering seperti beling, lidahku melekat pada langit-langit mulutku; dan dalam debu maut Kauletakkan aku. (17) Sebab anjing-anjing mengerumuni aku, gerombolan penjahat mengepung aku, mereka menusuk tangan dan kakiku. ... (19) Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku”.
Dalam text dari Yesaya 53 dan Mazmur 22, penderitaan dan kematian Kristus dinubuatkan secara cukup terperinci, dan semua terjadi dengan tepat!

4. Matius 24:2 - “Ia berkata kepada mereka: ‘Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batupun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.’”.
Nubuat dari Yesus ini juga tidak masuk akal. Kalaupun ada gempa bumi dengan kekuatan 10 pada skala Richter, mungkinkah Bait Allah itu akan hancur sedemikian rupa sehingga tidak ada satu batu yang melekat pada batu yang lain? Rasanya tidak mungkin bukan? Tetapi ada orang yang mengatakan bahwa nubuat ini terjadi dengan tepat pada saat orang-orang Romawi menyerbu Yerusalem dan membakar Bait Allah. Lapisan emasnya meleleh dan masuk ke celah-celah batu, dan untuk mendapatkannya orang-orang lalu membelah batu-batu itu sehingga betul-betul tidak ada satu batu melekat pada batu yang lain!
Memang dalam Kitab Suci ada nubuat / ramalan yang belum terjadi, seperti nubuat tentang kedatangan Kristus untuk keduakalinya. Tetapi tidak ada satupun nubuat yang meleset.


Bandingkan dengan 6 kelompok ayat di bawah ini sebagai buktinya:


1. Ayat-ayat yang menunjukkan bahwa hanya Allah yang bisa menubuatkan / meramalkan apa yang akan terjadi:

a. Yesaya 41:26-27 - “(26) Siapakah yang memberitahukannya dari mulanya, sehingga kami mengetahuinya, dan dari dahulu, sehingga kami mengatakan: ‘Benarlah dia?’ Sungguh, tidak ada orang yang memberitahukannya, tidak ada orang yang mengabarkannya, tidak ada orang yang mendengar sepatah katapun dari padamu. (27) Sebagai yang pertama Aku memberitahukannya kepada Sion, dan Aku memberikan orang yang membawa kabar baik kepada Yerusalem”.
b. Yesaya 42:9 - “Nubuat-nubuat yang dahulu sekarang sudah menjadi kenyataan, hal-hal yang baru hendak Kuberitahukan. Sebelum hal-hal itu muncul, Aku mengabarkannya kepadamu.’”.
c. Yesaya 43:12 - “Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksiKu,’ demikianlah firman TUHAN, ‘dan Akulah Allah”.
d. Yesaya 45:21 - “Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari padaKu! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!”.
e. Yesaya 46:9-10 - “(9) Ingatlah hal-hal yang dahulu dari sejak purbakala, bahwasanya Akulah Allah dan tidak ada yang lain, Akulah Allah dan tidak ada yang seperti Aku, (10) yang memberitahukan dari mulanya hal yang kemudian dan dari zaman purbakala apa yang belum terlaksana, yang berkata: KeputusanKu akan sampai, dan segala kehendakKu akan Kulaksanakan”.
f. Yesaya 48:5 - “maka Aku memberitahukannya kepadamu dari sejak dahulu; sebelum hal itu menjadi kenyataan, Aku mengabarkannya kepadamu, supaya jangan engkau berkata: Berhalaku yang melakukannya, patung pahatanku dan patung tuanganku yang memerintahkannya”.


2. Ayat-ayat dimana Allah menantang dewa-dewa / allah-allah lain / berhala-berhala dan nabi-nabi palsu mereka untuk menubuatkan / meramalkan apa yang akan terjadi:

a. Yesaya 41:22-23 - “(22) Biarlah mereka maju dan memberitahukan kepada kami apa yang akan terjadi! Nubuat yang dahulu, beritahukanlah apa artinya, supaya kami memperhatikannya, atau hal-hal yang akan datang, kabarkanlah kepada kami, supaya kami mengetahui kesudahannya! (23) Beritahukanlah hal-hal yang akan datang kemudian, supaya kami mengetahui, bahwa kamu ini sungguh allah; bertindak sajalah, biar secara baik ataupun secara buruk, supaya kami bersama-sama tercengang melihatnya!”.
b. Yesaya 43:9 - “Biarlah berhimpun bersama-sama segala bangsa-bangsa, dan biarlah berkumpul suku-suku bangsa! Siapakah di antara mereka yang dapat memberitahukan hal-hal ini, yang dapat mengabarkan kepada kita hal-hal yang dahulu? Biarlah mereka membawa saksi-saksinya, supaya mereka nyata benar; biarlah orang mendengarnya dan berkata: ‘Benar demikian!’”.
c. Yesaya 44:7 - “Siapakah seperti Aku? Biarlah ia menyerukannya, biarlah ia memberitahukannya dan membentangkannya kepadaKu! Siapakah yang mengabarkan dari dahulu kala hal-hal yang akan datang? Apa yang akan tiba, biarlah mereka memberitahukannya kepada kami!”.
d. Yesaya 45:21 - “Beritahukanlah dan kemukakanlah alasanmu, ya, biarlah mereka berunding bersama-sama: Siapakah yang mengabarkan hal ini dari zaman purbakala, dan memberitahukannya dari sejak dahulu? Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari padaKu! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku!”.
e. Yesaya 47:13-15 - “(13) Engkau telah payah karena banyaknya nasihat! Biarlah tampil dan menyelamatkan engkau orang-orang yang meneliti segala penjuru langit, yang menilik bintang-bintang dan yang pada setiap bulan baru memberitahukan apa yang akan terjadi atasmu! (14) Sesungguhnya, mereka sebagai jerami yang dibakar api; mereka tidak dapat melepaskan nyawanya dari kuasa nyala api; api itu bukan bara api untuk memanaskan diri, bukan api untuk berdiang! (15) Demikianlah faedahnya bagimu dari tukang-tukang jampi itu, yang telah kaurepotkan dari sejak kecilmu; masing-masing mereka terhuyung-huyung ke segala jurusan, tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau”.
f. Yesaya 48:14 - “Berhimpunlah kamu sekalian dan dengarlah! Siapakah di antara mereka memberitahukan semuanya ini? Dia yang dikasihi TUHAN akan melaksanakan kehendak TUHAN terhadap Babel dan menunjukkan kekuatan tangan TUHAN kepada orang Kasdim”.
Jelas bahwa hanya Tuhan yang bisa menubuatkan masa depan, berhala tidak bisa. Dan memang, Kitab Suci agama lain mana yang mempunyai nubuat-nubuat seperti dalam Kitab Suci kita? Kitab Suci agama lain dipenuhi dengan ajaran, tetapi tidak ada nubuat! Nubuat-nubuat yang digenapi secara sempurna dalam Kitab Suci kita ini, merupakan keunggulan Kitab Suci kita, dan membuktikan bahwa Kitab Suci kita memang adalah Firman Allah.


3) Alkitab tahu bahwa bumi ini bulat, dan tidak disangga oleh tiang-tiang, jauh sebelum manusia mengetahuinya (Yesaya 40:22 Ayub 26:7).

Yesaya 40:22a berbunyi: “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi”.
Ayub 26:7 berbunyi: “Allah membentangkan utara di atas kekosongan, dan menggantungkan bumi pada kehampaan”.
Dulu manusia beranggapan bahwa bumi ini datar seperti meja. Manusia baru mengetahui bahwa bumi ini bulat pada abad 15, tepatnya pada tahun 1492 (Columbus). Tetapi hal itu ternyata sudah tertulis dalam Kitab Yesaya (abad 7 S.M., atau lebih dari 2000 tahun sebelum Columbus!), dan bahkan dalam kitab Ayub yang lebih kuno lagi sudah dikatakan bahwa bumi tidak digantung atau disangga tiang-tiang (sekelilingnya kosong)! Dari mana penulis-penulis Alkitab itu mengetahui hal itu? Pada saat itu tidak ada seorang manusiapun yang tahu tentang hal itu. Jelas bahwa mereka mengetahui hal itu dari Allah!


4) Musa tidak mungkin bisa mendapatkan 10 hukum Tuhan, khususnya hukum 1 dan hukum 2, dari siapapun kecuali dari Allah.

The Biblical Illustrator (tentang Keluaran 20:1-dst): “Said a lawyer of eminence, who was led to renounce his infidelity by the study of the Decalogue: ‘I have been looking into the nature of that law: I have been trying to see whether I can add anything to it, or take anything from it, so as to make it better. Sir, I cannot; it is perfect.’ And then, having shown this to be so, he concluded: ‘I have been thinking where did Moses get that law? I have read history. The Egyptians and the adjacent nations were idolaters: so were the Greeks and Romans: and the wisest and best Greeks and Romans never gave a code of morals like this. Where did he get it? He could not have soared so far above his age as to have devised it himself. It came down from heaven. I am convinced of the truth of the religion of the Bible.’”.


5) Alkitab tetap terpelihara sampai sekarang padahal:

a) Alkitab adalah buku yang paling kuno. Tidak ada buku yang setua Alkitab. Kitab Kejadian sudah berusia 3500 tahun!
b) Banyak orang menyerang Alkitab untuk menghancurkannya.
Ada serangan yang bersifat fisik, yang menghancurkan manuscript-manuscript / naskah-naskah Alkitab, dan ada serangan yang berupa ajaran-ajaran sesat, yang menyerang ajaran-ajaran Alkitab, supaya manusia tidak mempercayainya. Tetapi ternyata, Alkitab tidak bisa musnah, sebaliknya makin populer!

Misalnya:

Seorang bernama Tom Paine menulis buku yang berjudul ‘The Age of Reason’ yang menyerang Alkitab, dan ia meramalkan bahwa bukunya akan laris di seluruh dunia sedangkan Alkitab hanya akan dijumpai di museum. Tetapi kenyataannya, sekarang Alkitab bisa dijumpai dimana-mana dan buku ‘The Age of Reason’ itu yang hanya bisa dijumpai di museum.

Mirip dengan itu, seorang yang bernama Voltaire mengatakan: 100 tahun setelah kematianku, Alkitab hanya akan ada di museum. Tetapi ternyata 100 tahun setelah kematiannya, tempat dimana ia mengucapkan kata-kata itu jatuh ke tangan ‘Geneva Bible Society’, dan ruangan itu diisi penuh dengan Alkitab dari lantai sampai langit-langitnya.

Tetap terpeliharanya dan makin tersebarnya Alkitab, sekalipun diserang selama ribuan tahun, menunjukkan secara jelas bahwa Allah melindungi buku karanganNya itu!


6) Alkitab bisa ‘berbicara’ kepada kita!

Kesaksian:

a) Pada waktu saya dipanggil Tuhan, keluarga saya mengatai saya sebagai gila, karena meninggalkan I.T.S. tingkat V untuk menjadi hamba Tuhan. Ternyata pada saat teduh bersama dengan keluarga, ayat yang diambil oleh buku saat teduhnya adalah dari Kisah Para Rasul 26:24 - “Sementara Paulus mengemukakan semuanya itu untuk mempertanggung-jawabkan pekerjaannya, berkatalah Festus dengan suara keras: ‘Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila.’”, dan lalu renungannya berkata: ‘Orang kristen sering dianggap gila oleh dunia, tetapi sebetulnya bukan orang kristen yang gila, tetapi dunialah yang gila’. Saya betul-betul terharu melihat bagaimana Tuhan berbicara membela saya melalui Alkitab / firmanNya!
b) Yesaya 40:27-31 Yes 41:8-10 berbicara kepada saya pada waktu Sekolah Theologia di Amerika.
Pada saat itu saya baru di Amerika belum sampai 1 bulan, dan problem saya bukan main banyaknya. Satu teman saya menghibur saya dengan membacakan kedua text ini.
Yesaya 40:27-31 - “(27) Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: ‘Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?’ (28) Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertianNya. (29) Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. (30) Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, (31) tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah”.
Yesaya 41:8-10 - “(8) Tetapi engkau, hai Israel, hambaKu, hai Yakub, yang telah Kupilih, keturunan Abraham, yang Kukasihi; (9) engkau yang telah Kuambil dari ujung-ujung bumi dan yang telah Kupanggil dari penjuru-penjurunya, Aku berkata kepadamu: ‘Engkau hambaKu, Aku telah memilih engkau dan tidak menolak engkau’; (10) janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kananKu yang membawa kemenangan”.
Pada waktu teman saya itu membacakan ayat-ayat Kitab Suci ini, saya betul-betul merasa seolah-olah Tuhan ada di depan saya dan berbicara kepada saya. Kata-kata dari Alkitab itu sangat mengena, dan khususnya Yes 41:9a itu sangat cocok karena saya adalah orang Indonesia yang saat itu berada di Amerika. Dan selama 3 tahun saya sekolah di Amerika, berulang kali pada saat dalam penderitaan, saya membaca ulang text ini dan berulang kali juga Tuhan menghibur dan menguatkan saya. Ia memang berbicara menggunakan Alkitab yang adalah FirmanNya!


Baca posting sebelumnya : Bagian A


Sumber : Hermeneutics oleh Pdt. Budi Asali, M.Div. 




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...