Keadilan Allah vs Dosa


God is God of Justice (=Allah adalah Allah yang adil). Adil (bahasa Inggris: just) atau keadilan (bahasa Inggris: justice). 

Apakah maksudnya keadilan Allah itu? 




Keadilan berarti “apa yang seharusnya “atau "sebagaimana mestinya." Keadilan adalah salah satu karakter Allah dan mengalir keluar dari kesucian/kekudusan-Nya. Keadilan dan kebenaran sering digunakan secara sinonim di dalam Alkitab. Karena kebenaran adalah kualitas atau karakter dari seseorang yang benar atau seseorang yang adil. Kebenaran adalah salah satu karakter Allah yang menggabungkan keadilan dan kekudusan-Nya.

 
Untuk dapat memahami keadilan Allah, kita harus memahami dulu apakah dosa itu. Karena tanpa pemahaman yang benar akan dosa, kita tidak akan dapat memahami keadilan Allah. 

Jadi, apakah dosa itu?


KORBAN PERTAMA : Tebusan Darah dan Bayangan dari Penebusan Kristus (Seri 3)


Pakaian dari kulit binatang


Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka. Kejadian 3 : 21




Penekanan bahwa Allah memberikan pakaian dari kulit binatang dengan mengorbankan hewan. Pakaian dari kulit binatang tidak dapat diperoleh tanpa membunuh hewan tersebut. Sebagai akibat dosa, untuk menutup ketelanjangan manusia, maka dibutuhkan korban, darah hewan yang dibunuh tercurah.

Ini adalah hadiah gratis dari Allah. "Allah membuat pakaian" yang menutupi ketelanjangan mereka dari kepala sampai kaki. Hal ini menunjukkan bahwa keselamatan adalah karunia Allah.

JANJI KESELAMATAN PERTAMA / NUBUAT PERTAMA TENTANG MESIAS (Seri 2)



Dalam Kejadian 1 dan 2, Allah telah menciptakan alam semesta, yang mencakup semua makhluk hidup dan manusia, sebagai mahkota ciptaan. Seandainya Adam dan Hawa mentaati Allah dalam satu larangan (untuk tidak makan buah dari pohon tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat, Kejadian 2: 16-17), mereka tentu dapat hidup kekal/abadi dalam persekutuan dengan Allah dan dalam pekerjaan yang menyenangkan di taman. Setan mencobai mereka dan manusia akhirnya melanggar perintah Allah. 

Ketidaktaatan ini berakibat fatal, yaitu kematian, suatu kondisi dimana manusia terpisah dari hadapan Allah, terkutuk di hadapan Allah yang maha suci.



Benih Perempuan (Kejadian 3:15)







Janji keselamatan diberikan kepada manusia sebelum mati secara fisik. Ini adalah janji pertama dari kasih karunia Allah, bahwa akan datang Sang Penebus yaitu Mesias. Mesias yang dijanjikan ini adalah "benih perempuan" – bahwa Ia akan lahir dari seorang perempuan (bukan keturunan perempuan dan laki-laki seperti semua manusia sejak dari Adam dan Hawa).



DOSA PERTAMA / KEJATUHAN MANUSIA KE DALAM DOSA (Seri 1)




Dosa Pertama (Dosa Asal)



Sebelumnya telah dibahas, bahwa tujuan Allah menciptakan manusia adalah untuk memuliakan Dia. Yaitu untuk mengikuti / mentaati kehendak Allah, manusia harus mengasihi  Allah dengan seluruh keberadaan dirinya. Sebagaimana Allah itu suci, Allah menginginkan manusia hidup suci / kudus dan tak bercacat di hadapanNya. Allah menempatkan manusia di taman Eden.

Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Kejadian 2 : 8

TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Kejadian 2:15
 
Namun manusia pertama telah memilih untuk memberontak kepada Allah, melawan perintah Allah dengan mentaati godaan tipu daya Iblis dan mengikuti keinginannya sendiri, manusia ingin menjadi seperti Allah memiliki pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, yaitu dengan dengan memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Kejadian 2:16 -17


Tujuan Allah dalam Menciptakan Manusia - Bagian 2


Apakah tujuan Allah menciptakan manusia?


Tujuan Allah menciptakan manusia, yaitu agar manusia mengasihi Dia dengan segenap hati, segenap jiwa dan segenap akal budi/pikiran. Intinya manusia harus mengasihi  Allah dengan segenap kekuatannya, dengan seluruh keberadaan dirinya. Allah menginginkan kita hidup suci / kudus dan tak bercacat di hadapanNya. 


Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Ulangan 6:5


Tujuan Allah dalam Menciptakan Manusia - Bagian 1



Mengapa Allah menciptakan manusia? 





Manusia pertama diciptakan langsung oleh Allah, tanpa / bukan hasil dari hubungan jasmaniah antara laki-laki dan perempuan.

Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Kejadian 2:7

TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia." Kejadian 2:18

Lalu TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging. Dan dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu, dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu. Lalu berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki." Kejadian 2 : 21 - 23



Kejadian 2:7 : ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.


Rekonsiliasi dengan Allah.


Mengapa kita (orang yang belum percaya Kristus) membutuhkan rekonsiliasi atau pendamaian dengan Allah?


Rekonsiliasi adalah perjanjian damai Allah yang menyatakan bahwa manusia bukan lagi musuh Allah. Kolose 1: 19-20 : Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.


Kolose 1:21 Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,

Efesus 2:12 bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.) 




Kematian yang Terkutuk dan Pembenaran karena Iman - Bagian 2

Posting ini merupakan lanjutan dari posting sebelumnya mengenai 4 hal yang perlu anda ketahui tentang kutuk dari Allah atas manusia (baca lagi bagian 1)


KEMATIAN YANG TERKUTUK


GALATIA 3:10-14

Galatia 3:10-14 - “(10) Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat.’ (11) Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: ‘Orang yang benar akan hidup oleh iman.’ (12) Tetapi dasar hukum Taurat bukanlah iman, melainkan siapa yang melakukannya, akan hidup karenanya. (13) Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’ (14) Yesus Kristus telah membuat ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga oleh iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu”.


Pendahuluan: 

Jaman sekarang yang banyak didengar tentang Allah adalah bahwa Allah itu kasih dan karena itu selalu memberi berkat berlimpah-limpah, baik berkat jasmani maupun berkat rohani. Tetapi kali ini justru akan membahas tentang kutuk dari Allah kepada manusia!



Hutang dosa kita telah dibayar lunas oleh Kristus melalui kematian dan kebangkitan-Nya! Kita dapat beroleh hidup baru di dalam Dia. Galatia 3:13 Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: ‘Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!’