Darah Kristus


Darah Kristus memiliki kekuatan untuk menebus jumlah dosa yang tak terbatas yang dilakukan oleh jumlah orang yang tak terbatas dalam sepanjang zaman, dan setiap orang yang menempatkan imannya dalam darah Kristus akan diselamatkan.


Ungkapan darah Kristus digunakan beberapa kali dalam Perjanjian Baru dan merupakan ekspresi dari kematian dan penebusan penuh/sempurna yang dilakukan Yesus untuk menebus kita.  Penunjukkan darah Juruselamat menunjuk pada fakta bahwa Yesus benar-benar bercucuran darah di kayu salib, namun fakta yang lebih penting adalah  bahwa Yesus mencurahkan darah-Nya dan mati bagi orang-orang berdosa. Darah Kristus memiliki kekuatan untuk menebus jumlah dosa yang tak terbatas yang dilakukan oleh jumlah orang yang tak terbatas dalam sepanjang zaman, dan setiap orang yang menempatkan imannya dalam darah Kristus akan diselamatkan.

Tebusan Darah



Seluruh Perjanjian Lama, setiap kitabnya, mengarah kepada Korban Teragung yang akan datang - yaitu Yesus yang mempersembahkan hidup-Nya sendiri sebagai tebusan bagi kita. Imamat 17:11 adalah pernyataan sentral Perjanjian Lama tentang pentingnya darah dalam sistem persembahan korban tebusan. Allah, berbicara kepada Musa, demikian: "Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya dan Aku telah memberikan darah itu kepadamu di atas mezbah untuk mengadakan pendamaian bagi nyawamu, karena darah mengadakan pendamaian dengan perantaraan nyawa."


Penjelasan Tulisan INRI


Yohanes 19:19 mencatat, "Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: "Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi." Yohanes 19:20 meneruskan,"Banyak orang Yahudi yang membaca tulisan itu, sebab tempat di mana Yesus disalibkan letaknya dekat kota dan kata-kata itu tertulis dalam bahasa Ibrani, bahasa Latin dan bahasa Yunani."

Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.

Mahkota Duri


Setelah Yesus diadili dalam sidang-sidang ilegal yang dilanjutkan dengan dicambuki, dan sebelum Dia disalibkan, tentara Romawi "menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya, lalu memberikan Dia sebatang buluh di tangan kanan-Nya. Kemudian mereka berlutut di hadapan-Nya dan mengolok-olokkan Dia, katanya: "Salam, hai Raja orang Yahudi!" 30 Mereka meludahi-Nya dan mengambil buluh itu dan memukulkannya ke kepala-Nya." (Matius 27:29-30; lihat juga Yohanes 19:2-5 2Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri dan menaruhnya di atas kepala-Nya. Mereka memakaikan Dia jubah ungu, 3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: "Salam, hai raja orang Yahudi!" Lalu mereka menampar muka-Nya. 4 Pilatus keluar lagi dan berkata kepada mereka: "Lihatlah, aku membawa Dia ke luar kepada kamu, supaya kamu tahu, bahwa aku tidak mendapati kesalahan apapun pada-Nya." 5 Lalu Yesus keluar, bermahkota duri dan berjubah ungu. Maka kata Pilatus kepada mereka: "Lihatlah manusia itu!").




Ketika mahkota duri ditancapkan di kepala Yesus tentulah itu sangat menyakitkan, tetapi mahkota duri lebih dimaksudkan untuk mengejek daripada untuk menimbulkan rasa sakit. ‘Raja orang Yahudi’ dipukuli, diludahi, dan dihina oleh kemungkinan besar tentara-tentara Romawi tingkat rendahan. Mahkota duri adalah pemungkas ejekan mereka terhadap Yesus, dengan memakaikan lambang kerajaan dan keagungan, sebuah mahkota, yang mereka jadikan sesuatu yang menyakitkan dan merendahkan.
 

Pengadilan atas Yesus Sebelum Disalibkan


Pada malam ketika Yesus ditangkap, Dia dibawa ke hadapan Hanas, Kayafas, dan perkumpulan pemimpin-pemimpin agama yang disebut Sanhedrin (Yohanes 18:19-24; Matius 26:57). Setelah itu Dia dibawa ke hadapan Pilatus, Gubernur Romawi (Yohanes 18:23), lalu dikirim ke Herodes (Lukas 23:7), dan dikembalikan ke hadapan Pilatus (Lukas 23:11-12), yang akhirnya menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus.

Image courtesy : 'The Passion of The Christ', the movie

Yohanes 18:19-24 “24 Maka mulailah Imam Besar menanyai Yesus tentang murid-murid-Nya dan tentang ajaran-Nya. 20 Jawab Yesus kepadanya: "Aku berbicara terus terang kepada dunia: Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah, tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. 21 Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan." 22 Ketika Ia mengatakan hal itu, seorang penjaga yang berdiri di situ, menampar muka-Nya sambil berkata: "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Besar?" 23 Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau kata-Ku itu benar, mengapakah engkau menampar Aku?" 24 Maka Hanas mengirim Dia terbelenggu kepada Kayafas, Imam Besar itu.”
Matius 26:57 Sesudah mereka menangkap Yesus, mereka membawa-Nya menghadap Kayafas, Imam Besar. Di situ telah berkumpul ahli-ahli Taurat dan tua-tua.
Lukas 23:7 Dan ketika ia tahu, bahwa Yesus seorang dari wilayah Herodes, ia mengirim Dia menghadap Herodes, yang pada waktu itu ada juga di Yerusalem.
Lukas 23:11-12  11Maka mulailah Herodes dan pasukannya menista dan mengolok-olokkan Dia, ia mengenakan jubah kebesaran kepada-Nya lalu mengirim Dia kembali kepada Pilatus. 12 Dan pada hari itu juga bersahabatlah Herodes dan Pilatus; sebelum itu mereka bermusuhan.

Keringat Darah

"Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44).


Pada malam sebelum Yesus Kristus disalibkan, Dia berdoa di taman Getsemani. Hal ini dicatat dalam Injil Lukas di mana kita melihat bahwa keringat-Nya seperti tetesan darah: "Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah." (Lukas 22:44). Hematidrosis adalah, kondisi medis yang langka, tapi sangat nyata di mana keringat seseorang akan mengandung darah. Kelenjar keringat dikelilingi oleh pembuluh-pembuluh darah kecil. Pembuluh-pembuluh darah kecil ini dapat mengerut dan kemudian melebar hingga bisa pecah di mana darah kemudian akan berdifusi ke kelenjar keringat. Penyebabnya adalah penderitaan yang hebat. Dalam bagian-bagian lain Injil, kita melihat tingkat penderitaan yang dialami Yesus: "Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya." (Matius 26:38; lihat juga dalam Markus 14:34).

Jam-jam Terakhir Menjelang Kematian Yesus


Inilah jam-jam terakhir menjelang kematian Yesus :


Pada malam sebelum kematian-Nya, Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya dan berbagi makanan dalam perjamuan Paskah dengan mereka. Pada waktu itulah Yudas diungkapkan sebagai orang yang akan mengkhianati Tuannya (Yohanes 13:1-30). Pada perjamuan itu, Yesus menetapkan Perjamuan Tuhan (Matius 26:26-29; 1Korintus 11:23-26).  


Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya.


Setelah acara perjamuan, Ia membawa murid-murid-Nya ke taman Getsemani. Di sana, Dia membawa Petrus, Yohanes, dan Yakobus ikut bersamanya dan mengatakan kepada mereka untuk berdoa agar mereka tidak akan jatuh ke dalam pencobaan, lalu Dia pergi seorang diri untuk berdoa. Ketiga murid-Nya itu malah segera jatuh tertidur.

Keunikan Yesus Kristus


Inilah daftar keunikan Tuhan Yesus Kristus dan ayat-ayatnya:


  1. Yesus adalah satu-satunya, Anak Allah yang unik (Mazmur 2:7, 11-12; Yohanes 1:14; Lukas 1:35).
  2. Dia kekal adanya. Dia telah ada dari sejak kekekalan, Dia ada sekarang, dan Dia akan tetap ada untuk selama-lamanya di masa depan (Yohanes 1: 1-3,14; Yohanes 8:58).
  3. Yesus sendiri adalah Allah yang menanggung dosa kita sehingga kita bisa memiliki pengampunan dan diselamatkan (Yesaya 53; Matius 1:21; Yohanes 1:29; 1 Petrus 2:24; 1Korintus 15:1-3) .