4 Alasan Kristen Protestan menolak tambahan kitab-kitab Apocrypha / Deuterokanonika dalam Alkitab.


Posting ini merupakan bagian dari posting tentang Kanon dan Pengkanonan Alkitab.

Alkitab yang kita akui terdiri dari 66 kitab, yaitu 39 kitab-kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab-kitab Perjanjian Baru, dan hanya kitab-kitab ini yang boleh dijadikan dasar ajaran / kepercayaan.



4 Alasan Kristen Protestan menolak kitab-kitab Apocrypha / Deuterokanonika :


Kasih Terbesar



Kasih terbesar dari segala kasih yang ada.



Setiap orang tentu senang dicintai / dikasihi. Tentunya dunia ini akan jauh lebih indah jika setiap manusia saling mengasihi satu dengan yang lain. Berbicara tentang kasih menjelang tanggal 14 Februari yang semakin dikenal sebagai hari kasih (menurut tradisi duniawi yang dikenal global sebagai hari Santo Valentino/ Saint Valentine). Dimana kasih makin diartikan secara sempit sebatas dua orang yang sedang menjalin asmara. Kita juga akan menemukan banyak pedagang asongan yang mulai menjual bunga mawar dibungkus plastik bening berpita. Bunga mawar sebagai tanda kasih, untuk diserahkan dan sebagai alat menyatakan kasih kepada orang yang dikasihi. 

Berbicara tentang kasih, ada kasih antar sesama, baik itu antara saudara, antara orang tua dan anak, atau kasih persahabatan antara sahabat. Pertanyaannya, apakah kita sungguh-sungguh sanggup mengasihi sesama? Mengingat setiap manusia cenderung egois dan mementingkan kepentingan diri sendiri. Kecenderungan yang ada seringkali, kita mengasihi diri sendiri dan mendahulukan kepentingan pribadi dibandingkan kepentingan orang lain. 


Beberapa Contoh Penambahan dan Pengurangan Kanon Alkitab




Wahyu 22:18-19 berbunyi: “(18) Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini. (19) Dan jikalau seorang mengurangkan sesuatu dari perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus seperti yang tertulis di dalam kitab ini”.




Beberapa contoh penambahan dan pengurangan kanon Alkitab:
 


16 Ayat Sukar dalam Kitab Yohanes yang Berkenaan dengan Keilahian Yesus - BAGIAN B

Terdapat 16 ayat-ayat sukar yang berkenaan dengan keilahian Yesus di dalam kitab Injil Yohanes. 



Otoritas Kristus : Yohanes 3:35 - “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya”.



Posting Bagian B ini merupakan lanjutan dari Bagian A dan membahas 10 ayat-ayat sukar


16 Ayat Sukar dalam Kitab Yohanes yang Berkenaan dengan Keilahian Yesus - BAGIAN A


Terdapat 16 ayat-ayat sukar yang berkenaan dengan keilahian Yesus di dalam kitab Injil Yohanes. 


Keilahian Yesus : Segala sesuatu ada dalam tanganNya. Yohanes 3:35-36: “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepadaNya. Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.


Posting Bagian A ini membahas 6 ayat-ayat sukar sebagai berikut :


Perbandingan Empat Injil


Di dalam Kitab Suci ada 4 kitab Injil, yaitu Matius, Markus, Lukas dan Yohanes. Sekalipun di dalam keempat kitab Injil itu ada banyak cerita yang sama, tetapi sebetulnya keempat penulis Injil itu mempunyai penekanan dan tujuan yang berbeda. Jika kita membaca keempat kitab Injil itu maka akan terlihat bahwa mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.

Illustrasi: 
Jika kita mau membangun rumah, sedikitnya dibutuhkan 3 buah gambar dari rumah yang akan dibangun (dari atas, dari depan, dari samping). 3 buah gambar itu menggambarkan rumah yang sama, tetapi menggambarkannya dari sudut yang berbeda, sehingga mereka saling melengkapi satu dengan yang lain.


Ke Empat Injil : Matius, Markus, Lukas, Yohanes.


Berikut ini perbandingan ke empat Injil :

Konsekwensi Alkitab sebagai Firman Allah



Satu hal yang perlu ditekankan adalah: kalau kita memang percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah, kita juga harus percaya bahwa Alkitab adalah satu-satunya Firman Allah. 


Resolusi Tahun Baru Terbaik

Resolusi tahun baru : 1. menurunkan berat badan, 2. Berhenti minum minuman keras, 3. Berhenti merokok, 4. Bergabung di klub fitness, 5. Mencari pekerjaan baru, 6. Melunasi hutang-hutang, 7. Sekolah lagi. 
 
Memasuki tahun baru 2015, sudah terpikirkah apa resolusi yang hendak anda capai di tahun baru ini? Mungkin anda berpikir, hampir setiap tahun baru anda membuat resolusi, namun tak satupun yang akhirnya benar-benar terpenuhi. Sering kita bersemangat membuat resolusi di awal tahun namun kemudian macet di pertengahan tahun bersamaan dengan menurunnya semangat dan menghilangnya suasana tahun baru. Berbicara mengenai resolusi di tahun baru, mayoritas kita sering membuat resolusi-resolusi jasmaniah, seperti misalnya : ingin bertubuh lebih langsing, hidup lebih sehat, hidup lebih produktif, lebih baik dalam mengatur keuangan, lebih sukses dalam karir, lebih banyak jalan-jalan ke tempat-tempat eksotis favorit, bisa ke luar negeri, mendapatkan kekasih idaman di tahun ini, mendapatkan promosi atau jabatan incaran dan lain lain. Namun bagaimana dengan resolusi yang terkait dengan kekekalan, pencapaian kerohanian? Pernahkah hal seperti ini terpikirkan untuk menjadi resolusi tahun baru anda? Atau mungkin anda bahkan menganggap, tidak penting bagi anda untuk menetapkan resolusi perubahan untuk diraih di tahun baru ini?