Kitab Para Nabi : Kitab Maleakhi


Kitab Maleakhi terdiri dari 4 pasal.

Kitab Maleakhi. ALLAH kita yang dashyat: siapa DIA dan Apa yang DIA harapkan dari kita.

Penulis : Maleakhi
Tahun Penulisan : Sekitar tahun 430 SM.


Isi Kitab Maleakhi :


Kesehatan rohani memerlukan pemeliharaan yang konstan. Jikalau tidak dipelihara, maka kita dapat cepat terjerumus ke dalam sikap apatis dan ketidaktulusan


Kitab Para Nabi : Kitab Zakharia


Kitab Zakharia terdiri dari 14 pasal.


Penulis : Zakharia
Tahun Penulisan : Pasal 1 – 8 ditulis pada sekitar tahun 520 – 518 SM. Pasal 9 – 14 ditulis pada sekitar tahun 480 SM.


Isi Kitab Zakharia :

Nubuat dan penggenapan.



Dari waktu ke waktu Allah menunjukkan kepada kita sekilas gambaran apa yang akan terjadi dimasa depan. Biasanya sekilas gambaran itu diberitakan melalui firman yang disampaikan oleh para nabi seperti Zakharia. Kitab Zakharia memuat kebanyakan gambar grafik tentang masa depan yang ditemukan di dalam Alkitab.  

Zakharia adalah imam dan nabi bagi orang-orang Yahudi yang tinggal di Yerusalem setelah pembuangan di Babel. Ia hidup dan melayani pada masa yang sama dengan nabi Hagai dan  membantunya dalam mengkampanyekan penyelesaian pembangunan Bait Allah

Kitab Para Nabi : Kitab Hagai


Kitab Hagai terdiri dari 2 pasal.



Nasehat Hagai : Jadilah kuat dan bekerjalah!


Penulis : Hagai
Tahun Penulisan : 520 SM.


Isi Kitab Hagai :
 

Apakah anda memiliki kesulitan untuk menyelesaikan suatu proyek yang pernah anda mulai?  Ini juga merupakan masalah sama bagi masyarakat di masa Hagai.  

Hagai tinggal di Yerusalem tak lama setelah banyak bangsa Yahudi kembali dari pengasingan di Babel. Mereka yang kembali mulai membangun Bait Allah, tetapi banyak penentang bermunculan dari musuh-musuh setempat. Akhirnya bangsa Yahudi meninggalkan proyek tersebut ketika hanya setengah selesai.  

Kitab Para Nabi : Kitab Zefanya




Kitab Zefanya terdiri dari 3 pasal.


Zefanya : Hari TUHAN. Sebuah pesan tentang teror dan pengharapan.


Penulis : Zefanya
Tahun Penulisan : Menjelang akhir pelayanan Zefanya (antara tahun 640 dan 621 SM), ketika raja Yosia memulai gerakan reformasi besar-besaran.


Isi Kitab Zefanya :


Meskipun hari-hari kegelapan membayang di depan, namun tetap ada pengharapan di masa depan. Ini adalah pesan dasar dari Zefanya kepada orang-orang Yehuda.  

Zefanya adalah seorang nabi dalam dekade terakhir sebelum Yerusalem dihancurkan oleh Babel. Babak pembukaan nubuatnya memberitakan tentang kabar buruk.  


Kitab Para Nabi : Kitab Habakuk


Kitab Habakuk terdiri dari 3 pasal.

Mengapakah hal-hal ini terjadi?

Penulis : Habakuk
Tahun Penulisan : Antara tahun 612 dan 589 SM.


Isi Kitab Habakuk :


Jika Allah itu memang ada, mengapakah orang-orang jahat seringkali malah kelihatan makmur? Pertanyaan seperti ini biasanya didiajukan oleh mereka yang peka terhadap keadilan sosial.   


Kitab Para Nabi : Kitab Nahum


Kitab Nahum terdiri dari 3 pasal.

Kitab Nahum, sebuah pelajaran tentang keadilan Allah. (Photo credit : newlifeauburn.org)


Penulis : Nahum
Tahun Penulisan : Beberapa waktu selama masa pelayanan nubuatan Nahum (antara tahun 663 dan 654 SM).


Isi Kitab Nahum :


Peringatan – Allah pasti akan membalas siapa yang menimbulkan penderitaan mengerikan bagi  orang lain. Inilah pesan Nahum kepada orang-orang Niniwe, ibukota Asiria. 


Kitab Para Nabi : Kitab Mikha


Kitab Mikha terdiri dari 7 pasal.


Penulis : Mikha
Tahun Penulisan : Kemungkinan pada masa pemerintahan Yotam, Ahas, dan Yehezkiel (antara tahun 742 dan 687 SM)

Berlakulah adil, kasihilah pengampunan, hiduplah dalam kerendah-hatian di hadapan Allah. Mikha 6:8.


Isi Kitab Mikha :


Dapatkah Allah yang penuh kasih membenci dosa? Menurut pesan yang disampaikan oleh nabi Mikha, ya, Allah dapat dan benar-benar membenci dosa. 


Kitab Para Nabi : Kitab Yunus


Kitab Yunus terdiri dari 4 pasal.


Yunus ketika dilemparkan ke laut.


Penulis : Yunus, menurut tradisi orang Yahudi.
Tahun Penulisan : Antara tahun 785 dan 760 SM.


Isi Kitab Yunus :


Jika anda diutus Allah untuk mengabarkan Injil kepada sekelompok pembunuh, bersediakah anda? Tugas inilah yang diberikan Allah untuk dilakukan oleh Yunus. 


Kitab Para Nabi : Kitab Obaja


Kitab Obaja merupakan salah satu kitab dari total 5 kitab pendek yang tidak terbagi dalam pasal.

Kitab Obaja, sebuah pesan tentang hukuman dan harapan.


Penulis : Obaja
Tahun Penulisan : Tidak Pasti, kemungkinan ditulis tidak lama setelah kejatuhan Yerusalem di tahun 586 SM.


Isi Kitab Obaja :


Seringkali pengkhianatan yang paling menyakitkan adalah pengkhianatan yang dilakukan oleh orang-orang terdekat. Perasaan inilah yang dirasakan Obaja ketika bangsa Edom menyerang Yerusalem. 


Kitab Para Nabi : Kitab Amos


Kitab Amos terdiri dari 9 pasal.



Penulis : Amos

Tahun Penulisan : Kemungkinan selama masa kekuasaan Yerobeam II sebagai raja Israel dan raja Uzia sebagai raja Yehuda (antara tahun 760 dan 750 SM).





Isi Kitab Amos :



Amos tidak masuk dalam kriteria umum akan seseorang yang biasanya dipilih menjadi nabi. Dia hanyalah seorang penggembala dan petani buah pohon ara, bukan pula imam yang terpelajar atau seorang pelayan keagamaan. Namun ia setia memenuhi panggilan Allah untuk menyampaikan FirmanNya kepada bangsa Israel. 

Kitab Para Nabi : Kitab Yoel


Kitab Yoel terdiri dari 3 pasal.



"Koyakkan-lah hatimu dan bukan pakaianmu" Yoel 2 : 13a. Mengkoyakkan pakaian merupakan ungkapan duka yang mendalam, keputus-asaan, ungkapan penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan ungkapan pertobatan. Mengkoyakkan hati dalam ayat ini adalah peringatan agar pertobatan bukan hanya sekedar tampilan luar / secara lahiriah saja, tetapi haruslah merupakan pertobatan yang sejati, menyadari dan meninggalkan dosa-dosa, mohon pengampunan dan berbalik sepenuhnya kepada Allah.



Penulis : Yoel
Tahun Penulisan : selama masa pelayanan Yoel, antara tahun 835 dan 796 SM.


Isi Kitab Yoel :

"Berbaliklah kepada TUHAN, Allah-mu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia-Nya. Yoel 2:13b


Ketika Allah menunjukkan kekuatan kekuasaanNya, tentu sangatlah mengagumkan. Namun tak ada yang lebih mengagumkan dibandingkan “hari Tuhan” yang segera akan datang. Pada hari itu Allah akan memperhitungkan seluruh pemberontakan dan dosa-dosa manusia. Bagi siapa yang menolak Allah, hari itu akan merupakan hari penghakiman yang mengerikan. 

Kitab Para Nabi : Kitab Hosea



Kitab Hosea terdiri dari 14 pasal.


Hosea, sebuah kasih yang tak pernah gagal.


Penulis : Hosea
Tahun Penulisan : Sekitar tahun 715 SM, mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi antara tahun 753 – 715 SM.


Isi Kitab Hosea :


Kitab Hosea mengisahkan sebuah kisah cinta tragis yang berakhir dengan kebahagiaan. 


Hosea adalah seorang nabi di kerajaan Israel bagian Utara sebelum keruntuhannya pada tahun 722 SM, dengan masa pelayanan selama 40 tahun. Hosea hidup dan melayani pada masa yang sama dengan Amos, Yesaya dan Mikha. 

Kitab Para Nabi : Kitab Daniel




Kitab Daniel terdiri dari 12 pasal.


Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan. (Daniel 6:23)


Penulis : Daniel
Tahun Penulisan : Sekitar 535 SM, mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi antara tahun 605 – 535 SM.


Isi Kitab Daniel :


Sebagai orang asing yang hidup di negeri asing, Daniel hidup di masa ketika orang Yahudi seolah hanya memiliki sedikit pengharapan. Mereka hidup sebagai tawanan di dalam pembuangan di Babel, ribuan kilometer jauhnya dari kampung halaman mereka, dengan hanya berpegang pada janji Allah bahwa pada suatu hari mereka akan kembali melihat tanah airnya. 

Kitab Para Nabi : Kitab Yehezkiel




Kitab Yehezkiel terdiri dari 48 pasal.


Kitab Nabi Yehezkiel.



Penulis : Yehezkiel
Tahun Penulisan : sekitar tahun 571 SM.


Isi Kitab Yehezkiel :


Bagaikan anak-anak pembangkang yang terus menerus menolak untuk taat kepada ayah mereka, demikian halnya bangsa Israel sering menolak untuk mentaati Allah. Dan bagaikan orang tua yang penuh kasih, Allah berulangkali terus memanggil orang-orang kepunyaan-Nya untuk kembali mentaati Dia.


Kitab Para Nabi : Kitab Ratapan


Kitab Ratapan terdiri dari 5 pasal.

Penulis : Yeremia, menurut tradisi Yahudi
Tahun Penulisan : Tidak lama setelah kejatuhan Yerusalem pada tahun 586 SM.




Isi Kitab Ratapan :


Ratapan merupakan sebuah kidung ungkapan kesedihan mendalam atas kematian dan penguburan. Yeremia menulis kitab Ratapan untuk menyatakan keberdukaan atas tragisnya kehancuran Yerusalem dan pembuangan penduduk Yerusalem ke Babel. 


Kitab Para Nabi : Kitab Yeremia



Kitab Yeremia terdiri dari 52 pasal.


Penulis : Yeremia atau para pengikutnya.
Tahun Penulisan : Semasa pelayanan Yeremia, antara tahun 627 dan 586 SM.




Isi Kitab Yeremia :


Secara ukuran manusia, nabi Yeremia adalah sebuah kegagalan kolosal. Selama masa hidupnya ia miskin, tidak terkenal, dikucilkan, dan dianiaya. Yeremia hidup selama 40 tahun di Yehuda sebelum akhirnya bangsa itu dibuang ke Babel, dan semua nubuat Yeremia dicatat dan dikumpulkan di dalam kitab Yeremia ini. 


Kitab Para Nabi : Kitab Yesaya


Kitab Yesaya terdiri dari 66 pasal.


Penulis : Yesaya dan para pengikutnya.
Tahun Penulisan : Peristiwa-peristiwa dalam pasal 1 -39 terjadi pada masa pelayanan Yesaya, sehingga kemungkinan pasal-pasal tersebut ditulis sekitar tahun 700 SM. Pasal 40 - 66 ditulis pada masa akhir hidup Yesaya, yakni sekitar tahun 681 SM.





Isi Kitab Yesaya :


Melayani hampir 60 tahun dalam masa pemerintahan 4 orang raja, termasuk raja Hizkia. Nubuat-nubuatnya ditujukan terutama kepada suku Yehuda, meskipun pesan-pesannya diterapkan juga di kerajaan Israel bagian Utara . Yesaya hidup dimasa gelap ketika Israel berperang melawan Yehuda (734 – 732 SM) dan menjadi saksi mata runtuhnya Israel dikalahkan bangsa Asiria pada tahun 722 SM.


Kitab Bijak : Kitab Kidung Agung


Kitab Kidung Agung terdiri dari 8 pasal.


Penulis : Salomo, menurut tradisi Yahudi
Tahun Penulisan : Tidak Pasti, kemungkinan sekitar tahun 960 SM, pada masa awal pemerintahan raja Salomo.


Photo credit : myfreshlybrewedlife.com



Isi Kitab Kidung Agung :


Perilaku seksual yang populer pada masa ini merupakan penyimpangan menyedihkan atas rencana Allah yang ditetapkan di Taman Eden. Bertentangan dengan rencana Allah, sex telah menjadi komoditas bebas yang diperdagangkan dan tidak lagi  merupakan hal yang eksklusif, hal berharga paling pribadi di antara suami dan istri yang telah berkomitmen. Allah menghargai keromantisan cinta kasih dan hubungan seksual, dan kitab Kidung Agung mengungkapkan keindahan cinta ini sebagaimana yang Tuhan inginkan.

Kitab Bijak : Kitab Pengkotbah


Kitab Pengkotbah terdiri dari 12 pasal.


Penulis : Salomo, menurut tradisi orang Yahudi.
Tahun Penulisan : Tidak Pasti, kemungkinan sekitar tahun 935 SM, pada masa akhir bertahtanya raja Salomo.


Hidup tanpa Allah adalah kesia-siaan.



Isi Kitab Pengkotbah :


Tak banyak pengalaman-pengalaman hidup yang lebih di alami semua orang keculai kekecewaan.
Kita semua pernah mengalami kekecewaan karena janji yang tidak ditepati, harapan tang tidak terpenuhi, atau karena hancurnya sebuah impian. 


Kitab Bijak : Kitab Amsal


Kitab Amsal terdiri dari 31 pasal.


Ada 2 kebijaksanaan : kebijaksanaan menurut ukuran manusia dan kebijaksanaan Allah. Kebijaksanaan yang mana yang  anda terapkan hari ini?


Penulis : Salomo, Agur, dan Lemuel, menurut tradisi Yahudi.
Tahun Penulisan : Tidak Pasti, kemungkinan sekitar tahun 960 SM, pada masa awal bertahtanya raja Salomo.


Isi Kitab Amsal :