Sebarkan Pesan Injil

Pro dan Kontra Perayaan Natal_Bagian 9

Lanjutan dari bagian 8
f)    Ada banyak hal yang tidak diperintahkan Tuhan, tetapi toh dilakukan, dan tidak dipersalahkan.
 

Bagian 9

7.   Perayaan hari-hari raya tertentu, seperti Purim, hari raya pentahbisan Bait Suci, dsb.



Alfred Edersheim: “Besides the festivals mentioned in the Law of Moses, other festive seasons were also observed at the time of our Lord, to perpetuate the memory either of great national deliverances or of great national calamities” (= Selain hari-hari raya yang disebutkan dalam hukum Musa, waktu-waktu untuk hari raya yang lain juga dijalankan pada jaman Tuhan kita, untuk mengabadikan ingatan terhadap pembebasan-pembebasan nasional yang besar atau bencana-bencana nasional yang besar) - ‘The Temple’, hal 330.

Alfred Edersheim: “these feasts ... of human, not Divine institution” (= hari-hari raya ini ... merupakan sesuatu yang didirikan oleh manusia, bukan oleh Allah) - ‘The Temple’, hal 330,331.

Alfred Edersheim: “Besides the Mosaic festivals, the Jews celebrated at the time of Christ two other feasts - that of Esther, or Purim, and that of the Dedication of the Temple, on its restoration by Judas Maccabee” (= Disamping hari-hari raya dari hukum Musa, orang-orang Yahudi merayakan pada jaman Kristus dua hari raya yang lain - hari raya dari Ester, atau Purim, dan hari raya Pentahbisan Bait Suci, pada pemulihannya oleh Yudas Makabeus) - ‘The Temple’, hal 197.

Catatan: Jadi, pada jaman Tuhan Yesus hidup dan melayani dalam dunia ini, dalam kalangan orang-orang Yahudi ada perayaan-perayaan dari hari-hari raja yang tidak diperintahkan dalam kitab Musa / Perjanjian Lama. Tetapi anehnya, Tuhan Yesus tidak bersikap seperti orang-orang yang anti Natal ini. Tuhan Yesus tidak pernah mencela perayaan dari hari-hari raya yang tidak diperintahkan dalam Kitab Suci itu.


Merrill C. Tenney: Two other feasts were added later in post-exilic times: the Feast of Lights and the Feast of Purim. ... The Feast of Lights or the Feast of Dedication was observed for eight days beginning with the twenty-fifth of Kislev. It is mentioned in John 10:22. It was first established in 164 B.C. when Judas Maccabeus cleansed the temple, which had been profaned by Antiochus Epiphanes, and rededicated it to the service of God. Every Jewish home was brilliantly lighted in its honor and the stories of the Maccabees were repeated for the benefit of the children. It corresponds almost exactly in time to the Christian Christmas. ... The Feast of Purim. Purim, or ‘lots,’ as the word signifies, was kept on the fourteenth and fifteenth days of Adar. On the evening of the thirteenth day the whole of the book of Esther was read publicly in the synagogue. It contained a minimum of religious observances and was rather a national holiday, corresponding somewhat to the Fourth of July as Americans used to celebrate it. It is not mentioned in the New Testament, unless John 5:1 is an allusion to it” (= Dua hari raya ditambahkan belakangan pada jaman setelah pembuangan: Hari Raya Terang dan Hari Raya Purim. ... Hari Raya Terang atau Hari Pentahbisan dijalankan / diperhatikan untuk 8 hari mulai bulan Kislev tanggal 25. Itu disebutkan dalam Yohanes 10:22. Itu pertama-tama ditetapkan pada tahun 164 S. M. pada saat Yudas Makabeus membersihkan Bait Suci, yang telah dinodai oleh Antiokhus Epiphanes, dan mempersembahkannya kembali bagi pelayanan Allah. Setiap rumah Yahudi diterangi secara gemerlapan untuk menghormatinya dan cerita-cerita tentang Makabeus diulang untuk kepentingan anak-anak. Itu hampir bersamaan dengan Natalnya orang kristen. ... Hari Raya Purim. Purim, atau ‘undi’, seperti arti dari kata itu, dipelihara pada tanggal 14 dan 15 dari bulan Adar. Pada malam hari dari tanggal 13 seluruh kitab Ester dibacakan di depan umum dalam synagogue. Ini mengandung ibadat agama yang minimum dan lebih merupakan hari libur nasional, agak mirip dengan tanggal 4 Juli sebagaimana orang-orang Amerika merayakannya. Itu tidak disebutkan dalam Perjanjian Baru, kecuali kalau Yohanes 5:1 dianggap menunjuk kepada hari itu) - ‘New Testament Survey’, hal 98-99.

Encyclopedia Britannica 2000 dengan topik ‘Jewish Holidays’:
“Purim (Feast of Lots) and Hanukka (Feast of Dedication), while not mentioned in the Torah (and therefore of lesser solemnity), were instituted by Jewish authorities in the Persian and Greco-Roman periods” [= Purim (Hari Raya Undian) dan Hanukka (Hari Raya Pentahbisan), sementara tidak disebutkan dalam hukum Taurat (dan karena itu mempunyai kekhidmatan yang agak kurang), didirikan oleh otoritas-otoritas Yahudi pada jaman Persia dan Romawi-Yunani].

a.   Purim.
Dalam 2Makabe 15:36 disebut hari Mordekhai.

Ester 9:1-32 - “(1) Dalam bulan yang kedua belas - yakni bulan Adar - , pada hari yang ketiga belas, ketika titah serta undang-undang raja akan dilaksanakan, pada hari musuh-musuh orang Yahudi berharap mengalahkan orang Yahudi, terjadilah yang sebaliknya: orang Yahudi mengalahkan pembenci-pembenci mereka. (2) Maka berkumpullah orang Yahudi di dalam kota-kotanya di seluruh daerah raja Ahasyweros, untuk membunuh orang-orang yang berikhtiar mencelakakan mereka, dan tiada seorangpun tahan menghadapi mereka, karena ketakutan kepada orang Yahudi telah menimpa segala bangsa itu. (3) Dan semua pembesar daerah dan wakil pemerintahan dan bupati serta pejabat kerajaan menyokong orang Yahudi, karena ketakutan kepada Mordekhai telah menimpa mereka. (4) Sebab Mordekhai besar kekuasaannya di dalam istana raja dan tersiarlah berita tentang dia ke segenap daerah, karena Mordekhai itu bertambah-tambah besar kekuasaannya. (5) Maka orang Yahudi mengalahkan semua musuhnya: mereka memukulnya dengan pedang, membunuh dan membinasakannya; mereka berbuat sekehendak hatinya terhadap pembenci-pembenci mereka. (6) Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi membunuh dan membinasakan lima ratus orang. (7) Juga Parsandata, Dalfon, Aspata, (8) Porata, Adalya, Aridata, (9) Parmasta, Arisai, Aridai dan Waizata, (10) kesepuluh anak laki-laki Haman bin Hamedata, seteru orang Yahudi, dibunuh oleh mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan. (11) Pada hari itu juga jumlah orang-orang yang terbunuh di dalam benteng Susan disampaikan ke hadapan raja. (12) Lalu titah raja kepada Ester, sang ratu: ‘Di dalam benteng Susan saja orang Yahudi telah membunuh dan membinasakan lima ratus orang beserta kesepuluh anak Haman. Di daerah-daerah kerajaan yang lain, entahlah apa yang diperbuat mereka. Dan apakah permintaanmu sekarang? Niscaya akan dikabulkan. Dan apakah keinginanmu lagi? Niscaya dipenuhi.’ (13) Lalu jawab Ester: ‘Jikalau baik pada pemandangan raja, diizinkanlah kiranya kepada orang Yahudi yang di Susan untuk berbuat besokpun sesuai dengan undang-undang untuk hari ini, dan kesepuluh anak Haman itu hendaklah disulakan pada tiang.’ (14) Rajapun menitahkan berbuat demikian; maka undang-undang itu dikeluarkan di Susan dan kesepuluh anak Haman disulakan orang. (15) Jadi berkumpullah orang Yahudi yang di Susan pada hari yang keempat belas bulan Adar juga dan dibunuhnyalah di Susan tiga ratus orang, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan. (16) Orang Yahudi yang lain, yang ada di dalam daerah kerajaan, berkumpul dan mempertahankan nyawanya serta mendapat keamanan terhadap musuhnya; mereka membunuh tujuh puluh lima ribu orang di antara pembenci-pembenci mereka, tetapi kepada barang rampasan tidaklah mereka mengulurkan tangan. (17) Hal itu terjadi pada hari yang ketiga belas dalam bulan Adar. Pada hari yang keempat belas berhentilah mereka dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita. (18) Akan tetapi orang Yahudi yang di Susan berkumpul, baik pada hari yang ketiga belas, baik pada hari yang keempat belas dalam bulan itu. Lalu berhentilah mereka pada hari yang kelima belas dan hari itu dijadikan mereka hari perjamuan dan sukacita. (19) Oleh sebab itu orang Yahudi yang di pedusunan, yakni yang diam di perkampungan merayakan hari yang keempat belas bulan Adar itu sebagai hari sukacita dan hari perjamuan, dan sebagai hari gembira untuk antar-mengantar makanan. (20) Maka Mordekhai menuliskan peristiwa itu, lalu mengirimkan surat-surat kepada semua orang Yahudi di seluruh daerah raja Ahasyweros, baik yang dekat baik yang jauh, (21) untuk mewajibkan mereka, supaya tiap-tiap tahun merayakan hari yang keempat belas dan yang kelima belas bulan Adar, (22) karena pada hari-hari itulah orang Yahudi mendapat keamanan terhadap musuhnya dan dalam bulan itulah dukacita mereka berubah menjadi sukacita dan hari perkabungan menjadi hari gembira, dan supaya menjadikan hari-hari itu hari perjamuan dan sukacita dan hari untuk antar-mengantar makanan dan untuk bersedekah kepada orang-orang miskin. (23) Maka orang Yahudi menerima sebagai ketetapan apa yang sudah dimulai mereka melakukannya dan apa yang ditulis Mordekhai kepada mereka. (24) Sesungguhnya Haman bin Hamedata, orang Agag, seteru semua orang Yahudi itu, telah merancangkan hendak membinasakan orang Yahudi dan diapun telah membuang pur - yakni undi - untuk menghancurkan dan membinasakan mereka, (25) akan tetapi ketika hal itu disampaikan ke hadapan raja, maka dititahkannyalah dengan surat, supaya rancangan jahat yang dibuat Haman terhadap orang Yahudi itu dibalikkan ke atas kepalanya. Maka Haman beserta anak-anaknya disulakan pada tiang. (26) Oleh sebab itulah hari-hari itu disebut Purim, menurut kata pur. Oleh sebab itu jugalah, yakni karena seluruh isi surat itu dan karena apa yang dilihat mereka mengenai hal itu dan apa yang dialami mereka, (27) orang Yahudi menerima sebagai kewajiban dan sebagai ketetapan bagi dirinya sendiri dan keturunannya dan bagi sekalian orang yang akan bergabung dengan mereka, bahwa mereka tidak akan melampaui merayakan kedua hari itu tiap-tiap tahun, menurut yang dituliskan tentang itu dan pada waktu yang ditentukan, (28) dan bahwa hari-hari itu akan diperingati dan dirayakan di dalam tiap-tiap angkatan, di dalam tiap-tiap kaum, di tiap-tiap daerah, di tiap-tiap kota, sehingga hari-hari Purim itu tidak akan lenyap dari tengah-tengah orang Yahudi dan peringatannya tidak akan berakhir dari antara keturunan mereka. (29)  Lalu Ester, sang ratu, anak Abihail, menulis surat, bersama-sama dengan Mordekhai, orang Yahudi itu; surat yang kedua tentang hari raya Purim ini dituliskannya dengan segala ketegasan untuk menguatkannya. (30) Lalu dikirimkanlah surat-surat kepada semua orang Yahudi di dalam keseratus dua puluh tujuh daerah kerajaan Ahasyweros, dengan kata-kata salam dan setia, (31) supaya hari-hari Purim itu dirayakan pada waktu yang ditentukan, seperti yang diwajibkan kepada mereka oleh Mordekhai, orang Yahudi itu, dan oleh Ester, sang ratu, dan seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka, mengenai hal berpuasa dan meratap-ratap. (32) Demikianlah perintah Ester menetapkan perihal Purim itu, kemudian dituliskan di dalam kitab”.

Text ini menunjukkan bahwa Purim diharuskan / diwajibkan. Perintah itu diberikan oleh Mordekhai dan Ester, dan tidak pernah diberikan oleh Tuhan! Salah satu hal yang mereka lakukan selain bergembira adalah saling mengirimkan makanan (ayat 19).


KJV: ‘sending portions’ (= mengirimkan bagian-bagian).
RSV: ‘send choice portions’ (= mengirimkan bagian-bagian pilihan).
NIV: ‘giving presents’ (= memberikan hadiah-hadiah). 
NASB: ‘sending portions of food’ (= mengirimkan bagian-bagian makanan).


Dalam komentarnya tentang Ester 9:31, Adam Clarke berkata: “‘As they had decreed for themselves and for their seed’. There is no mention of their receiving the approbation of any high priest, nor of any authority beyond that of Mordecai and Esther; the king could not join in such a business, as he had nothing to do with the Jewish religion, that not being the religion of the country” (= ‘Seperti yang diwajibkan mereka kepada dirinya sendiri serta keturunan mereka’. Tidak disebutkan bahwa mereka menerima persetujuan dari imam besar manapun, ataupun dari otoritas di atas Mordekhai dan Ester; raja tidak bisa ikut dalam urusan seperti itu, karena ia tidak mempunyai urusan dengan agama Yahudi, karena itu bukan agama negerinya) - hal 827.


Bersambung ke bagian 10


Sumber : Golgotha Ministry, Bolehkah Merayakan Natal? oleh Pdt. Budi Asali, M.Div.



Daftar isi, posting bagian 9

Macam-macam alasan untuk menentang Natal dan jawabannya


Lanjutan point 7) Tidak ada perintah untuk merayakan Natal

   
 f)  Banyak hal tak diperintahkan tetapi toh tak salah untuk dilakukan

        7. Perayaan hari-hari raya seperti Purim, pentahbisan Bait Suci dsb


 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...