Surat 1 Yohanes


Surat Yohanes yang Pertama.

Surat 1 Yohanes terdiri dari 4 pasal.


Penulis : Rasul Yohanes
Tahun Penulisan : Kemungkinan antara tahun 85 dan 90 Masehi


Isi Kitab 1 Yohanes :

Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus AnakNya itu, menyucikan kita dari segala dosa. 1 Yohanes 1:7.


Bagi sebagian besar orang, harus melihat dulu baru bisa mempercayai. Ketika mempelajari sesuatu yang datang dari mulut ke mulut kemungkinan besar akan menimbulkan kesalahpahaman, namun ketika kesaksian dinyatakan oleh seseorang yang telah melihat suatu kejadian secara langsung, akan membuat kesaksian orang tersebut bermakna khusus.  

Surat pertama Yohanes kepada gereja menyatakan hal ini dengan jelas bahwa ia memang telah menyaksikan Yesus Kristus dengan mata kepalanya sendiri dan bahwa ia benar-benar mengenal Yesus

Dan inilah perintahNya : supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, AnakNya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita. 1 Yohanes 3:23.

Surat pertama ini dituliskan karena adanya sebuah golongan sesat yang telah berkembang di dalam gereja. Golongan ini juga telah menyimpangkan ajaran-ajaran para rasul tentang pribadi Kristus, menyangkali bahwa Yesus Kristus telah benar-benar datang sebagai manusia. Dalam rangka melawan pernyataan-pernyataan sesat tersebut, Yohanes menegaskan bahwa ia dan para rasul-rasul lainnya benar-benar telah melihat dan menyentuh Yesus Kristus

Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar daripada roh yang ada di dalam dunia. 1 Yohanes 4:4.

Yohanes mendesak para pembacanya untuk melakukan beberapa hal: untuk berjalan dalam terang dengan Allah dan sesama orang Kristen; untuk mengakui dosa-dosa mereka; untuk mengasihi Allah dan sesama; untuk menyucikan diri dari hawa nafsu duniawi; untuk mengikuti Roh Kebenaran; dan untuk meninggikan Yesus Kristus sebagai Tuhan.  

Yohanes menekankan pentingnya persekutuan sebagai pengaman melawan perpecahan dan kesesatan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar