Sebarkan Pesan Injil

Dosa Terbesar VS Kasih dan Keadilan Allah


#Apakah dosa yang terbesar?

Meskipun Alkitab tidak menyebutkan salah satu dosa sebagai dosa terbesar, ada dosa yang disebut sebagai dosa yang tidak dapat diampuni, yakni dosa ketidakpercayaan. Dosa ketidakpercayaan ini adalah ketika seseorang terus menerus tidak percaya / menolak percaya kepada Yesus Kristus. Tidak ada pengampunan bagi orang yang mati dalam ketidakpercayaan kepada Kristus. Apabila seseorang mati dalam keadaan tidak percaya kepada Kristus, maka tidak ada pengampunan yang bisa diberikan bagi orang itu. 




>Apakah ini berarti Allah tidak Adil dan tidak Maha Pengasih?

Yohanes 3:16 memberitahu kita, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” .

Mengapa Yesaya 45:7 mengatakan bahwa Allah menciptakan kejahatan?




Jika Allah menciptakan segala sesuatu,  apakah juga berarti Allah menciptakan kejahatan?  

Bagaimana dengan pernyataan dalam Yesaya 45:7? Apakah ayat ini bertentangan?

Penjelasan
Yesaya 45:6b-7 dalam Alkitab bahasa Inggris versi King James (KJV) berbunyi, "Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini."  Bagaimana Yesaya 45:7 ini setuju dengan pandangan bahwa Tuhan tidak menciptakan kejahatan?

Hari Pentekosta

Hari Pentekosta  adalah sebuah peringatan dan perayaan diterimanya Roh Kudus oleh gereja mula-mula. Yohanes Pembaptis menubuatkan tentang Pentekosta pertama adalah ketika Yesus akan membaptis dengan Roh Kudus dan dengan api (Matius 3:11). Yesus menegaskan nubuatan ini dengan memberikan janji tentang Roh Kudus kepada para murid dalam Yohanes 14:26. Yesus menunjukkan diri-Nya kepada para murid-Nya setelah kematian-Nya di kayu salib dan kebangkitan-Nya, memberikan bukti yang meyakinkan bahwa Dia hidup. 


Apa arti penting dari tindakan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya?




Yesus membasuh kaki para murid (Yohanes 13:1-17) terjadi di ruang atas, sesaat sebelum Perjamuan Terakhir dan memiliki
tiga arti penting. Bagi Yesus, membasuh kaki menunjukkan kerendahan hati-Nya dan kehambaan-Nya. Bagi para murid, Yesus membasuh kaki mereka langsung menunjukkan suatu kontras dari sikap hati mereka pada saat itu. Bagi kita, pembasuhan kaki yang dilakukan Yesus adalah simbol dari peran setiap kita di dalam tubuh Kristus.

Apa yang dikatakan Alkitab tentang pembasuhan kaki?





Dalam jaman Alkitab, orang-orang yang hidup di jaman itu memakai sandal, keadaan daerah yang kotor dan berdebu menyebabkan perlunya membasuh/mencuci kaki. Meskipun para murid Yesus kemungkinan besar akan dengan senang hati membasuh kaki Yesus, namun mereka tentu tidak dapat membayangkan jika harus saling membasuh kaki sesama murid. Hal ini karena dalam masyarakat pada waktu itu, membasuh kaki biasanya dikerjakan oleh pegawai rendahan. Sesama rekan tidak mencuci kaki satu sama lain, kalaupun ada yang melakukannya, itu sangatlah jarang dan biasanya dilakukan sebagai tanda kasih yang besar. 

Penjelasan tentang Minggu Palem


Minggu Palem adalah hari perayaan kedatangan Yesus yang penuh kemenangan ke dalam kota Yerusalem, satu minggu sebelum kebangkitan-Nya (Matius 21:1-11). Ketika Yesus memasuki kota Yerusalem, Ia mendekati puncak dari perjalanan pelayanan-Nya di bumi yaitu untuk mati sebagai tebusan dosa. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang (Lukas 19:10). Minggu Palem menandai dimulainya apa yang sering disebut “Minggu Sengsara,” yaitu tujuh hari terakhir dari pelayanan Yesus di bumi. Minggu Palem adalah “mulainya suatu akhir” dari pekerjaan Yesus di bumi.

 



Mari kita melihat peristiwa tersebut :

Minggu Palem dimulai dengan Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan di Bukit Zaitun. Tuhan Yesus menyuruh dua orang murid-Nya untuk pergi terlebih dulu ke desa Betfage untuk meminjam keledai muda yang tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang, seperti yang dikatakan Yesus (Lukas 19:29-30). Ketika mereka melepaskan ikatan keledai itu, pemilik mulai menanyai mereka. Para murid menjawab dengan jawaban sebagaimana yang telah diperintahkan Yesus, yaitu:  “Tuhan memerlukannya” (Lukas 19: 31-34). Hebatnya, pemilik keledai puas dengan jawaban itu dan membiarkan para murid pergi. “Mereka membawa keledai itu kepada Yesus, lalu mengalasinya dengan pakaian mereka dan menolong Yesus naik ke atasnya.” (Lukas 19:35).

Arti kata Hosana




Kata hosana sering digunakan dalam beberapa lagu pujian, terutama pada hari Minggu Palem. Kata ini berasal dari bahasa Ibrani dan merupakan bagian dari teriakan/seruan orang banyak ketika Yesus memasuki Yerusalem: “Hosana bagi Anak Daud, diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, hosana di tempat yang mahatinggi! “! (Matius 21: 9).

 
Apakah sebenarnya arti kata hosana?


3 Hal Penting dalam Peristiwa Minggu Palem

Kedatangan Yesus yang penuh kemenangan ke Yerusalem yang kita kenal sebagai Minggu Palem, yaitu hari Minggu sebelum penyaliban (Yohanes 12:1,12). Kisah kedatangan penuh kemenangan ini adalah salah satu peristiwa dalam kehidupan Yesus yang dicatat dalam ke-empat Kitab Injil (Matius 21:1-17; Markus 11:1-11; Lukas 19:29-40; Yohanes 12:12-19). Jika kita menggabungkan ke-empat catatan itu, jelaslah bahwa kedatangan penuh kemenangan itu merupakan suatu peristiwa besar, bukan hanya bagi orang-orang yang hidup di jaman Yesus, melainkan juga bagi seluruh umat Kristen di sepanjang sejarah. Minggu Palem dirayakan untuk mengingat peristiwa yang besar itu.

 
 

Pada hari itu, Yesus masuk ke kota Yerusalem menunggang seekor anak keledai yang tidak pernah ditumpangi sebelumnya. Para murid menggelar jubah mereka di atas keledai ini supaya Yesus duduk di atasnya, dan orang banyak pun datang untuk menyambut-Nya, dengan menghamparkan jubah-jubah mereka serta ranting pohon palem di jalan di depan-Nya. Orang-orang itu menyembah dan memuji Yesus sebagai "Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!" kemudian dengan menunggang keledai itu Yesus menuju ke bait Allah, dimana Ia mengajar, menyembuhkan orang sakit, dan mengusir para penukar uang dan pedagang yang telah menjadikan rumah Bapa-Nya "sarang penyamun" (Markus 11:17).


Air Hidup



Apa maksud Yesus saat Dia berbicara tentang air hidup?


Yesus menggunakan ungkapan "air hidup" dalam dua bagian di dalam Alkitab. Bagian pertama ditemukan di Yohanes pasal 4. Ketika itu Yesus lelah dan duduk di sebuah sumur sementara murid-murid-Nya sedang pergi ke kota untuk membeli makanan. Seorang perempuan Samaria datang untuk menimba air, dan Yesus meminta air untuk minum. Perempuan Samaria itu cukup terkejut karena Yesus adalah seorang Yahudi, dan bangsa Yahudi membenci bangsa Samaria. Tentu saja, perempuan ini tidak mengetahui siapa Yesus dan bertanya kepada Yesus bagaimana bisa Dia memintanya air untuk minum karena Yesus adalah seorang Yahudi.

Perempuan Samaria di sumur Yakub



Apa yang dapat kita pelajari dari perempuan Samaria ini?

Kisah seorang perempuan Samaria yang tak disebut namanya di sebuah sumur, dicatat hanya dalam Injil Yohanes, merupakan satu peristiwa yang mengungkap, dipenuhi banyak kebenaran dan pelajaran-pelajaran penting bagi kita saat ini. Kisah perempuan di sumur melanjutkan bagian percakapan Yesus dengan Nikodemus, seorang Farisi dan anggota terkemuka dari Sanhedrin Yahudi (Yohanes 3:1-21). Kemudian dalam Yohanes 4:4-42 kita dapat membaca tentang percakapan Yesus dengan seorang perempuan Samaria yang datang sendirian untuk mengambil air dari sumur (dikenal sebagai sumur Yakub) yang terletak sekitar setengah mil jauhnya dari kota Sikhar di Samaria.

Meneladani Kehidupan Ester


Sudahkah anda membaca dan merenungkan kitab Ester? Apa yang dapat kita teladani dari kehidupan Ester?




Siapakah Ester?

"Mordekhai itu pengasuh Hadasa, yakni Ester, anak saudara ayahnya, sebab anak itu tidak beribu bapa lagi; gadis itu elok perawakannya dan cantik parasnya. Ketika ibu bapanya mati, ia diangkat sebagai anak oleh Mordekhai."  Ester 2:7


Menurut ayat di atas, Ester adalah seorang gadis Yahudi yatim piatu, terlahir dengan nama Ibrani : Hadasa, yang di angkat anak oleh Mordekhai, paman/saudara ayahnya, karena ia sudah tidak beribu-bapak lagi. Ester harus keluar dari lingkungan yang dikenalnya dan meninggalkan orang yang telah membesarkan dan yang dikasihinya, yaitu pamannya, Mordekhai, karena ia kini ditempatkan di istana untuk menjadi salah satu wanita yang akan dipakai untuk memenuhi keinginan seksual raja. Raja Ahasyweros (Xerxes) adalah putra dari raja terkenal, Darius I, yang disebutkan dalam Ezra 4:24; 5:5-7; 6:1-15; Daniel 6:1, 25; Hagai 1:15; dan 2:10. Kisah Ester dan raja Ahasyweros ini terjadi sekitar tahun 483 SM. Kerajaan raja Ahasyweros ini sangat besar; bahkan pada kenyataannya, adalah kerajaan terbesar yang pernah ada di dunia. Kerajaannya meliputi wilayah yang sekarang dikenal sebagai Turki, Irak, Iran, Pakistan, Yordania, Lebanon, dan Israel; juga mencakup bagian dari zaman modern Mesir, Sudan, Libya, dan Arab Saudi.

5 Hal yang Mungkin Belum Anda Ketahui tentang Kitab Ester


Inilah 5 hal yang mungkin belum anda ketahui tentang kitab Ester :

1

Kitab Ester dapat dibagi menjadi tiga bagian utama :
  1. Pasal 1:1 - 2:18 - Ester menggantikan Wasti; 
  2. Pasal 2:19 -7:10 - Mordekhai mengatasi Haman; 
  3. Pasal 8: 1 - 10: 3 - Israel dapat bertahan melawan upaya Haman untuk menghancurkan mereka. 

Apa yang dimaksud Yesus dengan pernyataan “kamu adalah allah” dalam Yohanes 10:34 ?


Apa yang dimaksud Yesus dengan pernyataan “kamu adalah allah” di Injil Yohanes 10:34?



Perkataan Yesus ini mengutip kitab Mazmur 82:6

Mari kita memulai dengan melihat kitab Mazmur pasal 82, yang dikutip Yesus dalam Injil Yohanes 10:34. Kata “Allah” di kitab Mazmur 82:6 diterjemahkan dari kata Ibrani “elohim.” Kata “elohim” ini biasanya digunakan untuk merujuk pada Allah sejati yang esa, walaupun juga digunakan untuk merujuk pada hal lain. Kitab Mazmur 82:1 menyatakan, “Allah berdiri dalam sidang ilahi, di antara para allah Ia menghakimi.” Dari tiga ayat berikutnya di bagian ini, kata “allah-allah” merujuk pada “hakim-hakim dan orang-orang yang memiliki posisi berkuasa dan memerintah.” Menyebut hakim yang hanya manusia biasa sebagai “allah” mengindikasikan tiga hal: 1) ia memiliki wewenang atas orang lain, 2) wewenang yang ia gunakan sebagai penguasa sipil harus ditakuti, dan 3) ia mendapat kuasa dan wewenangnya dari Allah sendiri, yang digambarkan menghakimi seluruh bumi di ayat 8.

Tanda Nabi Yunus


Ungkapan "tanda nabi Yunus" digunakan oleh Yesus sebagai metafora tipologis untuk penyaliban, penguburan, dan kebangkitan-Nya


Image credit : youtube.com

Yesus menjawab dengan ungkapan ini ketika orang-orang Farisi bertanya meminta tanda ajaib untuk membuktikan bahwa Dia memang adalah Mesias. Orang-orang Farisi tetap tidak percaya pada pengakuan Yesus tentang diri-Nya, meskipun Dia baru saja menyembuhkan seorang yang kerasukan setan yang buta dan bisu. Tak lama setelah orang-orang Farisi menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa setan, pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka:: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!" (Matius 12:38-41)



3 Hal yang Dapat Kita Pelajari dari Yunus



Sombong, keras kepala, tidak patuh, tidak setia, tukang mengeluh, dan seorang pemarah, seorang tua kikir pembangkang itulah Yunus, yang namanya berasal dari kata Ibrani ‘Yonah’ = dove, berarti ‘burung merpati” atau ‘orang yang menganjurkan perdamaian’! Yunus bin Amitai, yang berasal dari Gat-Hefer di Zebulon (disebut Gittah-Hefer di Yosua 19:10-13). Dia adalah yang paling awal dari para nabi dan dekat di belakang Elisa di tempatnya dalam Perjanjian Lama. Kisah Yunus diceritakan secara singkat (hanya 48 ayat)namun penuh kekuatan di dalam kitab Yunus.




4 Pemain Utama dalam Kisah Yunus



Cerita Yunus merupakan kisah yang mengagumkan mengenai ketidaktaatan seorang nabi. Setelah ditelan seekor "ikan besar" dan dimuntahkan ke tepi laut, ia menegur warga kota Niniwe yang tidak bermoral untuk segera bertobat. Naskah Alkitab seringkali diragukan oleh mereka yang bukan orang-percaya terkait kisah yang ajaib ini. Keajaiban ini mencakup:

  • Badai Mediterania, yang diperintahkan dan diredakan oleh Allah (1:4-16).
  • Seekor ikan besar, ditetapkan oleh Allah untuk menelan sang nabi setelah dia dicampakkan ke dalam laut oleh awak kapal (1:17).
  • Kelangsungan hidup Yunus di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, atau kebangkitan Yunus dari kematian setelah dimuntahkan ke darat, tergantung bagaimana Saudara menafsirkan teksnya (1:17).
  • Ikan memuntahkan Yunus ke darat atas perintah Allah (2:10).
  • Sebatang pohon jarak, ditetapkan oleh Allah untuk tumbuh dengan cepat supaya bisa menyediakan naungan teduh bagi Yunus (4:6).
  • Seekor ulat, ditetapkan oleh Allah untuk menyerang pohon jarak yang menaungi Yunus (4:7).
  • Angin terik, diperintahkan oleh Allah untuk membuat Yunus tidak nyaman (4:8).

Ada 4 pemain utama dalam kisah Yunus, mari kita lihat 3 terlebih dulu.......


11 Alasan Dilarang Menikah Lagi Setelah Bercerai - Bagian 3

Lanjutan dari Bagian 2. Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel yang ditulis oleh John Piper dalam blognya Desiring God, jadi ini merupakan pandangan Piper tentang 'pernikahan kembali setelah perceraian' berdasarkan prinsip-prinsip Firman Tuhan di dalam Alkitab. Pesan Injil memilih untuk memposting terjemahannya karena kami setuju dengan pandangan ini tentang 'kemungkinan menikah lagi setelah perceraian'.

Karena panjangnya artikel, maka posting dibagi menjadi 3 bagian. Berikut ini


Pandangan Kedua tentang Menikah Lagi Setelah Bercerai. 




11 Alasan mengapa saya percaya bahwa semua pernikahan lagi setelah perceraian dilarang jika kedua pasangan masih hidup.
 

11
Klausula pengecualian dalam Matius 19:9 tidak menyiratkan bahwa perceraian akibat perzinahan membebaskan seseorang untuk dapat menikah lagi. Semua bukti yang memberatkan dalam Perjanjian Baru yang diberikan dalam sepuluh poin sebelumnya, semuanya melawan pandangan ini, dan ada beberapa cara untuk memahami ayat ini dengan baik agar tidak bertentangan dengan ajaran luas dari Perjanjian Baru bahwa pernikahan kembali setelah perceraian itu dilarang.



11 Alasan Dilarang Menikah Lagi Setelah Bercerai - Bagian 2



Lanjutan dari Bagian 1. Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel yang ditulis oleh John Piper dalam blognya Desiring God, jadi ini merupakan pandangan Piper tentang 'pernikahan kembali setelah perceraian' berdasarkan prinsip-prinsip Firman Tuhan di dalam Alkitab. Pesan Injil memilih untuk memposting terjemahannya karena kami setuju dengan pandangan ini tentang 'kemungkinan menikah lagi setelah perceraian'.

Karena panjangnya artikel, maka posting dibagi menjadi 3 bagian. Berikut ini

Pandangan Kedua tentang Menikah Lagi Setelah Bercerai.



 
11 Alasan mengapa saya percaya bahwa semua pernikahan lagi setelah perceraian dilarang jika kedua pasangan masih hidup

11 Alasan Dilarang Menikah Lagi Setelah Bercerai - Bagian 1

Lanjutan dari posting sebelumnya Pandangan Pertama tentang Pernikahan Lagi Setelah Perceraian. Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel yang ditulis oleh John Piper dalam blognya Desiring God, jadi ini merupakan pandangan Piper tentang 'pernikahan kembali setelah perceraian' berdasarkan prinsip-prinsip Firman Tuhan di dalam Alkitab. Pesan Injil memilih untuk memposting terjemahannya karena kami setuju dengan pandangan ini tentang 'kemungkinan menikah lagi setelah perceraian'.

Karena panjangnya artikel, maka posting dibagi menjadi 3 bagian. Ini adalah posting bagian 1. 

Pandangan Kedua tentang Pernikahan Lagi Setelah Perceraian - Bagian 1
 





11 Alasan mengapa saya percaya bahwa semua pernikahan lagi setelah perceraian dilarang jika kedua pasangan masih hidup
 

1
Lukas 16:18 menyebut semua pernikahan kembali yang terjadi setelah perceraian sebagai perzinahan.

Lukas 16:18: Setiap orang yang menceraikan isterinya, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah; dan barangsiapa kawin dengan perempuan yang diceraikan suaminya, ia berbuat zinah.

    1.1 Ayat ini menunjukkan bahwa Yesus tidak mengakui perceraian sebagai penghapusan atas pernikahan dalam pandangan Allah. Alasan pernikahan kedua disebut sebagai perzinahan adalah karena yang pertama dianggap masih berlaku. Jadi Yesus mengambil sikap berlawanan terhadap kebudayaan Yahudi di mana semua perceraian dianggap membawa dengan itu hak menikah lagi.

    1.2 Bagian kedua dari ayat ini menunjukkan bahwa bukan hanya pria yang menceraikan saja yang disebut melakukan dosa perzinahan ketika ia menikah lagi, tetapi juga setiap orang yang menikah dengan wanita yang telah diceraikan.

    1.3 Karena tidak ada pengecualian yang disebutkan dalam ayat ini, dan karena Yesus jelas menolak konsepsi budaya umum bahwa jika bercerai berarti berhak untuk menikah lagi, maka pembaca pertama Injil ini pasti akan melawan keras setiap pengecualian yang dilakukan atas dasar anggapan bahwa Yesus setuju terhadap asumsi budaya bahwa perceraian yang terjadi karena ketidaksetiaan atau karena ditinggalkan pasangannya membebaskan pasangan yang diceriakan / ditinggalkan itu untuk menikah lagi.
 

Pertobatan sebelum/sesudah Perceraian, dan Pengampunan


Orang-orang Kristen yang mengejar perceraian dengan alasan yang tidak Alkitabiah dapat dikenakan disiplin gereja karena mereka secara terbuka menentang Firman Allah. Orang yang bercerai secara tidak Alkitabiah dan menikah lagi berarti melakukan dosa perzinahan karena pada mulanya Tuhan  tidak mengizinkan perceraian (Matius 5:32 “Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.”; Markus 10:11-12 "Barangsiapa menceraikan isterinya lalu kawin dengan perempuan lain, ia hidup dalam perzinahan terhadap isterinya itu. Dan jika si isteri menceraikan suaminya dan kawin dengan laki-laki lain, ia berbuat zinah.")



Bahasan kali ini tentang :


Pertobatan (menjadi percaya Kristus) yang terjadi sebelum dan sesudah perceraian. Apakah pandangan Alkitab tentang hal ini?
 

Tentang Kemungkinan Menikah Lagi



Posting sebelumnya membahas tentang apa pandangan Alkitab tentang perceraian,
 
"Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel." Maleakhi 2:16

Perceraian di Alkitab diperbolehkan hanya akibat dosa manusia. Karena perceraian adalah suatu kompromi yang terpaksa diijinkan akibat dosa manusia dan bukan merupakan bagian dari rencana semula Allah untuk pernikahan, semua orang percaya/orang beriman/orang Kristen harus membenci perceraian sebagaimana Allah membencinya dan perceraian hanya dilakukan ketika tidak ada lagi jalan lain untuk menyelamatkan suatu pernikahan.   




Bahasan kali ini adalah tentang kemungkinan untuk menikah lagi. Apakah pandangan Alkitab tentang hal ini?


Apa pandangan Alkitab tentang Perceraian?

Perceraian


Allah membenci perceraian! Dia membenci perceraian karena hal itu selalu melibatkan ketidaksetiaan terhadap keabsahan perjanjian pernikahan atas dua pihak yang telah terikat di dalamnya, dan karena perceraian juga menimbulkan konsekuensi berbahaya yang merusak pasangan dan anak-anak mereka (Maleakhi 2: 14 Dan kamu bertanya: "Oleh karena apa?" Oleh sebab TUHAN telah menjadi saksi antara engkau dan isteri masa mudamu yang kepadanya engkau telah tidak setia, padahal dialah teman sekutumu dan isteri seperjanjianmu. 15 Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. 16 Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!). 

9 Cara untuk Mengetahui Kehendak Tuhan

Lanjutan dari posting 5 Syarat untuk Mengetahui Kehendak Tuhan
 


 
Banyak orang-orang percaya yang masih bergumul untuk mengetahui apakah sebenarnya kehendak Allah bagi diri mereka. Ada hal-hal yang dinyatakan secara jelas dalam Alkitab misalnya agar kita mengampuni orang yang bersalah terhadap kita, bahkan agar kita mendoakan orang yang menganiaya kita. Namun, bagaimana kita dapat mengetahui kehendak Allah untuk hal-hal praktis dalam kehidupan seperti: hal memilih pekerjaan, mencari pasangan hidup, menentukan study lanjutan maupun memilih tindakan tertentu yang berkenan kepada Allah ketika kita harus menyikapi / menghadapi situasi dan kondisi tertentu. Apakah yang dikatakan Alkitab tentang cara-cara untuk mengetahui kehendak Allah?


Berikut ini 9 cara untuk mengetahui kehendak Tuhan dan penjelasannya :

5 Syarat untuk Mengetahui Kehendak Tuhan

Setelah menentukan resolusi Tahun Baru anda, mungkin beberapa dari anda masih bertanya-tanya tentang apakah sebenarnya kehendak Tuhan dalam hidup anda. Maka topik kali ini adalah,


Bagaimana mengetahui kehendak Tuhan dalam hidup anda?

Apakah yang dimaksud dengan kehendak Tuhan:

  1. Yang dimaksud dengan kehendak Tuhan di sini bukanlah rencana Allah yang sudah Ia tetapkan sejak semula, tetapi apa yang Tuhan kehendaki untuk anda lakukan dalam situasi dan kondisi tertentu.
  2. Jika anda telah menerima Yesus secara sungguh-sungguh sebagai Juruselamat dan juga sebagai Tuhan dalam hidup anda, maka untuk mengetahui kehendak Tuhan dalam arti ini sangat penting bagi kita.



Berikut ini 5 syarat untuk mengetahui kehendak Tuhan:

Resolusi Tahun Baru apakah yang seharusnya dibuat oleh seorang Kristen?

Selamat Tahun Baru 2017! Apakah anda telah memiliki resolusi untuk anda capai di tahun baru ini? Jika belum, masih belum terlambat untuk memulai. Berikut ini ulasan tentang resolusi Tahun Baru.


Praktek membuat resolusi Tahun Baru sudah dilakukan sejak lebih dari 3.000 tahun lalu pada jaman Babel kuno. Ada sesuatu hal tentang bagaimana mengawali tahun baru, biasanya resolusi Tahun Baru dibuat supaya kita merasa memulai sebuah awal yang baru. Meskipun pada kenyataannya, tidak ada perbedaan antara 31 Desember dan 1 Januari. Tidak ada kejadian ajaib terjadi di tengah malam pada tanggal 31 Desember. 

Alkitab tidak menentang konsep resolusi Tahun Baru. Namun pertanyaannya, jika seorang Kristen membuat resolusi Tahun Baru, resolusi apakah yang seharusnya ia buat?


Resolusi Tahun Baru biasanya berupa daftar komitmen untuk berhenti merokok, untuk mengelola uang lebih bijak, untuk lebih rajin bersembahyang dan lebih banyak meluangkan waktu bersama keluarga. Sejauh ini, resolusi Tahun Baru yang paling umum adalah untuk menurunkan berat badan, biasanya berkaitan dengan berolahraga lebih banyak dan pola makan yang lebih sehat. Ini semua baik untuk dijadikan resolusi Tahun Baru. Namun, 1Timotius 4:8 menginstruksikan agar kita tetap melatih diri kita: "Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang." Sebagian besar resolusi Tahun baru, bahkan di antara orang-orang Kristen,
lebih mengutamakan hal-hal jasmani. Membuat resolusi semacam ini seharusnya dihindari.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...